Banjar – Mahasiswa K3 Universitas Lambung Mangkurat (ULM) merintis komunitas Acil Peduli Selamat pada tahun sebelumnya, akhirnya resmi berdiri. Pengesahan berlangsung di Kantor Desa Lok Baintan Luar, Kabupaten Banjar pada Selasa (2/6/2026). Sehingga, Pengesahab pengesahan ini menandai babak baru keberadaan komunitas ini sebagai gerakan keselamatan kerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang terorganisir di lingkungan Pasar Terapung Lok Baintan.
Komunitas ini bermula dari inisiatif angkatan sebelumnya yang melihat perlunya wadah bagi para pedagang perempuan. Mereka yang sering terkenal dengan panggilan acil “acil” untuk saling mengingatkan soal keselamatan kerja di atas jukung. Kala itu Kala itu (Tahun 2025), komunitas sudah terbentuk namun masih berjalan secara umum dan belum memiliki pengukuhan resmi. Tahun ini, Mahasiswa Peminatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Angkatan 2023 melanjutkan tongkat estafet tersebut dengan memperkuat struktur komunitas dan membawa proses pengesahan hingga tuntas.

Sebelum hari pengesahan, tim mahasiswa turun langsung ke pasar terapung untuk mengamati keseharian para acil berdagang dan menggali kondisi kerja nyata yang mereka hadapi. Dari situ teridentifikasi berbagai risiko yang selama ini luput dari perhatian, mulai dari ancaman terpeleset di atas jukung yang basah, risiko jatuh ke sungai, hingga bahaya terjepit antar perahu saat pasar sedang ramai. Pemahaman mendalam atas kondisi lapangan inilah yang kemudian menjadi pijakan dalam mempersiapkan pengesahan komunitas secara lebih terarah dan kontekstual.
Lima anggota komunitas yang terpilih berdasarkan kesiapan dan komitmen mereka untuk menjadi teladan keselamatan kerja di lingkungan pasar terapung. Pada saat pengesahan, mereka juga mempraktikkan secara langsung penggunaan pelampung sebagai alat pelindung diri saat beraktivitas di sungai. Sebuah kebiasaan sederhana yang selama ini masih jarang diterapkan di kalangan pedagang pasar terapung. Ke depan, anggota komunitas mengharapkan agar mampu mengingatkan sesama pedagang dalam keseharian, bukan hanya saat ada kegiatan formal.
“Harapan kami, komunitas Acil Peduli Selamat yang kini telah resmi ini bisa terus aktif menjadi penggerak K3 dari dalam. Bukan hanya saat kami hadir, tetapi juga dalam obrolan sehari-hari di tepi sungai. Dengan begitu, budaya keselamatan kerja dapat tumbuh dan bertahan di lingkungan pasar terapung,” ungkap salah satu mahasiswa K3 ULM yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
Pengesahan komunitas ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah desa setempat. Perwakilan perangkat Desa Lok Baintan Luar, Bapak Atun, menyambut baik keberlanjutan program yang telah mulai sejak tahun lalu ini.
“Kami dari pihak desa sangat mendukung kegiatan ini. Program seperti ini penting agar para pedagang kita makin sadar akan keselamatan kerja mereka setiap hari di sungai,” katanya saat memberikan sambutan pada acara pengesahan.
Dengan resminya pengesahan Komunitas Acil Peduli Selamat, Pasar Terapung Lok Baintan kini memiliki penggerak keselamatan kerja dari dalam komunitasnya sendiri. Sebuah langkah kecil yang membawa dampak besar menjadikan pasar terapung yang terkenal sebagai ikon wisata Kalimantan Selatan. Sekaligus sebagai lingkungan kerja yang lebih aman dan sehat bagi para acil yang setiap hari menggantungkan hidupnya di atas sungai.















