Tanah Laut – Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Tanah Laut meminta para kader Duta GenRe dan PIK-R di seluruh sekolah, untuk aktif memantau serta melaporkan indikasi pernikahan dini di lingkungan pergaulan mereka, Selasa (04/08/2026).
Langkah protektif ini ditegaskan oleh Pemerintah Kabupaten Tanah Laut, sebagai strategi mendasar untuk memutus rantai kemiskinan baru dan mencegah melonjaknya kasus anak stunting di daerah.
Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Tanah Laut, Maria Ulfah, menyampaikan Duta GenRe dan pengurus PIK-R memegang peranan penting sebagai konselor sebaya.
Kehadiran mereka diharapkan tidak sekadar menjadi seremonial belaka, melainkan mampu memberikan dampak konkret bagi pencegahan pernikahan anak bawah umur.
”Bu, ini ada anak-anak yang ini teman ulun (saya), ini ada yang mau nikah dini nih. Tolong dong datang ke sekolah kami untuk memberikan edukasi,” kata Maria Ulfah menirukan contoh laporan yang diharapkan dari para kader GenRe.
Maria Ulfah menjelaskan, edukasi pencegahan tidak hanya ditujukan kepada para siswa, tetapi juga menyasar kalangan orang tua.
Pernikahan dini berisiko tinggi memicu kemiskinan baru karena ketidaksiapan mental, fisik, dan ekonomi dari para pasangan muda.
Selain masalah ekonomi, ketidaksiapan fisik dan kesehatan reproduksi pada pasangan yang menikah di bawah umur, juga berpotensi besar melahirkan generasi yang mengalami masalah gizi buruk.
”Nah, terus kemudian akibat dari pernikahan anak ini tadi, dari kesehatan remaja yang belum siap, kesehatan si calon pengantin tadi belum siap, itu juga berpotensi akan berakibat pada lahirnya generasi stunting, generasi yang wasting, gizi buruk serta berpotensi meningkatnya angka kemiskinan baru. Ini menjadi PR kita bersama,” jelas Maria Ulfah.
Menanggapi hal tersebut, tokoh muda GenRe Tanah Laut, Sukma Jaya, turut mengingatkan para remaja yang hadir untuk terus memegang teguh komitmen edukasi Triad KRR.
”Tentunya visi-misi dari PIK-R adalah untuk menghindari 3 poin itu, agar tidak menikah dini, agar tidak yang namanya seks pra nikah, atau yang pada akhirnya dua hal tersebut bisa menyebabkan yang namanya HIV/AIDS tentunya,” ujar Sukma Jaya.















