Profesi Ners ULM Gelar “DESA TANGGAP KARHUTLA”

- Penulis

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:27 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla)

Upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla)

Banjar – Upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Upaya tersebut melalui kegiatan promotif, preventif, dan pemberdayaan masyarakat. Salah satunya oleh Program Studi Pendidikan Profesi Ners Jurusan Keperawatan Universitas Lambung Mangkurat (ULM). Dengan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertema “Desa Tanggap Karhutla”.

Mereka bekerja sama dengan Pemerintah Desa Sungai Alang dan Sungai Landas, Kabupaten Banjar dan Puskesmas Karang Intan 2. Sebagai bentuk kolaborasi dalam meningkatkan perlindungan kesehatan masyarakat di tengah kondisi kabut asap.

Kegiatan “Desa Tanggap Karhutla” terrancang sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap. Terkhususnya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Rangkaian kegiatan meliputi pembentukan Pojok Filtrasi, pendidikan kesehatan mengenai ISPA dan cara pencegahannya. Selain itu, terdapat jugapemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan bahan herbal berupa seduhan jeruk nipis dan madu. Kedua bahan tersebut sebagai upaya sederhana untuk membantu meredakan keluhan batuk.

Salah satu kegiatan utama dalam program ini adalah pembentukan Pojok Filtrasi, yaitu ruang sederhana yang memanfaatkan tanaman sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih nyaman dan mendukung kualitas udara di lingkungan masyarakat.

Program ini mulai dari tanggal 13 September 2026 dan diresmikan pada 01 Oktober 2026. Kehadiran Pojok Filtrasi semoga dapat menjadi contoh sederhana bagi masyarakat mengenai pentingnya menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan sehat ketika terjadi paparan asap akibat karhutla. Tanaman yang ada di pojok filtrasi juga memiliki manfaat untuk menangkap asap agar tidak menyebar luas sehingga lingkungan sekitar pojok filtrasi menjadi lebih bersih.

Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut dengan pendidikan kesehatan mengenai Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Selain itu, terdapat juga langkah-langkah pencegahannya di tengah kondisi kabut asap pada 14 September 2026.

Materi berisi pendekatan sederhana dan mudah masyarakat pahami. Edukasi mencakup pengenalan ISPA, faktor risiko, tanda dan gejala yang perlu diperhatikan, dampak paparan asap terhadap kesehatan. Selain itu ada tindakan yang dapat masyarakat lakukan untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan.

Masyarakat juga mendapat pemahaman mengenai pentingnya mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk, menggunakan masker yang sesuai ketika berada di lingkungan berasap, menjaga asupan cairan, memperhatikan kondisi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta individu dengan penyakit pernapasan, dan segera mencari pelayanan kesehatan apabila muncul keluhan yang semakin berat.

Baca Juga:  Yudisium STIKes Intan Martapura, 79 Mahasiswa Resmi Menuntaskan Pendidikan

Selain pendekatan lingkungan dan edukasi kesehatan, kegiatan “Desa Tanggap Karhutla” juga menghadirkan unsur pemberdayaan masyarakat. Yaitu melalui pemanfaatan bahan yang ada di lingkungan sekitar, seperti jeruk nipis dan madu.

Masyarakat memperoleh edukasi dan praktik sederhana mengenai pembuatan seduhan jeruk nipis dan madu. Karena memiliki manfaat sebagai minuman pendamping untuk membantu memberikan rasa nyaman pada tenggorokan dan membantu meredakan keluhan batuk ringan.

Kegiatan ini sekaligus memperkenalkan potensi pemanfaatan sumber daya lokal yang sederhana dan mudah masyarakat dapatkan. Selain dapat meningkatkan nilai ekonomis apabila di pasarkan oleh masyarakat lebih lanjut.

Pelaksanaan kegiatan “Desa Tanggap Karhutla” turut mendapat dukungan melalui kolaborasi antara Program Studi Pendidikan Profesi Ners Jurusan Keperawatan ULM, Pemerintah Sungai Alang dan Sungai Landas, dan Puskesmas Karang Intan 2.

Kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat menghadapi dampak karhutla. Peran dosen dan mahasiswa Profesi Ners terarahkan pada pelaksanaan kegiatan promotif dan preventif, sementara pemerintah desa mendukung keterlibatan masyarakat dan keberlanjutan program di tingkat desa. Puskesmas turut berperan dalam penguatan informasi dan edukasi kesehatan kepada masyarakat.

