Jakarta – Forum Kewirausahaan Pemuda (FKP) sukses menggelar Musyawarah Nasional (Munas) ke-5 serta Seminar Nasional di Hotel Habitare Rasuna, Jakarta, Sabtu (8/1). Acara ini menjadi momentum penting dalam mendorong semangat kewirausahaan di kalangan pemuda, khususnya dalam pengembangan potensi desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi.
Munas ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, di antaranya Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora Raden Isnanta, Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Wamendes) Ahmad Riza Patria, Wakil Ketua Kadin Indonesia Teguh Anantawikrama, serta Founder FKP Syamsul Qomar. Selain itu, seluruh utusan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) FKP dari berbagai provinsi di Indonesia turut hadir, menambah semarak jalannya acara.
Ketua Umum FKP periode 2021-2024, Mikail Rakhimi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap kehadiran para tamu undangan. Ia menegaskan bahwa FKP terus berkomitmen untuk menjadi wadah yang mampu mengembangkan potensi pemuda dalam dunia usaha.
“Kami berterima kasih atas dukungan yang diberikan dan berharap FKP dapat berkembang lebih luas lagi untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama dalam pemberdayaan ekonomi berbasis desa,” ujarnya.
Salah satu fokus utama dalam Munas kali ini adalah bagaimana pemuda dapat berperan aktif dalam menggerakkan ekonomi desa melalui wirausaha. Dalam kesempatan tersebut, Wamendes Ahmad Riza Patria menekankan bahwa desa memiliki potensi besar yang dapat dikelola secara kreatif oleh para pemuda. Menurutnya, peran generasi muda sangat krusial dalam menciptakan ekosistem bisnis yang berkelanjutan di daerah.
“Saat ini, kita harus mengubah pola pikir bahwa pembangunan ekonomi tidak hanya berpusat di kota. Justru desa memiliki banyak peluang yang bisa digarap, baik di sektor pertanian, pariwisata, maupun industri kreatif. Pemuda harus berani mengambil peran dan menjadi penggerak utama dalam membangun usaha di desa,” kata Ahmad Riza Patria.
Ia juga menyoroti pentingnya inovasi dalam memanfaatkan sumber daya lokal. Salah satu program yang didorong adalah keterlibatan pemuda dalam program makan bergizi gratis. Dalam program ini, pemuda dapat mengoptimalkan hasil pertanian dan peternakan desa sebagai bahan baku, yang tidak hanya membantu meningkatkan perekonomian lokal tetapi juga berkontribusi pada pemenuhan gizi masyarakat.
Tak hanya itu, Ahmad Riza Patria mengajak berbagai pihak, termasuk tokoh-tokoh FKP dan media massa, untuk berperan lebih aktif dalam membangun desa binaan. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan komunitas pemuda sangat diperlukan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi di pedesaan.
“Kolaborasi lintas sektor sangat penting untuk memajukan desa, terutama mengingat keterbatasan anggaran yang dimiliki oleh pemerintah. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, pembangunan desa akan lebih cepat terealisasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tambahnya.
Munas FKP ke-5 ini menjadi wadah strategis bagi pemuda untuk berdiskusi dan merumuskan langkah-langkah nyata dalam mendorong kewirausahaan berbasis desa. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, diharapkan pemuda Indonesia dapat menjadi motor penggerak yang mampu membawa perubahan positif bagi ekonomi nasional, dimulai dari akar rumput, yaitu desa.















