Batulicin – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) ke-2. Terkait ekspose laporan antara penyusunan dokumen Kajian Resiko Bencana (KRB) Kabupaten Tanbu Tahun 2025-2029, Rabu (6/11) di Mahligai Bersujud, Kecamatan Simpang Empat.
Kegiatan FGD dibuka oleh Kepala Pelaksana BPBD Tanbu, Sulhadi, yang diwakili oleh Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Christina Dewi Untari. Menurut Christina, FGD ini merupakan tindak lanjut dari hasil asistensi BPBD bersama Tim Ahli Dokumen KRB di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Melalui kegiatan ini, kami mengharapkan masukan dan saran dari para pemangku kepentingan untuk mengurangi potensi risiko bencana dalam lima tahun ke depan,” ujar Christina.
Ia menambahkan bahwa hasil dari FGD ini diharapkan mampu menyempurnakan dokumen KRB sehingga Kabupaten Tanah Bumbu dapat mengukur dan mempersiapkan langkah mitigasi terhadap potensi bencana yang ada.
FGD ini dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk pejabat BPBD Tanbu, perwakilan instansi pemerintahan, camat, Badan Pusat Statistik (BPS), Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kusan, Manggala Agni, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Kotabaru – Batulicin, dan Kementerian Agama Tanbu. Kehadiran berbagai instansi ini diharapkan dapat memperkaya perspektif dalam menyusun strategi pengurangan risiko bencana yang komprehensif bagi Tanah Bumbu.
Dengan adanya FGD kedua ini, Pemkab Tanah Bumbu semakin berkomitmen untuk menghasilkan dokumen KRB yang akurat dan berdaya guna, dalam rangka memastikan keamanan dan kesiapsiagaan wilayah terhadap ancaman bencana di masa depan.
sumber : mc.tanahbumbukab.go.id















