Batulicin – Di tengah upaya pembenahan tata kelola pemasyarakatan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin memilih pendekatan berbeda dalam mencegah penyalahgunaan narkoba di lingkungannya dengan membangun kultur integritas dari dalam.
Langkah tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan tes urine bagi petugas dan warga binaan yang digelar di Klinik Pratama Lapas Batulicin, Rabu (7/1/2026). Sebanyak 21 petugas dan 28 warga binaan mengikuti pemeriksaan sebagai bagian dari sistem pengawasan internal yang diperkuat secara berjenjang.
Tes ini tidak hanya dimaknai sebagai kewajiban administratif, tetapi sebagai alat kontrol moral agar lingkungan pemasyarakatan tetap kondusif dan akuntabel.
“Pengawasan harus hadir sejak tahap paling dasar. Tes urine ini bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari penguatan kontrol dan integritas lembaga,” ujar Kepala Lapas Batulicin, Arifin Akhmad.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut surat dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan mengenai pendataan senjata api dan pemeriksaan narkoba bagi pegawai dan narapidana.
Pemeriksaan dilakukan menggunakan enam parameter zat terlarang:
amphetamine
methamphetamine
THC (ganja)
benzodiazepine
morfin
kokain
Seluruh prosedur tes dilaksanakan oleh tenaga kesehatan Lapas Batulicin.
Perawat Lapas, Yudha Pratama, memastikan proses pemeriksaan berjalan sesuai standar medis dan pengawasan keamanan.
“Seluruh sampel diuji menggunakan alat standar. Hasilnya, tidak ditemukan indikasi penggunaan narkoba pada seluruh peserta,” ujar Yudha.
Pengawasan pelaksanaan tes juga melibatkan unsur keamanan untuk memastikan proses berlangsung transparan dan bebas manipulasi.
Arifin menegaskan bahwa pencegahan narkoba di lembaga pemasyarakatan hanya dapat berjalan efektif apabila dimulai dari disiplin pegawai.
Menurutnya, pegawai harus menjadi contoh bagi warga binaan.
“Pencegahan penyalahgunaan narkoba harus dilakukan secara konsisten dan terukur.
Setiap indikasi pelanggaran akan ditindak sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Tes urine rutin diposisikan sebagai bagian dari:
deteksi dini
pengendalian internal
penjagaan keamanan lembaga
penguatan budaya bersih narkoba
Dengan cara ini, Lapas Batulicin ingin memastikan proses pembinaan berjalan dalam lingkungan yang aman, terkendali, dan berintegritas.
Bukan Sekadar Pemeriksaan, Tetapi Komitmen Kelembagaan
Tes urine di Lapas Batulicin mengirimkan pesan jelas:
Institusi tidak hanya mengawasi warga binaan, tetapi juga mengawasi dirinya sendiri.
Langkah ini menjadi pondasi penting bagi reformasi pemasyarakatan — bahwa pengawasan yang kuat bukan lahir dari tindakan represif, melainkan dari komitmen berkelanjutan untuk menjaga kepercayaan publik.















