Dosen ULM Ajak Warga Bangun Desa Tanggap Kesehatan Jiwa di Martapura Barat

- Penulis

Rabu, 16 Juli 2025 - 15:46 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dosen FKIK ULM gelar program Desa Siaga Sehat Jiwa di Desa Keliling Benteng Ulu, Martapura Barat, Banjar, Senin 15 Juli 2025.

Dosen FKIK ULM gelar program Desa Siaga Sehat Jiwa di Desa Keliling Benteng Ulu, Martapura Barat, Banjar, Senin 15 Juli 2025.

Banjar – Dosen Kompartemen Jiwa-Komunitas dari Program Studi Keperawatan, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) terus menggalakkan upaya peningkatan kualitas kesehatan jiwa masyarakat.

Salah satu langkah strategis yang mereka ambil yakni melalui program “Optimalisasi Kesehatan Jiwa Masyarakat lewat Pembentukan Desa Siaga Sehat Jiwa.”

Tiga dosen keperawatan jiwa dan komunitas — Mutia Rahmah, S.Kep., Ns., M.Kep; Tsuwaibatul Islamiyah, S.Kep., Ns., M.S; dan Annisa Febriana, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.Kep.Kom — menginisiasi program ini dan melaksanakannya pada Senin, 15 Juli 2025, di Desa Keliling Benteng Ulu, wilayah kerja Puskesmas Martapura Barat, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Acara dimulai pukul 09.30 WITA dan diikuti oleh 26 peserta yang terdiri dari tokoh masyarakat, aparat desa, kader kesehatan, dan warga setempat.

Desa Keliling Benteng Ulu merupakan salah satu desa binaan Program Studi Keperawatan FKIK ULM. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar tahun 2024, tercatat 36 orang dengan gangguan jiwa berat (ODGJ) di wilayah ini. Meski cakupan layanan untuk ODGJ berat telah mencapai 128,57%, cakupan skrining kesehatan jiwa masih tergolong rendah, hanya 33%. Kondisi ini menunjukkan perlunya peningkatan upaya promotif dan preventif berbasis masyarakat.

Edukasi dan Sosialisasi Konsep DSSJ

Kegiatan dimulai dengan pre-test untuk mengukur pengetahuan awal peserta mengenai kesehatan jiwa dan konsep Desa Siaga Sehat Jiwa. Setelah itu, peserta mengikuti sesi edukasi dan sosialisasi tentang pentingnya menjaga kesehatan mental serta peran komunitas dalam mendeteksi dan menangani masalah kejiwaan.

“Tujuan utama program ini adalah membangun komunitas yang peduli dan tanggap terhadap masalah kesehatan jiwa,” jelas Mutia Rahmah selaku ketua pelaksana.

“Kesehatan jiwa bukan hanya tanggung jawab tenaga medis, tetapi seluruh lapisan masyarakat. DSSJ hadir untuk memperkuat peran warga dalam mendeteksi, merespons, dan membantu sesama yang mengalami gangguan kejiwaan,” sambungnya.

Setelah sesi edukasi, peserta mengikuti post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman. Hasil awal menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kesadaran peserta tentang pentingnya keterlibatan aktif masyarakat dalam mendukung kesehatan jiwa.

Baca Juga:  Dosen Keperawatan ULM Latih Orang Tua Pasien Leukemia Anak Terapkan Bubble Therapy di RSUD Ulin, Apa Itu?

Dukungan dari Pemerintah dan Tokoh Lokal

Program ini mendapat dukungan penuh dari Camat Martapura Barat H. Ahmad Rabani, AKS., M.Si; Kepala Desa Keliling Benteng Ulu Mahlani; Ketua BPD H. Samlani; serta Kepala Puskesmas Martapura Barat H. Alfiansyah.

Selain itu, Mereka menilai pendekatan ini efektif dalam menekan angka kekambuhan ODGJ sekaligus memperkuat kapasitas masyarakat.

“Kami menyambut baik program ini. Isu kesehatan jiwa masih sering terpinggirkan, padahal sangat penting bagi kualitas hidup masyarakat. Melalui DSSJ, kami berharap masyarakat semakin sadar dan saling mendukung dalam menjaga kesehatan mental,” ujar H. Samlani.

Sementara itu, kader dan perangkat desa yang hadir juga menyatakan kesiapan mereka untuk bersinergi dengan tenaga kesehatan dalam menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan mendukung pemulihan ODGJ.

Lebih Lanjut, mereka berharap program DSSJ bisa berlanjut dan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Banjar.

Berita Terkait

Mahasiswa Profesi Keperawatan ULM Berikan Pendidikan Kesehatan Hipertensi untuk Ibu Hamil
46 Mahasiswa STIKES Intan Martapura Resmi Diyudisium, Tradisi Mandi Kembang Jadi Simbol Awal Pengabdian kepada Masyarakat
Mahasiswa Prodi Sarjana Administrasi Rumah Sakit STIKES Intan Martapura Ikuti Workshop Pelatihan Dasar Akreditasi Rumah Sakit
Bangun Self-Efikasi Remaja Cegah Pernikahan Dini, Tim Pengabdian Program Studi Kesehatan Masyarakat ULM Hadirkan E-Komik dan Edugame Interaktif
STIKES Intan Martapura Dorong Sinergi Mitigasi Banjir Dalam Rangkaian Bulan K3 & Hari Lingkungan Hidup
Bekali Mahasiswa Hadapi Dunia Kerja Modern, Disnaker Banjar Gelar Sosialisasi Bursa Kerja di STIKES Intan Martapura
Muhammad Sulthon Firdaus dan Ghea Alisya Putri Terpilih Jadi Duta Kampus STIKES Intan Martapura 2026/2027
Ghea Putri Alisya dan Muhammad Rayhan Resmi Dinobatkan Sebagai Duta Prodi D3 Keperawatan STIKes Intan Martapura 2026.
5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 18:55 WITA

SMKS Muhammadiyah Al-Audah Satui Terima Bantuan Revitalisasi Rp1,1 Miliar dari Kemendikdasmen

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 07:59 WITA

Bupati Andi Rudi Latif Tingkatkan Kenyamanan Sarana Ibadah Lewat Penataan Halaman Masjid An Nur di Mantewe

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:10 WITA

BPJS Ketenagakerjaan dan BAZNAS Perluas Perlindungan Jaminan Sosial bagi Pekerja Rentan Mustahik

Jumat, 31 Juli 2026 - 21:58 WITA

Keluhan Debu Batu Bara Berulang, Komisi III DPRD Tanah Bumbu Datangi PT BIB

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:35 WITA

Bupati Andi Rudi Latif Bangun Jalan Desa Sepunggur, Akses Petani dan Tambak Kini Lebih Cepat

Senin, 27 Juli 2026 - 16:18 WITA

Tanggul Pemkab Tanah Bumbu Ubah Cerita Petambak Kepiting Muara Pagatan

Jumat, 24 Juli 2026 - 08:17 WITA

BPJS Ketenagakerjaan Batulicin Bekali Ahli Waris JKM Jadi Wirausaha Mandiri Lewat Program PEKA

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:54 WITA

BPBD Tanah Bumbu Siapkan Generasi Tangguh Hadapi Bencana Lewat Program RENJANA

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x