Banjar – PMI Kabupaten Banjar merespons musibah banjir yang melanda wilayah tersebut pada awal 2026 dengan membentuk Satuan Penanggulangan Bencana (SATGANA) khusus. Tim ini menjalankan rencana operasi tanggap darurat yang diintensifkan selama tujuh hari ke depan.
PMI memastikan seluruh kebutuhan dasar para penyintas tetap terpenuhi selama masa siaga. Data Pusdalops BPBD Kabupaten Banjar per 10 Januari 2026 mencatat sebanyak 42.082 jiwa terdampak banjir. Banjir juga merendam 13.732 rumah dan memaksa 23.133 jiwa mengungsi ke berbagai posko.
Selain itu, bencana tersebut turut merendam sedikitnya 926 fasilitas sekolah di Kalimantan Selatan. PMI memusatkan salah satu layanan di posko pengungsian Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar.
Di lokasi ini, mereka memberikan pelayanan kesehatan kepada 175 jiwa dari 61 Kepala Keluarga. Kepala Markas PMI Kabupaten Banjar menegaskan kesiapsiagaan penuh seluruh personel agar distribusi bantuan berjalan tanpa hambatan.
“Kami telah menyusun rencana operasi selama 7 hari ke depan dengan prioritas pada pelayanan kesehatan dan distribusi logistik. Selain bantuan untuk keluarga, kami juga menyalurkan cleaning kit ke sekolah-sekolah dan tempat ibadah agar fasilitas publik tersebut bisa segera dibersihkan saat air surut,” ujar Nova, Kepala Markas PMI Kabupaten Banjar.
PMI tidak hanya memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga memberi perhatian khusus pada kesehatan mental penyintas melalui Psychosocial Support Program (PSP).

Intan, relawan PMI di bidang PSP, menjelaskan pentingnya pendekatan emosional dalam penanganan korban banjir. Pendekatan tersebut membantu mencegah trauma berkepanjangan, khususnya pada anak-anak.
“Tujuan utama kami adalah mengembalikan senyum mereka. Di tengah kondisi sulit ini, anak-anak adalah kelompok yang paling rentan merasa cemas. Kami mengajak mereka bermain dan bercerita agar memori buruk tentang banjir bisa teralihkan dengan aktivitas yang positif dan menyenangkan,” jelas Intan, Relawan PSP PMI Kabupaten Banjar.
Kegembiraan terlihat jelas di wajah para peserta Psychosocial Support Program (PSP). Para relawan menghadirkan keceriaan di tengah aula pengungsian, khususnya bagi anak-anak yang harus meninggalkan rumah mereka.
Saat ini, posko pengungsian masih membutuhkan perlengkapan bayi seperti popok dan susu. Mereka juga memerlukan dukungan berupa pakaian layak pakai serta bahan makanan pokok.
Masyarakat dapat menyalurkan bantuan dengan mendatangi Markas PMI Kabupaten Banjar atau menghubungi nomor resmi (0511) 6750142 dan 0822-9979-1332.
Selain itu, pihak terkait mengimbau masyarakat tetap waspada karena status tanggap darurat di Kabupaten Banjar berlaku hingga 18 Januari 2026.















