Waspada! BMKG Prediksi Hujan Ekstrem hingga Pertengahan Ramadhan

- Penulis

Minggu, 9 Maret 2025 - 11:42 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi cuaca ekstrem.

Foto ilustrasi cuaca ekstrem.

Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih akan berlangsung hingga pertengahan bulan Ramadhan 2025. Hujan dengan intensitas lebat hingga ekstrem yang telah menyebabkan bencana hidrometeorologi di berbagai wilayah diperkirakan masih berlanjut.

Selama pekan pertama Ramadhan, hujan ekstrem tercatat di berbagai daerah. Berdasarkan data BMKG, antara 1 hingga 6 Maret 2025, curah hujan tertinggi terukur di AWS Cibeureum, Bogor, Jawa Barat, sebesar 167,6 mm/hari pada 2 Maret 2025. Sementara itu, di Katulampa, Jawa Barat, curah hujan mencapai 232,0 mm/hari pada 3 Maret 2025.

“Selain wilayah Jabodetabek, hujan lebat hingga sangat lebat juga terjadi di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Banten, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Papua Selatan,” tulis BMKG dalam keterangannya, Minggu (9/3).

BMKG menjelaskan bahwa cuaca ekstrem yang masih berlangsung dipengaruhi oleh kombinasi berbagai faktor dinamika atmosfer. Gelombang atmosfer Kelvin dan Low Frequency yang aktif dalam sepekan terakhir meningkatkan aktivitas konvektif di wilayah Indonesia.

Selain itu, keberadaan Bibit Siklon Tropis 98S di Samudra Hindia barat daya Bengkulu serta sirkulasi siklonik di Samudra Hindia barat Sumatera Utara turut berpengaruh pada pola angin di Sumatera bagian selatan. Dampak tidak langsung dari fenomena ini berpotensi meningkatkan curah hujan di Lampung dan Bengkulu.

Baca Juga:  Polda Banten Kembali Ungkap Kasus Pemalsuan Akta Jual Beli Tanah

Kondisi labilitas atmosfer yang kuat juga mendukung pembentukan awan hujan, sehingga hujan dengan intensitas tinggi masih berpotensi terjadi di berbagai wilayah Indonesia dalam beberapa hari ke depan.

Mengingat masih tingginya potensi cuaca ekstrem selama bulan Ramadhan, BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Masyarakat diimbau untuk selalu memperbarui informasi cuaca, menjaga kondisi lingkungan, serta melakukan persiapan yang baik agar ibadah di bulan Ramadhan dapat berjalan dengan lancar dan aman,” kata BMKG.

BMKG memperkirakan wilayah Indonesia akan didominasi cuaca berawan hingga hujan ringan, dengan potensi hujan sedang hingga ekstrem di beberapa daerah yang disertai kilat, petir, dan angin kencang.

Hujan Sedang – Lebat Diperkirakan Terjadi di:

  • Sumatera Utara, Riau, Jambi, Kep. Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, dan Papua Selatan.

Hujan Lebat – Sangat Lebat Diperkirakan Terjadi di:

  • Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jawa Tengah, Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Papua.

Dengan adanya peringatan dini ini, masyarakat diharapkan tetap waspada dan mengikuti informasi terkini dari BMKG guna mengantisipasi dampak cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.

Berita Terkait

Perguruan Tinggi se-Kalimantan Berkumpul di IKN, UNUKASE Tekankan Kolaborasi dan SDM
Di Tengah Konflik Global, Indonesia Selenggarakan Doa Bersama Lintas Agama Demi Perdamaian
WARISAN NUKLIR DAN KRISIS IKLIM DI KEPULAUAN MARSHALL, KOALISI GLOBAL LINTAS BENUA BERSIDANG
Penguatan Daerah Jadi Fokus, APPMBGI Resmikan Kepengurusan Sejumlah Provinsi dan Kabupaten/Kota
Usai dari Balangan, Wakil Presiden Gibran Lanjutkan Peninjauan Banjir ke Kabupaten Banjar
Wakil Presiden Gibran Soroti Pemulihan Pendidikan Saat Meninjau Banjir Balangan
Tidak Hanya Soal Bansos, DPR Minta Program Pemulihan Peternak Dibuat Jangka Panjang
Di Hadapan PBNU, Rektor UNUKASE Beberkan Strategi Penguatan Pendidikan Tinggi NU

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 07:15 WITA

Mahasiswa Keperawatan ULM Wujudkan Inovasi Ramah Lingkungan, Purifikasi Air Tambak dengan Biochar Carbon Cube Hasil Binaan Telkom Indonesia

Rabu, 23 September 2026 - 01:20 WITA

Mengubah Limbah Jadi Berkah, Pemenang Bumi Berseru Fest Telkom Indonesia Gelar Workshop Pembuatan Biochar di Desa Sungai Sipai

Selasa, 22 September 2026 - 21:22 WITA

Mahasiswa Profesi Ners ULM Angkatan 26 Gelar LANDAS dan CEKATAN SEHAT, Dorong Masyarakat Desa Sungai Landas Atasi Hipertensi

Minggu, 20 September 2026 - 23:49 WITA

PKKMB UNUKASE 2026, Rektor Tekankan Kampus Tanpa Bullying

Sabtu, 19 September 2026 - 18:05 WITA

LKMM 2026 STIKes Intan Martapura: 127 Mahasiswa Ditempa Jadi Pemimpin Muda yang SAKTI

Rabu, 9 September 2026 - 17:34 WITA

PKKMB STIKes Intan Martapura 2026: SATU Langkah Membentuk Mahasiswa yang Tangguh dan Unggul

Senin, 7 September 2026 - 15:50 WITA

UNUKASE Berduka atas Wafatnya H. Rudy Ariffin, Tokoh yang Berjasa bagi Berdirinya Jejak Pendidikan NU di Kalimantan Selatan

Sabtu, 5 September 2026 - 19:10 WITA

PMI Kabupaten Banjar Distribusikan 2.500 Masker Gratis

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x