Banjar – Dosen Kompartemen Jiwa-Komunitas dari Program Studi Keperawatan, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) terus menggalakkan upaya peningkatan kualitas kesehatan jiwa masyarakat.
Salah satu langkah strategis yang mereka ambil yakni melalui program “Optimalisasi Kesehatan Jiwa Masyarakat lewat Pembentukan Desa Siaga Sehat Jiwa.”
Tiga dosen keperawatan jiwa dan komunitas — Mutia Rahmah, S.Kep., Ns., M.Kep; Tsuwaibatul Islamiyah, S.Kep., Ns., M.S; dan Annisa Febriana, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.Kep.Kom — menginisiasi program ini dan melaksanakannya pada Senin, 15 Juli 2025, di Desa Keliling Benteng Ulu, wilayah kerja Puskesmas Martapura Barat, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
Acara dimulai pukul 09.30 WITA dan diikuti oleh 26 peserta yang terdiri dari tokoh masyarakat, aparat desa, kader kesehatan, dan warga setempat.
Desa Keliling Benteng Ulu merupakan salah satu desa binaan Program Studi Keperawatan FKIK ULM. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar tahun 2024, tercatat 36 orang dengan gangguan jiwa berat (ODGJ) di wilayah ini. Meski cakupan layanan untuk ODGJ berat telah mencapai 128,57%, cakupan skrining kesehatan jiwa masih tergolong rendah, hanya 33%. Kondisi ini menunjukkan perlunya peningkatan upaya promotif dan preventif berbasis masyarakat.
Edukasi dan Sosialisasi Konsep DSSJ
Kegiatan dimulai dengan pre-test untuk mengukur pengetahuan awal peserta mengenai kesehatan jiwa dan konsep Desa Siaga Sehat Jiwa. Setelah itu, peserta mengikuti sesi edukasi dan sosialisasi tentang pentingnya menjaga kesehatan mental serta peran komunitas dalam mendeteksi dan menangani masalah kejiwaan.
“Tujuan utama program ini adalah membangun komunitas yang peduli dan tanggap terhadap masalah kesehatan jiwa,” jelas Mutia Rahmah selaku ketua pelaksana.
“Kesehatan jiwa bukan hanya tanggung jawab tenaga medis, tetapi seluruh lapisan masyarakat. DSSJ hadir untuk memperkuat peran warga dalam mendeteksi, merespons, dan membantu sesama yang mengalami gangguan kejiwaan,” sambungnya.
Setelah sesi edukasi, peserta mengikuti post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman. Hasil awal menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kesadaran peserta tentang pentingnya keterlibatan aktif masyarakat dalam mendukung kesehatan jiwa.
Dukungan dari Pemerintah dan Tokoh Lokal
Program ini mendapat dukungan penuh dari Camat Martapura Barat H. Ahmad Rabani, AKS., M.Si; Kepala Desa Keliling Benteng Ulu Mahlani; Ketua BPD H. Samlani; serta Kepala Puskesmas Martapura Barat H. Alfiansyah.
Selain itu, Mereka menilai pendekatan ini efektif dalam menekan angka kekambuhan ODGJ sekaligus memperkuat kapasitas masyarakat.
“Kami menyambut baik program ini. Isu kesehatan jiwa masih sering terpinggirkan, padahal sangat penting bagi kualitas hidup masyarakat. Melalui DSSJ, kami berharap masyarakat semakin sadar dan saling mendukung dalam menjaga kesehatan mental,” ujar H. Samlani.
Sementara itu, kader dan perangkat desa yang hadir juga menyatakan kesiapan mereka untuk bersinergi dengan tenaga kesehatan dalam menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan mendukung pemulihan ODGJ.
Lebih Lanjut, mereka berharap program DSSJ bisa berlanjut dan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Banjar.















