Banjarmasin – Pada Sabtu (14/10), telah diselenggarakan acara bertajuk META-ARS “Mengetahui tentang Arsitektur” dalam rangka perayaan Dies Natalis ke-9 Prodi Arsitektur Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan. Acara ini berlangsung di area lobby gedung perkuliahan yang dipenuhi dengan karya arsitek Banua dan stan dari sponsor SUN POWER CERAMICS, KAGAS STUDIO, serta stan dari prodi Arsitektur, Teknik Sipil, dan Perencanaan Wilayah dan Kota.
Acara dimulai dengan lomba sketsa masjid As-Syuada yang diikuti oleh siswa/i dari SMKN 1 Gambut, SMAN 1 Gambut, SMKN 2 Banjarmasin, MA Plus Zam-Zam Djailani, mahasiswa/i prodi Arsitektur ULM, dan komunitas Sketsa Banjar. Para juri lomba sketsa meliputi Ar. M. Ibnu Sa’ud, IAI, Ar. Fachriady Ismal, IAI, dan Nahla Rusiani, IAI, yang merupakan dosen dari prodi Arsitektur ULM.
Selama acara pembukaan, sambutan diberikan oleh kaprodi, ketua panitia pelaksana, dan ketua Ikatan Arsitek Indonesia Kalimantan Selatan. Tampaknya, undangan dari asosiasi INTAKINDO dan INKINDO juga turut hadir, yang telah menjalin MoU dengan Fakultas Teknik dan Perencanaan. Acara ini dimulai dengan pemotongan tumpeng oleh Wakil Rektor III Unukase, Bapak Abdul Khair, disertai pembacaan doa.
Selama sambutan dari Ketua Pelaksana META-ARS, Ar. Ade Surya Jaya Noor, IAI, diketahui bahwa META-ARS aktif dalam mengunjungi sekolah-sekolah dan berkomunikasi langsung dengan wakasek dan humas. Beberapa sekolah juga tertarik untuk menjalin MoU. Tujuan META-ARS adalah untuk memasyarakatkan prodi Arsitektur Unukase dan mengenalkan profesi arsitek.
Acara inti META-ARS adalah Talk Show “ngobrol bareng arsitek Banua: Peran Arsitek di Masyarakat.” Pemaparan dilakukan oleh Narasumber dari Ketua Ikatan Arsitek Indonesia Kalimantan Selatan, Ar. Deddy Iskandar Ma’ruf, IAI, AA, dan perwakilan praktisi Ar. Muhammad Anshari, S.T., M.T., IAI dari CV. Dharma Cipta Pratama. Acara dimoderatori oleh Sekretaris Prodi Arsitektur, Ar. Ade Surya Jaya Noor, S.T., M.T., IAI.
Ketua IAI Kalsel mengungkapkan bahwa setelah diberlakukannya UU No. 16 tahun 2017 tentang Arsitek, profesi Arsitek kini mendapat perlindungan hukum, tetapi perjalanan menjadi seorang arsitek tetap memerlukan proses panjang, termasuk pendidikan sarjana arsitek, magang selama 2 tahun atau sekolah profesi arsitek, dan berbagai ujian lainnya.
Kegiatan diakhiri dengan pengumuman pemenang lomba sketsa kategori pelajar, mahasiswa, dan apresiasi. Dekan Fakultas Teknik dan Perencanaan Unukase, Farah Hafizha, ST., MT., IAI, berharap bahwa acara ini semestinya diselenggarakan oleh mahasiswa, tetapi mereka sebagai dosen memberikan contoh sederhana untuk menjadi pedoman bagi acara META-ARS tahun-tahun mendatang, dengan harapan agar menjadi lebih baik dari acara hari ini dan dari tahun 2021 yang lalu.















