Tak Hanya Nero dan Caligula, Inilah Enam Raja dan Ratu yang Tak Kalah Gila

- Penulis

Rabu, 7 Mei 2025 - 09:10 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Temukan kisah nyata enam raja dan ratu dari berbagai belahan dunia yang menunjukkan perilaku paling mengejutkan dalam sejarah (Ilustrasi Raja dan Ratu)

Temukan kisah nyata enam raja dan ratu dari berbagai belahan dunia yang menunjukkan perilaku paling mengejutkan dalam sejarah (Ilustrasi Raja dan Ratu)

Sejarah – Biasanya, raja dan ratu dikenal sebagai sosok berwibawa, penuh tata krama, dan menjadi panutan dalam masyarakat bangsawan.

Namun, sejarah tidak selalu menyajikan kisah yang penuh kemuliaan. Beberapa tokoh kerajaan justru menunjukkan perilaku yang tidak lazim, bahkan mengarah pada kegilaan.

Melalui kisah-kisah ini, kita akan menyusuri kehidupan enam penguasa dunia yang tingkah lakunya melampaui batas kewajaran. Dari raja yang terobsesi membangun istana fantasi, hingga ratu yang tidur bersama mayat suaminya, berikut daftarnya.

1. Ludwig II dari Bavaria: Terperangkap dalam Dunia Fantasi

Ludwig II naik takhta pada usia 18 tahun setelah kematian ayahnya, Maximilian II. Sejak awal, ia lebih tertarik pada dunia dongeng ketimbang urusan pemerintahan. Ia menghamburkan dana kerajaan demi membangun kastil impian, termasuk Neuschwanstein—yang kelak menginspirasi kastil dalam film animasi Disney.

Alih-alih memperkuat militer atau memperbaiki tata kelola negara, Ludwig justru menyewa arsitek pribadi dan menyendiri di kastil. Ia bahkan mengidentifikasi dirinya sebagai Parzival, ksatria Cawan Suci. Ketika utangnya menumpuk dan kondisi mentalnya memburuk, pemerintah menyatakan dirinya tidak waras. Keesokan harinya, Ludwig ditemukan tewas secara misterius di danau bersama psikiater kerajaan. Ia meninggal pada usia 40 tahun.

2. Maria Eleonora dari Brandenburg: Ratu yang Menolak Kematian

Maria Eleonora adalah istri Raja Gustavus Adolphus dari Swedia. Awalnya, ia mendambakan anak laki-laki sebagai penerus tahta. Namun, ketika melahirkan anak perempuan bernama Christina, ia justru menyebut bayinya sebagai “monster” dan mencoba mencelakainya.

Baca Juga:  Mengusik Oligarki, Jurnalis Abi Kusno Nachran Dibacok 17 Kali Hingga Ancaman dan Teror

Setelah Gustavus tewas di medan perang, Maria menolak untuk menguburkan jasad suaminya. Sebaliknya, ia menggantung peti mati itu di kamar tidur dan tidur di bawahnya selama bertahun-tahun. Perilakunya memperlihatkan gejala gangguan psikologis yang kian parah seiring waktu.

3. Charles VI dari Prancis: Raja Kaca yang Kehilangan Kendali

Charles VI mulai memerintah pada usia 11 tahun. Awalnya, rakyat menjulukinya sebagai “Charles yang Terkasih.” Namun, pada tahun 1392, ia mengalami serangan psikosis pertama saat menyerang pasukannya sendiri tanpa alasan.

Sejak saat itu, ia percaya bahwa tubuhnya terbuat dari kaca. Ia melarang siapa pun menyentuhnya karena takut pecah. Selain itu, ia tidak mengakui istri maupun anak-anaknya dan kerap berlari di istana sambil berteriak tentang ancaman imajiner. Dampaknya, stabilitas politik Prancis terguncang karena keputusan-keputusannya yang irasional.

4. Peter III dari Rusia: Kaisar Kekanak-kanakan yang Gila Perang-perangan

Peter III dibawa ke Rusia dari Jerman oleh bibinya, Permaisuri Elizabeth, dengan harapan menjadi penerus takhta. Namun, sejak awal, ia menunjukkan sikap kekanak-kanakan yang mengganggu. Ia lebih senang bermain boneka tentara di kamar tidur ketimbang menjalin hubungan dengan istrinya, Catherine.

Peter bahkan menjatuhkan “hukuman mati” kepada seekor tikus karena menggigit salah satu bonekanya. Ia merancang alat gantung mini dan mengeksekusi tikus itu dengan serius. Perilaku ini semakin memperkuat pandangan bahwa ia tidak layak memimpin. Tak lama kemudian, Catherine melancarkan kudeta dan merebut kekuasaan.

Berita Terkait

Frank Serpico: Polisi Berani yang Menumbangkan Korupsi di Jantung NYPD
Mengusik Oligarki, Jurnalis Abi Kusno Nachran Dibacok 17 Kali Hingga Ancaman dan Teror
Kisah Inspiratif Bilal ibn Rabah: Dari Budak menjadi Simbol Iman dan Kesetaraan
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:09 WITA

Bupati Rahmat Trianto Matangkan Calendar of Event 2026 untuk Dongkrak Ekonomi Tanah Laut

Selasa, 14 Juli 2026 - 18:51 WITA

Pemkab Tanah Laut Peringati Hari Koperasi ke-79, Perkuat Peran Koperasi sebagai Penggerak Ekonomi Rakyat

Selasa, 14 Juli 2026 - 18:18 WITA

Panen Raya Serentak di 11 Kecamatan, Bupati Tanah Laut Targetkan Produksi Padi Tembus 200 Ribu Ton

Selasa, 14 Juli 2026 - 18:11 WITA

Pemkab Tanah Laut Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla Jelang Musim Kemarau

Senin, 13 Juli 2026 - 18:24 WITA

Bupati Tanah Laut Buka Pelatihan Kepemimpinan Pengawas Angkatan V, Dorong ASN Profesional dan Berintegritas

Sabtu, 11 Juli 2026 - 18:55 WITA

Wakil Bupati Tanah Laut Hadiri Pelantikan IPNU-IPPNU, Dorong Lahirnya Pemimpin Muda

Rabu, 24 Juni 2026 - 04:21 WITA

Pemkab Tanah Laut Siapkan Panti Rehabilitasi Narkotika, BNN Kalsel Beri Apresiasi

Rabu, 24 Juni 2026 - 04:13 WITA

Wabup Tanah Laut Ikuti Peresmian Inpres Jalan Daerah, Infrastruktur Jadi Penggerak Transformasi Ekonomi Nasional

Berita Terbaru

Memperingati Milad MUI ke 51, pengurus MUI Kalimantan Selatan, berziarah ke makam-makam mantan ketua MUI Kalimantan Selatan.

Kalimantan Selatan

Memperingati Milad MUI ke 51, Berguru Menyusuri Tapak Sejarah Kalsel

Sabtu, 18 Jul 2026 - 21:36 WITA

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x