Martapura – STIKES Intan Martapura menyelenggarakan Edutalk Mitigasi Risiko Banjir. Sebagai bentuk kepedulian terhadap upaya pengurangan risiko banjir dan peningkatan kesiapsiagaan, Program Studi Sarjana K3. Acara tersebut terlaksana pada Jumat (5/6/2026) di Aula 1 STIKES Intan Martapura. Selain itu, kegiatan ini merupakan rangkaian Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sekaligus memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia.
Berbagai pemangku kepentingan di Kabupaten Banjar, mulai dari perwakilan RT Tunggul Irang Ulu, Kelurahan Jawa beserta jajaran RT dan kader, PD Pasar Batuah, Puskesmas Martapura 1, PMI Kabupaten Banjar, pengelola TPS Antasari, Direktur Bank Sampah Sekumpul, dosen dan staf STIKES Intan Martapura, hingga organisasi mahasiswa turut menghadiri acara tersebut. Sehingga, kehadiran lintas sektor ini menegaskan pentingnya kolaborasi dalam menghadapi ancaman banjir.
Ketua Panitia, Hj. Rusdiana, S.Kep., Ns., M.Kep., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan sarana edukasi sekaligus wadah kolaborasi dalam mitigasi risiko bencana. Pada kesempatan tersebut, Ketua Program Studi Sarjana K3, Kusnindyah Praedevy Reviagana, SKM., M.Kes., juga memaparkan Pedoman Mitigasi Risiko, Pedoman K3L, dan Pedoman PPKPT yang dimiliki STIKES Intan Martapura sebagai langkah strategis memperkuat kesiapsiagaan institusi.

Kegiatan menghadirkan dua narasumber utama. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Drs. Wasis Nugraha, S.IP., membawakan materi “Mitigasi Risiko Banjir dan Kesiapsiagaan Masyarakat dalam Menghadapi Bencana”. Ia menekankan pentingnya peran seluruh elemen masyarakat dalam mengurangi risiko banjir melalui edukasi berkelanjutan.
“BPBD siap berkolaborasi dengan STIKES Intan Martapura dalam pelibatan mahasiswa, terutama sebagai Agent of Change dalam mitigasi bencana banjir,” ungkapnya.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Dr. H. Noripansyah, S.Si.T., M.KM., C.M.MED., menyampaikan materi “Pencegahan Penyakit dan Penanganan Kesehatan Pasca Banjir”. Ia menjelaskan berbagai risiko penyakit yang muncul setelah banjir. Selain itu, terdapat langkah pencegahan melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Dengan melibatkan masyarakat dan mahasiswa sebagai motor penggerak.
Mengamini awal langkah baik dalam sambutannya, Ketua STIKES Intan Martapura Ibu Hj. Zubaidah, SST., S.Kep., MPH menyampaikan komitmen institusi untuk terus mendukung berbagai program lintas sektor dalam upaya pengurangan risiko bencana dan peningkatan kesehatan masyarakat.
“Stikes Intan siap mendukung BPBD dan Dinas Kesehatan, terutama dalam bidang pengelolaan sampah salah satunya dengan Program SASAPU (Stasiun Sampah Punya HIMA ARS) sebagai salah satu upaya menjaga lingkungan serta mengurangi dampak yang dapat memperparah risiko banjir, dan akan mengembangkan lagi dengan program lainnya” tutur Ibu Hj. Zubaidah, SST., S.Kep., MPH.
Oleh karena itu, melalui kegiatan Edutalk Mitigasi Bencana Banjir ini beserta dengan Penandatanganan Kerjasama antara Stikes Intan dengan Dinkes Kabupaten Banjar. Selain itu, Stikes Intan Martapura menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai mitigasi Risiko banjir, membangun kesiapsiagaan bersama, serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai stakeholder dalam upaya menciptakan masyarakat yang tangguh terhadap bencana dan lebih peduli terhadap kesehatan lingkungan.















