Pemanggilan Gus Muhaimin oleh KPK: Dugaan Politisasi Hukum?

- Penulis

Kamis, 7 September 2023 - 20:35 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koordinator Aliansi Suara Kebangkitan Rakyat untuk Kebenaran (ASKARA) Imam Subali

Koordinator Aliansi Suara Kebangkitan Rakyat untuk Kebenaran (ASKARA) Imam Subali

Jakarta – Pemanggilan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah ia mendeklarasikan diri sebagai calon wakil presiden bersama Anies Baswedan, menjadi fokus perhatian Aliansi Suara Kebangkitan Rakyat untuk Kebenaran (ASKARA) dengan dugaan motif politik.

Koordinator ASKARA, Imam Subali, menganggap pemanggilan KPK terhadap Gus Muhaimin terkait kasus 12 tahun lalu terasa aneh. Menurutnya, jika ada kaitan dengan kasus tersebut, mengapa baru dibuka kembali setelah ia mendeklarasikan diri sebagai bakal cawapres Anies Baswedan? Mengapa selama ia menjadi bacapres Prabowo Subianto tidak ada proses hukum yang sama? Menurut Imam Subali, pemanggilan ini menunjukkan indikasi kuat penyalahgunaan institusi negara untuk kepentingan politik kelompok tertentu. KPK seharusnya berfungsi sebagai lembaga anti rasuah yang independen dan profesional.

“Bahwa pemanggilan cak Imin oleh KPK setelah deklarasi capres – cawapres, indikasi kuat penyalahgunaan institusi negara untuk kepentingan politik kelompok tertentu, maka disini KPK menjadi alat politik bukan lagi menjadi Lembaga anti rasuah yang independent dan professional”, ungkapnya melalui pesan tertulis yang diterima pada Kamis (7/9/23).

Dia menekankan bahwa masyarakat akan kehilangan kepercayaan pada KPK jika penyalahgunaan seperti ini terus berlanjut. Hukum harus ditegakkan dengan adil dan tanpa pandang bulu.

“Karena apabila dibiarkan menjadi ancaman terhadap demokrasi dan menjadi portal penghalang terhadap setiap anak Bangsa yang ingin menggunakan haknya yang dijamin oleh undang-undang, dipilih dan memilih”, imbuhnya.

Baca Juga:  Polri Dirikan 2 Posko Evakuasi KRI Nanggala 402

Imam Subali menyatakan penolakan terhadap segala bentuk penyalahgunaan KPK untuk kepentingan politik. Jika penyalahgunaan ini tetap berlanjut, mereka bersedia melawan untuk menyelamatkan KPK dan cinta mereka kepada NKRI.

“KPK harusnya tidak tebang pilih, kalua mau periksa periksa semua bacapres yang sekarang ini sedang mendeklarasikan dirinya maju dalam Pilpres 2024, misal tindaklanjut korupsi E-KTP, Kasus Korupsi alat Alusista, kasus izin ekspor izin ekspor minyak sawit mentah (CPO), kasus suap alih fungsi hutan 2014, kasus Harun Masiku dan kasus-kasus lainnya”, tegasnya.

Dia juga mengingatkan KPK untuk tidak memilih-milih dalam menjalankan tugasnya. Semua calon presiden yang mendeklarasikan diri untuk Pilpres 2024 harus diperiksa dengan tindaklanjut yang sama, termasuk kasus-kasus seperti E-KTP, kasus korupsi alat Alusista, izin ekspor minyak sawit mentah (CPO), suap alih fungsi hutan 2014, kasus Harun Masiku, dan lainnya.

Imam Subali menegaskan perlunya KPK menciptakan suasana yang kondusif menjelang pesta demokrasi yang akan datang. Dia mengingatkan agar cara-cara seperti ini tidak diulang dan hukum tidak digunakan sebagai alat politik.

“jadi cara-cara yang seperti ini jangan dibiasakan dan harus kita lawan. Jangan jadikan hukum sebagai alat politik”, pungkasnya. (Red)

Berita Terkait

Perguruan Tinggi se-Kalimantan Berkumpul di IKN, UNUKASE Tekankan Kolaborasi dan SDM
Di Tengah Konflik Global, Indonesia Selenggarakan Doa Bersama Lintas Agama Demi Perdamaian
WARISAN NUKLIR DAN KRISIS IKLIM DI KEPULAUAN MARSHALL, KOALISI GLOBAL LINTAS BENUA BERSIDANG
Penguatan Daerah Jadi Fokus, APPMBGI Resmikan Kepengurusan Sejumlah Provinsi dan Kabupaten/Kota
Usai dari Balangan, Wakil Presiden Gibran Lanjutkan Peninjauan Banjir ke Kabupaten Banjar
Wakil Presiden Gibran Soroti Pemulihan Pendidikan Saat Meninjau Banjir Balangan
Tidak Hanya Soal Bansos, DPR Minta Program Pemulihan Peternak Dibuat Jangka Panjang
Di Hadapan PBNU, Rektor UNUKASE Beberkan Strategi Penguatan Pendidikan Tinggi NU

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:55 WITA

Hari Kesaktian Pancasila, Tanah Bumbu Gelar Tabligh Akbar dan Layanan Publik

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:49 WITA

Andi Rudi Latif Beri Penghargaan kepada Personel Polres Tanah Bumbu atas Kinerja P4GN

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:44 WITA

Bupati Andi Rudi Latif Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila dan Buka Gebyar Pajak Kendaraan Bermotor

Selasa, 29 September 2026 - 09:46 WITA

DPRD Tanah Bumbu Gelar Paripurna, Bupati Jawab Satu per Satu Pandangan Fraksi soal RAPBD Perubahan 2026

Senin, 28 September 2026 - 16:22 WITA

Bupati Andi Rudi Latif Dorong IKM Tanah Bumbu Naik Kelas Lewat AKSI KEMAS

Rabu, 23 September 2026 - 10:05 WITA

RDP DPRD Tanah Bumbu Bahas Polemik Desa Dadap Kusan Raya, Warga Minta Kades Diberhentikan

Sabtu, 19 September 2026 - 10:02 WITA

DPRD Tanah Bumbu Apresiasi Pengungkapan Narkotika Polres, Generasi Muda Jadi Sorotan

Rabu, 16 September 2026 - 01:37 WITA

Bupati Andi Rudi Latif Buka Pelatihan Operator Trintin 2026, Gratis!

Berita Terbaru

Upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla)

Banjar

Profesi Ners ULM Gelar “DESA TANGGAP KARHUTLA”

Jumat, 2 Okt 2026 - 14:27 WITA

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x