Rektor UNUKASE Tekankan Prinsip Advokasi di LAKUT IPNU Kalsel

- Penulis

Minggu, 20 April 2025 - 11:49 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lakut PW IPNU Kalsel di Banjarmasin,Sabtu (19/4).

Lakut PW IPNU Kalsel di Banjarmasin,Sabtu (19/4).

MartapuraRektor Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan (UNUKASE), Dr. Ir. H. Abrani Sulaiman, M.Sc., hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Latihan Kader Utama (LAKUT) yang digelar Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kalimantan Selatan. Kegiatan ini mengusung tema “Advokasi dan Kebijakan Publik” dan dilaksanakan di Aula Asrama Haji Banjarmasin, Kota Banjarbaru, pada Sabtu (19/04/2025).

Dalam pemaparannya, Dr. Abrani menjelaskan bahwa hakikat advokasi adalah pembelaan terhadap hak dan kepentingan publik, bukan kepentingan pribadi.

“Yang diperjuangkan dalam advokasi adalah hak dan kepentingan kelompok masyarakat. Tujuannya adalah mendorong terwujudnya perubahan atas kondisi yang belum ideal,” ujarnya.

Menanggapi pertanyaan salah satu peserta, A. Nashihul Anwar, terkait kelemahan dalam praktik advokasi, Dr. Abrani menekankan pentingnya memegang lima prinsip dasar advokasi.

“Kelemahan advokasi muncul ketika prinsip-prinsipnya diabaikan. Prinsip tersebut mencakup: realistis, sistematis, taktis, strategis, dan berani. Tanpa prinsip ini, advokasi tidak akan maksimal,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dr. Abrani juga menjelaskan tiga tipe advokasi yang perlu dipahami oleh para peserta, yakni :

  • Advokasi kasus (Case Advocacy): Bantuan kepada individu untuk mendapatkan hak atas layanan sosial.
  • Advokasi kelas (Class Advocacy): Advokasi untuk kelompok masyarakat dengan permasalahan yang serupa.
  • Advokasi legislatif (Legislative Advocacy): Keterlibatan dalam proses pembentukan atau perubahan kebijakan dan perundang-undangan.
Baca Juga:  Semarak Jalan Sehat Warnai Dies Natalis ke-6 STIKES Intan Martapura

“Memahami perbedaan ketiganya sangat penting agar tidak salah langkah dalam menangani isu advokasi,” tambahnya.

Dr. Abrani juga menekankan bahwa advokasi harus berpihak kepada masyarakat miskin dan kelompok marginal. Ia menyebut, advokasi berperan sebagai instrumen perubahan sosial yang membuka jalan bagi masyarakat tertindas untuk menentukan arah hidupnya berdasarkan pengalaman dan pengetahuan mereka.

“Inti dari advokasi adalah memastikan pihak yang diadvokasi mendapatkan hak-haknya serta keadilan dari sistem yang ada. Namun, tetap harus berdasarkan prinsip, tidak bisa asal mencurigai atau bersikap ngawur,” tutup Dr. Abrani.

Kegiatan LAKUT IPNU Kalsel ini sendiri berlangsung selama empat hari, Kamis hingga Ahad (17–20 April 2025), dan diikuti oleh 30 peserta terpilih dari 70 pendaftar.

Ketua PW IPNU Kalimantan Selatan, Ahmad Syarif Hidayat, menegaskan bahwa LAKUT bukan hanya kegiatan rutin, melainkan momen strategis untuk membentuk kader yang berwawasan, berintegritas, dan siap mengabdi.

“Lakut adalah wadah pembentukan karakter, ideologi, serta kapasitas kepemimpinan pelajar NU. Di sini kader ditempa secara intelektual, spiritual, dan sosial agar menjadi generasi muda yang militan dan responsif menyongsong Indonesia Emas 2045,” tandasnya. (Humas UNUKASE/MPD)

Berita Terkait

STIKES Intan Martapura Dorong Sinergi Mitigasi Banjir Dalam Rangkaian Bulan K3 & Hari Lingkungan Hidup
Bekali Mahasiswa Hadapi Dunia Kerja Modern, Disnaker Banjar Gelar Sosialisasi Bursa Kerja di STIKES Intan Martapura
Muhammad Sulthon Firdaus dan Ghea Alisya Putri Terpilih Jadi Duta Kampus STIKES Intan Martapura 2026/2027
Ghea Putri Alisya dan Muhammad Rayhan Resmi Dinobatkan Sebagai Duta Prodi D3 Keperawatan STIKes Intan Martapura 2026.
Hima ARS Stikes Intan Martapura Gelar Grand Final Duta Program Studi Sarjana Administrasi Rumah Sakit
Galang Dana untuk Korban Kebakaran Pekauman, Mahasiswa STIKES Intan Martapura Turun ke Jalan
Ramadan Penuh Kepedulian, Mahasiswa ARS STIKES Intan Martapura Bagikan Takjil kepada Masyarakat
Rayakan Hari PMR, PMI Kabupaten Banjar dan Forum PMR Bagikan 1.000 Takjil

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 09:55 WITA

Warga Komplek Pelita 2 Kuranji Tolak Rencana Pembangunan Alkah Baru (Pemakaman Baru)

Senin, 11 Mei 2026 - 03:43 WITA

FKP Kalsel Deklarasikan UMKM Pemuda Banua, Dorong Wirausaha Muda Lebih Maju dan Berdaya Saing

Rabu, 8 April 2026 - 09:59 WITA

Rektor UNUKASE Menyoroti Kolaborasi Penguatan SDM dan Investasi Daerah Pada Musrenbang RKPD 2027

Senin, 12 Januari 2026 - 19:36 WITA

Presiden Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat Nasional, Kunjungan Perdana ke Kalimantan Selatan

Kamis, 20 November 2025 - 19:08 WITA

UNUKASE Kirim 12 Mahasiswa dalam Pendidikan Dasar Komando Menwa Suryanata 2025

Kamis, 6 November 2025 - 20:01 WITA

Tokoh Muda Kalsel Maulana Nur Dorong Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional untuk Jenderal Soeharto

Kamis, 30 Oktober 2025 - 08:36 WITA

Kalsel Raih Peringkat Pertama Nasional dalam Ketahanan Pangan, Pemprov Tegaskan Komitmen Hadapi Tantangan Global

Jumat, 10 Oktober 2025 - 10:25 WITA

UNUKASE Mengapresiasi Usaha Mahasiswa di Ajang MTQMN 2025

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x