Tanah Bumbu – Keluhan masyarakat mengenai debu batu bara di sekitar kawasan Pelabuhan Bunati, Kecamatan Angsana, mendapat respons cepat dari Komisi III DPRD Kabupaten Tanah Bumbu.
Jumat (31/07/2026), jajaran Komisi III turun langsung ke lokasi operasional PT Borneo Indobara (BIB) untuk melihat kondisi di lapangan sekaligus memastikan langkah pengendalian debu yang selama ini menjadi perhatian warga benar-benar dijalankan.
Inspeksi mendadak (Sidak) dipimpin Wakil Ketua Komisi III DPRD Tanah Bumbu, I Wayan Sudarma, bersama sejumlah anggota dewan.
Mereka meninjau area pelabuhan, fasilitas pengendalian debu, hingga proses bongkar muat batu bara yang diduga menjadi salah satu sumber keluhan masyarakat saat musim kemarau.
Dalam peninjauan tersebut, rombongan DPRD juga berdialog dengan manajemen perusahaan mengenai berbagai upaya yang telah dilakukan untuk menekan penyebaran debu agar tidak mengganggu permukiman warga.
I Wayan Sudarma menegaskan, kedatangan DPRD bukan untuk mencari kesalahan perusahaan, melainkan memastikan setiap komitmen terhadap perlindungan lingkungan benar-benar dilaksanakan secara konsisten.
Menurutnya, persoalan debu bukan hal baru. DPRD telah beberapa kali menerima laporan dari masyarakat yang mengaku aktivitas sehari-hari terganggu akibat debu yang diduga berasal dari operasional pelabuhan.
“Yang kami inginkan adalah komitmen perusahaan dijalankan secara nyata. Jangan hanya baik saat ada pengawasan, tetapi harus menjadi standar operasional setiap hari,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa pengendalian debu harus menjadi prioritas, terutama pada musim kemarau ketika partikel debu lebih mudah terbawa angin menuju kawasan permukiman.
Selain itu, perusahaan diminta memastikan seluruh sarana pengendalian, seperti penyiraman jalan, dust suppression, hingga fasilitas pencucian kendaraan, berfungsi maksimal sehingga material tidak terbawa keluar area operasional.
Komisi III menilai langkah pencegahan harus dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat tidak lagi menjadi pihak yang terdampak.
Sementara itu, pantauan di lokasi menunjukkan aktivitas konveyor di kawasan muara berhenti beroperasi saat Komisi III DPRD Tanah Bumbu melakukan sidak. Di sisi lain, puluhan truk pengangkut batu bara tampak mengantre di depan akses masuk konveyor, menunggu aktivitas kembali berjalan.
Belum diketahui apakah penghentian operasional tersebut berkaitan dengan pelaksanaan sidak atau faktor teknis lainnya. Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Borneo Indobara (BIB) belum memberikan pernyataan resmi mengenai hasil inspeksi maupun kondisi operasional saat sidak berlangsung.















