Pelitanusantara.net – Mengantisipasi terjadinya krisis pangan tahun 2023, Dinas Ketahanan Pangan Pertanian Kabupeten Tanah Bumbu (DKPP Kab Tanbu) melakukan instruksi Presiden Jokowi yang telah memberikan perintah khusus kepada Menteri BUMN, Erick Thohir, untuk mengantisipasi dampak resesi yang ada.
Salah satu fokus kebijakan pemerintah pusat adalah melindungi petani yang terancam gagal panen di tahun 2022-2023, bisa tetap terserap maksimal oleh pasar.
Antisipasi krisis pangan tahun 2023 karena kondisi pasokan global masih belum stabil. Hasil Rapat Kabinet yang digelar Selasa (6/12) tahun lalu, menghasilkan sejumlah rumusan kebijakan penting untuk mengantisipasi resesi ekonomi.
Kepala DKPP Pemkab Tanah Bumbu, H Hairuddin memberikan informasi bahwa Dinas Ketahanan Pangan Pertanian Tanbu, mengupayakan untuk pengamanan stok beras di daerah, peningkatan produksi padi di daerah, penanaman varietas unggul dan juga penangkaran padi Inpari IR Nutri Zinc, Selasa (3/1/2023).
“Kami meminta kepada para pelaku usaha tani, dapat memaksimalkan pemanfaatan lahan pertaniannya,” ucapnya dalam kesempatan panen baru-baru ini.
Target tanam padi Pemkab Tanbu pada tahun 2022-2023 adalah, musim tanam Oktober-Maret seluas 11.715 hektar. Musim tanam April-September seluas 5.895 hektar. Total target luas tanam Kab.Tanbu seluas 17.610 hektar.
“Kepada Koordinator BPP, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), POPT, dan Mantri Tani, agar terus bisa mendampingi para petani secara maksimal, mari kita terus tingkatkan membangun pertanian di Bumi Bersujud ini, agar terus bertambah maju lagi. Semoga usaha tani yang dilakukan sukses selalu, sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani di Kabupaten Tanah Bumbu,” tutupnya. (Red/nf)