Pendekatan kolaboratif ini semoga dapat memperkuat hubungan antara institusi pendidikan, fasilitas pelayanan kesehatan, pemerintah desa, dan masyarakat. Sehingga dapat menghadapi permasalahan kesehatan akibat kondisi lingkungan.

Melalui program “Desa Tanggap Karhutla”, Program Studi Profesi Ners ULM berupaya menghadirkan kegiatan pengabdian masyarakat yang tidak hanya berfokus pada penyampaian informasi, tetapi juga memberikan pengalaman langsung kepada masyarakat melalui intervensi lingkungan, pendidikan kesehatan, dan pemberdayaan berbasis sumber daya lokal.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi Program Studi Pendidikan Profesi Ners Jurusan Keperawatan Universitas Lambung Mangkurat dalam menjalankan peran keperawatan di masyarakat melalui pendekatan promotif, preventif, dan pemberdayaan masyarakat. Melalui semangat “Desa Tanggap Karhutla”, masyarakat diharapkan semakin siap melindungi kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan ketika menghadapi ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

Berita Terkait

Mahasiswa Keperawatan ULM Wujudkan Inovasi Ramah Lingkungan, Purifikasi Air Tambak dengan Biochar Carbon Cube Hasil Binaan Telkom Indonesia
Mahasiswa Profesi Ners ULM Angkatan 26 Gelar SALANG PEKA, Wujud Nyata Kolaborasi Lintas Sektor Dorong Desa Sungai Alang Bebas NAPZA
Mengubah Limbah Jadi Berkah, Pemenang Bumi Berseru Fest Telkom Indonesia Gelar Workshop Pembuatan Biochar di Desa Sungai Sipai
Mahasiswa Profesi Ners ULM Angkatan 26 Gelar LANDAS dan CEKATAN SEHAT, Dorong Masyarakat Desa Sungai Landas Atasi Hipertensi
PKKMB UNUKASE 2026, Rektor Tekankan Kampus Tanpa Bullying
LKMM 2026 STIKes Intan Martapura: 127 Mahasiswa Ditempa Jadi Pemimpin Muda yang SAKTI
PKKMB STIKes Intan Martapura 2026: SATU Langkah Membentuk Mahasiswa yang Tangguh dan Unggul
UNUKASE Berduka atas Wafatnya H. Rudy Ariffin, Tokoh yang Berjasa bagi Berdirinya Jejak Pendidikan NU di Kalimantan Selatan

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 23:52 WITA

‘Ngopi’ Bareng di Angsana, Bupati Tanah Bumbu Perkuat Persatuan dan Dorong UMKM

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:56 WITA

TP PKK Tanah Bumbu Terima Kunjungan Evaluasi, Fokus Tingkatkan Kualitas Program

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:50 WITA

Perkuat Pangan Bergizi, PKK Tujuh Desa di Kuranji Belajar Olah Ikan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:42 WITA

Lindungi Warga dari Kabut Asap Karhutla, Pemkab Tanah Bumbu Bagikan Masker

Kamis, 8 Oktober 2026 - 04:27 WITA

Sampah Dipantau Secara Digital, DLH Tanah Bumbu Luncurkan Aksi SIMPATI

Kamis, 8 Oktober 2026 - 03:37 WITA

Dinas Perikanan Tanah Bumbu menggelar Cooking Class di Satui, Tekankan Olahan Ikan Sehat Sekaligus Peluang Usaha

Selasa, 6 Oktober 2026 - 01:21 WITA

Tenun Pagatan Berbordir Didorong Makin Dikenal, Dekranasda Tanah Bumbu Siapkan Strategi Baru

Selasa, 6 Oktober 2026 - 01:13 WITA

Pemkab Tanah Bumbu Bekali Pelajar dengan Wawasan Kebangsaan dan Pendidikan Politik

Berita Terbaru

UNUKASE menorehkan prestasi melalui keberhasilan tim dosen dan mahasiswa yang lolos pendanaan Program Mahasiswa Berdampak Aksara Peduli

Banjarmasin

UNUKASE Berhasil Lolos Hibah Mahasiswa Berdampak 2026

Jumat, 9 Okt 2026 - 17:22 WITA

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x