Pelitanusantara.net – Kab. Banjar, MENGABDI, BERBAKTI, MENGEMBANGKAN INOVASI PRODUK LALAAN (LAKAS MALAWAN GATALAN),
Tim Divisi Keperawatan Dasar Stikes Intan Martapura kembali melaksanakan pengabdian masyarakat terprogram dengan tema “Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pemanfaatan Minyak Lalaan Sebagai Terapi Pruritus di Desa Sungai Tuan Ilir Kec. Astambul Kab. Banjar Kalimantan Selatan pada Kamis, 1 September 2022. Kegiatan dihadari oleh para kader Desa dan beberapa masyarakat yang juga di dukung oleh Kepala Desa.
Kegiatan ini dilatar belakang karena adanya keterangan masyarakat tentang masalah gangguan rasa nyaman terkait gatal pada kulit yang sering atau pernah dialami oleh sebagian masyarakat di Desa yang pada pengabdian sebelumnya. Sehingga Tim Dosen Divisi Keperawatan Dasar Stikes Intan Martapura (Heryyanoor, S.Kep., Ns., M.Kep ; Diana Hardiyanti, S.Kep., Ns., M.Kep ; Melinda Restu Pertiwi, S.Kep., Ns., M.Kep), beberapa Mahasiswa bersama kader Desa kembali melaksanakan kegiatan yang bersifat keterampilan/ pembuatan langsung selain memberikan edukasi terkait manfaat minyak lalaan bagi kesehatan.

Minyak lalaan sendiri merupakan nama yang disepakati oleh pengabdi sebagai nama khas dengan singkatan “LAkas MaLAwan GatalAN” yang dibuat dari bahan kelapa virgin coconut oil (VCO) yaitu minyak kelapa murni yang dibuat dengan pemanasan minimal maupun tanpa pemanasan. Pada kegiatan yang dilaksanakan tersebut sebelumnya Divisi Keperawatan Dasar Stikes Intan Martapura membuat minyak Lalaan dengan proses tanpa pemanasan dan juga dengan pemanasan dengan membuat media video pembelajaran untuk bahan persentasi pada saat kegiatan dilaksanakan.
Pemanfaatan berbagai media belajar seperti modul pembelajaran dan media video edukasi disamping penyampaian dan praktek pengolahan secara langsung tentunya meningkatkan pemahaman dan keterampilan pengolahan minyak lalaan bagi kader Desa dan masyarakat secara nyata. Hal ini dibuktikan dengan keberhasilan para peserta kegiatan menjelaskan kembali manfaat serta tahapan cara mengolah minyak lalaan dan juga keberhasilan dalam mempraktekan pengolahan hingga pengemasan.

Bu Hj. Imar selaku peserta kegiatan menyampaikan bahwa “kegiatan ini sangat bermanfaat dan tentunya menjadi bahan pembelajaran yang bisa diolah dengan mudah untuk penanganan gatalan. Saya dan kami semua sangat senang karena selain diajarkan mengolah para pengabdi (Bapa/Ibu) juga memberikan gambaran bahwa olahan ini juga dapat dijadikan sumber wirausaha dengan memberikan label dan mendaftarkan ke pihak pihak terkait terkait paten dan sebagainya”. “Kami juga senang sekali telah diberikan pemahaman dan evaluasi pada kegiatan sebelumnya tentang malnutrisi dan pengukuran antropometri dengan dibekali modul pembelajaran dan video edukasi sebagai wujud nyata dalam upaya meningkatkan pemahaman dan keterampilan. InsyaAllah apa yang kami dapat akan kami sampaikan ke masyarakat Desa nantinya” ungkap bu Hj. Imar lanjutnya.
Sumber: Heryyanoor















