Batulicin – Bupati Tanah Bumbu (Tanbu), Andi Rudi Latif (Bang Arul), menghadiri kegiatan Safari Dakwah dan Ziarah yang dipimpin oleh Guru Mulia Al Habib Musthofa bin Abdullah Alaydrus, Pimpinan Majelis Syamsi Syumus Indonesia, Senin (07/04).
Acara berlangsung khidmat di Kompleks Pemakaman Keluarga (Alm) H. Andi Arsyad, yang terletak di depan Mako Batalyon B Brimob, Jalan Kodeco Km 3,5 Desa Gunung Antasari. Ziarah dimulai sekitar pukul 13.45 Wita dan turut dihadiri oleh Wakil Bupati H. Bahsanuddin, para kepala SKPD beserta jajaran, anak-anak yatim piatu, serta tamu undangan lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Habib Musthofa memimpin pembacaan dzikir, Surah Al-Fatihah, Ayat Kursi, serta doa-doa untuk almarhum H. Andi Arsyad dan keluarga.
“Semoga ziarah hari ini membawa barokah dan doa kita tersampaikan,” ujarnya.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antara ulama, pemerintah daerah, dan masyarakat, tetapi juga menjadi momen untuk memperdalam keimanan dan memperkuat nilai-nilai spiritual.
Dalam tausiyahnya, Habib Musthofa menekankan pentingnya memahami makna ziarah kubur secara utuh, agar tidak terjadi kesalahpahaman. Ia menjelaskan bahwa ziarah merupakan anjuran Rasulullah SAW untuk mengingatkan umat akan kehidupan akhirat.
“Ziarah bukan sekadar mengirim doa, tetapi juga sebagai pengingat bahwa hidup ini fana dan hanya amal baik yang akan menemani kita di alam kubur,” kata Habib Musthofa, seraya mengutip sabda Rasulullah SAW: “Berziarahlah kalian ke kuburan, karena sesungguhnya hal itu dapat mengingatkan kalian pada kehidupan akhirat” (HR Ibnu Majah).
Beliau juga mengingatkan pentingnya berziarah ke makam orang tua sebagai bentuk penghormatan dan melanjutkan warisan doa yang diajarkan Nabi Muhammad SAW. Membaca Al-Qur’an di makam orang tua, menurutnya, adalah bentuk cinta dan bakti anak kepada orang tuanya yang telah wafat.
“Kita mengingat kematian untuk diri kita sendiri, sekaligus mendoakan mereka yang telah lebih dahulu berada di alam barzah. Hanya amal kita yang mampu menjawab pertanyaan para malaikat di dalam kubur,” ucapnya penuh hikmah.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama, di mana Habib Musthofa memimpin pembacaan doa: “Tuhanku, ampunilah dosaku dan (dosa) kedua orang tuaku,” yang diaminkan seluruh peserta.
Pemerintah Kabupaten Tanbu berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan sebagai bagian dari pembinaan spiritual masyarakat serta mempererat sinergi antara pemerintah dan tokoh agama dalam membangun daerah yang religius dan berakhlak.















