Banjar – Ratusan mahasiswa baru Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan (UNUKASE) resmi memulai langkah pertama mereka sebagai mahasiswa melalui Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun 2026.
Terlaksana selama dua hari, Minggu–Senin, 20–21 September 2026, kegiatan tersebut menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk mengenal kehidupan akademik, lingkungan kampus, hingga nilai-nilai yang menjadi pijakan dalam menjalani pendidikan di UNUKASE.
Pembukaan PKKMB berlangsung meriah di Aula Gedung Dakwah UNUKASE, Kabupaten Banjar. Ratusan mahasiswa baru tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang terancang sebagai proses awal adaptasi dari dunia pendidikan sebelumnya menuju kehidupan perguruan tinggi.
Rangkaian pembukaan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Ya Lal Wathon, dan Mars UNUKASE. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan doa bersama.
Jajaran pimpinan UNUKASE, mulai dari Rektor, Wakil Rektor, Dekan hingga Kepala Biro, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Para pimpinan memperkenalkan lingkungan, struktur, serta tata kelola perguruan tinggi kepada mahasiswa baru.
Rektor: PKKMB Bukan Sekadar Seremonial
Rektor UNUKASE, Dr. Ir. H. Abrani Sulaiman, M.Sc., menyambut mahasiswa baru dan mengingatkan bahwa perjalanan mereka di perguruan tinggi baru saja dimulai.
Ia meminta mahasiswa menjadikan masa perkuliahan sebagai bagian penting dalam mempersiapkan masa depan.
“Selamat datang mahasiswa baru. Perjalanan kalian baru dimulai, dan setiap langkah di sini merupakan investasi masa depan. Di UNUKASE, kalian akan dibentuk menjadi pribadi yang siap bersaing, berinovasi, dan berkontribusi nyata bagi masyarakat,” kata Abrani.
Menurut Abrani, PKKMB tidak boleh dipandang hanya sebagai kegiatan seremonial. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi pondasi awal pembentukan karakter mahasiswa sekaligus sarana untuk mengenalkan kehidupan akademik di perguruan tinggi.
“PKKMB ini menjadi pondasi pembentukan karakter mahasiswa UNUKASE yang unggul, berintegritas, serta siap bersaing di tingkat nasional maupun global,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya pelaksanaan PKKMB dalam suasana yang menyenangkan, edukatif, dan bebas dari kekerasan. Mahasiswa baru, kata Abrani, perlu memahami sistem akademik sekaligus menginternalisasi nilai-nilai Aswaja yang menjadi bagian penting dalam kehidupan kampus.
“PKKMB harus dilaksanakan dengan kegembiraan sebagai bagian dari proses adaptasi kehidupan mahasiswa di perguruan tinggi. Mahasiswa harus mengenal sistem akademik, membentuk karakter yang berilmu dan berintegritas tinggi, serta memahami dan mengamalkan nilai-nilai Aswaja, yakni tawasuth atau moderat, tawazun atau seimbang, i’tidal atau tegak lurus, dan tasamuh atau toleran,” ujarnya.
Tegas Tolak Perpeloncoan dan Bullying
Dalam kesempatan tersebut, Rektor UNUKASE juga memberikan penegasan mengenai pelaksanaan PKKMB yang harus terbebas dari praktik perpeloncoan, perundungan, maupun kekerasan.
“Tidak boleh ada perpeloncoan, bully, dan kekerasan dalam masa PKKMB. Semoga seluruh mahasiswa baru sukses menempuh pendidikan hingga menjadi sarjana dan insan pembangunan bangsa,” tegas Rektor.
Penegasan tersebut menjadi bagian dari komitmen UNUKASE untuk menciptakan lingkungan pendidikan tinggi yang aman, edukatif, dan mendukung perkembangan mahasiswa.
Mahasiswa Mendapat Bekal Beragam Pengetahuan
Selama dua hari, mahasiswa baru mendapatkan berbagai materi yang berkaitan dengan kehidupan perguruan tinggi. Materi tersebut meliputi kebijakan dan strategi pengembangan UNUKASE, pengenalan Unit Penunjang Akademik (UPA), serta kebijakan akademik dan keuangan. Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kalimantan Selatan, Dr. H. Zainal Ilmi, S.Ag., M.Pd.I. menyampaikan mengenai ke-NU-an kepada mahasiswa.
Sementara itu, Najmuel Muttaqin, S.Sos.I. dari Unit Penunjang Akademik (UPA) menyampaikan materi Aswaja. Tidak hanya mengenai kehidupan akademik dan keorganisasian, mahasiswa baru juga mendapatkan pengetahuan terkait isu kesehatan dan lingkungan. Erika Puspita, S.Tr.Gz., Dietisien dari UPTD Pelayanan Krisis dan Epidemi Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan menyampaikan materi mengenai dampak pembakaran hutan.
Pada hari kedua, mahasiswa baru juga mengenal berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Kehadiran UKM menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan minat, bakat, kreativitas, kepemimpinan, serta kemampuan berorganisasi di luar kegiatan akademik.
Awal Perjalanan Menjadi Mahasiswa UNUKASE
Melalui PKKMB 2026, UNUKASE menegaskan komitmennya untuk membangun lingkungan pendidikan tinggi yang akademis, Islami, berkarakter, dan berintegritas.
Bagi ratusan mahasiswa baru, PKKMB menjadi pintu masuk menuju perjalanan akademik yang lebih panjang. Tidak hanya mengenal ruang kelas dan sistem perkuliahan, mereka juga mulai diperkenalkan dengan budaya akademik, nilai-nilai ke-NU-an dan Aswaja, organisasi kemahasiswaan, serta tanggung jawab sebagai bagian dari civitas akademika UNUKASE.
PKKMB akan menjadi langkah awal bagi mahasiswa baru untuk beradaptasi, mengembangkan potensi diri, dan mempersiapkan diri menjadi lulusan yang memiliki kompetensi akademik sekaligus mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara.















