Frank Serpico: Polisi Berani yang Menumbangkan Korupsi di Jantung NYPD

- Penulis

Rabu, 9 Oktober 2024 - 16:06 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Frank Serpico

Frank Serpico

Tanah Bumbu – Frank Serpico, seorang polisi New York City, menjadi sosok ikonik setelah berani membongkar praktik korupsi yang merajalela di departemen kepolisian. Kisahnya menginspirasi banyak orang dan menjadi sorotan dunia.

Pada era 1960-an dan 1970-an, banyak polisi di NYPD terlibat dalam berbagai bentuk korupsi, mulai dari menerima suap, melindungi aktivitas kriminal, hingga terlibat dalam kejahatan itu sendiri. Serpico yang jujur dan berintegritas merasa teralienasi oleh sistem yang korup ini.

Serpico mencoba melaporkan tindakan korupsi yang ia saksikan kepada atasannya, namun upaya-upayanya selalu diabaikan bahkan dihalangi. Ia kemudian memutuskan untuk membawa masalah ini ke tingkat yang lebih tinggi, namun tetap menghadapi perlawanan yang kuat dari rekan-rekan sesama polisi yang terlibat dalam korupsi.

Baca Juga:  Kisah Inspiratif Bilal ibn Rabah: Dari Budak menjadi Simbol Iman dan Kesetaraan

Akibat keberaniannya, Serpico menjadi sasaran intimidasi, ancaman, dan bahkan percobaan pembunuhan. Ia dipaksa untuk bekerja secara menyamar dan hidup dalam ketakutan. Namun, Serpico tetap teguh pada pendiriannya dan terus berusaha membongkar kasus korupsi.

Kisah Serpico akhirnya terungkap ke publik melalui media massa dan menjadi sorotan dunia. Berkat keberaniannya, Komisi Knapp dibentuk untuk menyelidiki korupsi di NYPD. Hasil penyelidikan Komisi Knapp mengungkap skala korupsi yang sangat luas dan memaksa kepolisian New York untuk melakukan reformasi besar-besaran.

Kisah Serpico menjadi inspirasi bagi banyak orang yang berani melawan ketidakadilan. Ia dianggap sebagai simbol keberanian dan integritas. Film “Serpico” yang dibintangi Al Pacino juga mengabadikan kisahnya dan semakin memperkuat pengaruhnya terhadap masyarakat.

Berita Terkait

Tak Hanya Nero dan Caligula, Inilah Enam Raja dan Ratu yang Tak Kalah Gila
Mengusik Oligarki, Jurnalis Abi Kusno Nachran Dibacok 17 Kali Hingga Ancaman dan Teror
Kisah Inspiratif Bilal ibn Rabah: Dari Budak menjadi Simbol Iman dan Kesetaraan

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:37 WITA

Kamp Pendidikan Perdamaian Agama Digelar di Phnom Penh, Kamboja

Kamis, 23 April 2026 - 22:17 WITA

HWPL Menggelar Workshop Internasional Jurnalisme Perdamaian

Senin, 16 Maret 2026 - 20:04 WITA

Ke Mana Umat Manusia Harus Menuju?, Peringatan 10 Tahun Proklamasi DPCW

Senin, 9 Maret 2026 - 23:01 WITA

Di Tengah Krisis Global, Indonesia Online Media Forum 2026 Dorong Jurnalisme Berorientasi Kemanusiaan

Selasa, 3 Februari 2026 - 19:07 WITA

Koalisi Masyarakat Sipil Korea Selatan Peringatkan Bahaya Stigmatisasi Agama oleh Negara

Selasa, 3 Februari 2026 - 18:15 WITA

LPTNU Jajaki Kerja Sama Strategis Akademik dan Keagamaan dengan Pusat Kajian Imam Bukhari Uzbekistan

Sabtu, 31 Januari 2026 - 12:00 WITA

UNUKASE Buka Peluang Magang Internasional, Bersama Universitas Uzbekistan

Selasa, 2 Desember 2025 - 19:28 WITA

Pemuka Agama Serukan Kepemimpinan Etis dalam Forum Lintas Agama Filipina–Indonesia

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x