Martapura – Suasana berbeda tampak di Pondok Pesantren Salafiyah Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari, Kecamatan Martapura Timur, Jumat (26/6/2026). Puluhan remaja mengikuti rangkaian kegiatan edukasi kesehatan reproduksi yang terkemas secara menarik melalui E-Komik dan Edugame Interaktif dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat. Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menyelenggarakan kegitan tersebut.
Kegiatan ini mengusung tema “Penguatan Literasi Kesehatan Reproduksi melalui Media E-Komik dan Edugame untuk Meningkatkan Self-Efikasi Remaja terkait Pernikahan Dini di Wilayah Lahan Basah”. Andini Octaviana Putri mengetuai kegiatan ini bersama tim dosen dan mahasiswa FKIK ULM sebagai bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung upaya pencegahan pernikahan dini di kalangan remaja.
“Kami ingin menghadirkan edukasi yang tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga mampu membangun keberanian remaja untuk menentukan pilihan terbaik bagi masa depannya. Karena itu, media yang digunakan dibuat lebih dekat dengan keseharian mereka melalui komik digital dan permainan edukatif,” ungkap Andini.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari pihak Pondok Pesantren Salafiyah Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari serta Puskesmas Martapura Timur. Pimpinan pondok pesantren menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program yang dinilai sangat relevan dengan kebutuhan remaja saat ini. Senada dengan itu, Kepala Puskesmas Martapura Timur berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan kesehatan reproduksi remaja.
Kegiatan diawali dengan pengisian pretest untuk mengukur pengetahuan awal peserta mengenai kesehatan reproduksi, pernikahan dini, dan self-efficacy. Selanjutnya, peserta mengikuti penyuluhan bertajuk “Pencegahan Pernikahan Dini dan Perencanaan Kehidupan bagi Remaja” yang disampaikan oleh Febriyanti Noor Maya, A.Md.Keb. dari Puskesmas Martapura Timur. Dengan penyampaian yang komunikatif, peserta diajak memahami pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, mengenali dampak pernikahan dini, serta menyusun perencanaan masa depan sejak usia remaja.
Pada kegiatan berikutnya, suasana semakin hidup dalam pelaksanaan Edugame Interaktif. Melalui simulasi dan diskusi kasus, peserta belajar menghadapi berbagai tantangan remaja, seperti tekanan lingkungan dan ajakan menikah di usia muda, sekaligus melatih kemampuan mengambil keputusan yang tepat dan bertanggung jawab. Antusiasme peserta juga terlihat saat mengeksplorasi E-Komik Kesehatan Reproduksi yang menyajikan materi edukasi dengan ilustrasi menarik dan cerita yang dekat dengan kehidupan remaja. Sebagai evaluasi akhir, seluruh peserta mengisi posttest untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan self-efficacy setelah mengikuti rangkaian kegiatan.
Melalui program ini, tim pengabdian menargetkan terjadinya peningkatan literasi kesehatan reproduksi, penguatan self-efficacy remaja dalam menghadapi tekanan sosial terkait pernikahan dini, serta tumbuhnya kesadaran untuk merencanakan masa depan melalui pendidikan dan pengembangan potensi diri. Dengan memanfaatkan media digital yang inovatif seperti E-Komik dan Edugame, FKIK Universitas Lambung Mangkurat berharap edukasi kesehatan reproduksi dapat diterima dengan lebih efektif, menarik, dan berkelanjutan oleh generasi muda, khususnya di wilayah lahan basah.















