Gelar Silaturahim dan Konsolidasi, APRI Ingin Semua Komunitas Tambang Terorganisir dalam Wadah RMC APRI

- Penulis

Sabtu, 19 Juni 2021 - 22:21 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelitanusantara.net – Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) menggelar acara silaturahim dan konsolidasi bersama Ketua Umum APRI Gatot Sugiharto, di ruang meeting Lavender Hotel G’sign Banjarmasin, Sabtu (19/06) hari ini.

Gatot Sugiharto menyebutkan, sejak didirikan tahun 2014 hingga kini, APRI sudah memiliki sedikitnya 3,6 juta penambang yang tersebar di seluruh Indonesia.

Terkait dengan kunjungannya hari ini, dirinya secara langsung menunjuk H. Risdianto Haleng HB untuk menjadi Ketua Umum APRI DPW Kalimantan Selatan. Selain itu, nantinya semua penambang rakyat wajib terhimpun dalam Responsible Mining Community (RMC).

“Sebenarnya tugas Pak Risdianto itu cukup berat, yang pertama membenahi kepengurusan DPW APRI Kalsel yang selama ini tidak jalan, kemudian membenahi dan membentuk DPC-DPC di semua Kabupaten Kota yang memiliki kegiatan tambang rakyat, serta yang paling berat menurut saya, mengupayakan supaya semua komunitas tambang terorganisir dalam wadah RMC APRI, sehingga eksistensi penambang rakyat secara real tersaji dalam jumlah sekian RMC dan masing-masing RMC beranggotakan sekian penambang,” ungkapnya.

Selain itu, ketika ditanya tentang perhatian pemerintah sejauh ini untuk APRI seperti apa, dirinya pun menegaskan, pemerintah kurang atau bisa dikatakan minim sekali perhatian kepada penambang rakyat, karena para penambang rakyat belum terorganisir, sehingga keberadaan mereka tidak jelas dan pemerintah sangat kesulitan untuk bisa menjangkau mereka.

“Justru melalui APRI ini, kita upayakan supaya keberadaan penambang rakyat dapat secara real terdata, baik dalam bentuk kelompok, maupun keanggotaannya, dengan data yang jelas dan valid pemerintah pun akan lebih mudah untuk memberikan perhatian dan program,” jelasnya.

Baca Juga:  PBNU Mengutuk dan Mengecam Keras Agresi Militer Israel kepada Palestina

 

Perlu diketahui juga, melalui jitunews.com, pada tahun 2016 tambang rakyat memiliki potensi menambah pemasukan negara sebesar Rp 10 triliun setiap tahunnya.

Oleh karena itu, melalui penerapan RMC, APRI akan mengupayakan legalitas sehingga penerimaan negara yang berupa pajak/royalti/retribusi itu bisa dipastikan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Selain itu, APRI akan mengupayakan dan memohon pengakuan bahwa penambang rakyat adalah profesi yang sama seperti petani, nelayan dan profesi lainnya, serta mengusulkan kepada pemerintah agar ada satuan kerja, direktur, atau direktorat di Kementerian yang mengurus, memperhatikan dan mengelola pertambangan rakyat, sehingga memperkuat pertahanan negara di sektor ekonomi.

Sementara itu, Gatot juga menambahkan, dari data APRI nanti ada tiga hal penting yang bisa menjadi parameter. Seperti jumlah lapangan kerja, jumlah pendapatan perkapita dan inventarisasi data lokasi tambang, sehingga mudah untuk reklamasi dan rehabilitasi paska tambangnya.

Dirinya pun menambahkan, jika Kalimantan itumerupakan gudangnya sumberdaya alam, seperti Batubara + Coal Bed Methane (CBM), minyak bumi, Pasir Silika, Emas, Zirkon, Tembaga, Intan dan juga Gemstone (batu akik).

Sementara itu, H. Ridianto pun dalam sambutannya menambahkan, dirinya sangat berterimakasih atas kepercayaan yang diberikan, “Ini merupakan kepercayaan yang luar biasa, banyak PR yang harus di selesaikan bersma-sama terutama untuk APRI Kalsel kedepan, harapannya APRI bisa menjadi motor bagi kesejahteraan masyarakat Kalsel,” tutupnya. (Red)

Berita Terkait

Perguruan Tinggi se-Kalimantan Berkumpul di IKN, UNUKASE Tekankan Kolaborasi dan SDM
Di Tengah Konflik Global, Indonesia Selenggarakan Doa Bersama Lintas Agama Demi Perdamaian
WARISAN NUKLIR DAN KRISIS IKLIM DI KEPULAUAN MARSHALL, KOALISI GLOBAL LINTAS BENUA BERSIDANG
Penguatan Daerah Jadi Fokus, APPMBGI Resmikan Kepengurusan Sejumlah Provinsi dan Kabupaten/Kota
Usai dari Balangan, Wakil Presiden Gibran Lanjutkan Peninjauan Banjir ke Kabupaten Banjar
Wakil Presiden Gibran Soroti Pemulihan Pendidikan Saat Meninjau Banjir Balangan
Tidak Hanya Soal Bansos, DPR Minta Program Pemulihan Peternak Dibuat Jangka Panjang
Di Hadapan PBNU, Rektor UNUKASE Beberkan Strategi Penguatan Pendidikan Tinggi NU

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 12:23 WITA

Muhammad Sulthon Firdaus dan Ghea Alisya Putri Terpilih Jadi Duta Kampus STIKES Intan Martapura 2026/2027

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:15 WITA

Ghea Putri Alisya dan Muhammad Rayhan Resmi Dinobatkan Sebagai Duta Prodi D3 Keperawatan STIKes Intan Martapura 2026.

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:13 WITA

Hima ARS Stikes Intan Martapura Gelar Grand Final Duta Program Studi Sarjana Administrasi Rumah Sakit

Senin, 16 Maret 2026 - 04:38 WITA

Galang Dana untuk Korban Kebakaran Pekauman, Mahasiswa STIKES Intan Martapura Turun ke Jalan

Selasa, 10 Maret 2026 - 20:31 WITA

Ramadan Penuh Kepedulian, Mahasiswa ARS STIKES Intan Martapura Bagikan Takjil kepada Masyarakat

Sabtu, 7 Maret 2026 - 23:24 WITA

Rayakan Hari PMR, PMI Kabupaten Banjar dan Forum PMR Bagikan 1.000 Takjil

Jumat, 6 Maret 2026 - 04:15 WITA

Pelantikan dan Serah Terima Kepengurusan Organisasi Mahasiswa STIKes Intan Martapura Periode 2026–2027

Senin, 24 November 2025 - 21:10 WITA

BEM STIKes Intan Martapura Raih Juara 3 Karnaval KTR, Ajak Masyarakat Hidup Sehat Tanpa Rokok

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x