HWPL dan IPYG Latih Pemimpin Muda Perdamaian Melalui Dialog Lintas Agama

- Penulis

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:36 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HPWL dan IPYG menyelenggarakan Youth Interfaith Dialogue Training secara daring pada Sabtu 04/07/2026. Untuk latih pemimpin muda perdamaian

HPWL dan IPYG menyelenggarakan Youth Interfaith Dialogue Training secara daring pada Sabtu 04/07/2026. Untuk latih pemimpin muda perdamaian

Jakarta – Heavenly Culture, World Peace, Restoration of Light (HWPL), organisasi perdamaian internasional yang berkomitmen mewujudkan perdamaian dunia melalui pendidikan, dialog, dan kerja sama, bersama International Peace Youth Group (IPYG), organisasi kepemudaan global yang berfokus pada pemberdayaan generasi muda sebagai agen perdamaian, menyelenggarakan Youth Interfaith Dialogue Training secara daring pada Sabtu 04/07/2026.

Pelatihan ini merupakan tahapan lanjutan dari Youth Empowerment Peace Class (YEPC) yang memberikan kesempatan kepada peserta terpilih untuk mempraktikkan dialog lintas agama sebagai bagian dari pengembangan kepemimpinan perdamaian.

Ketua IPYG Indonesia, Tiurma, mengatakan bahwa program YEPC terancang untuk membekali generasi muda Indonesia. Sehingga mereka mampu menjadi pemimpin perdamaian yang membawa perubahan positif di tengah masyarakat.

“Melalui program YEPC, kami ingin membentuk generasi muda menjadi Peace Envoys dan Peace Ambassadors yang dapat mewakili Indonesia. Kami juga berharap semakin banyak pemimpin muda yang terlibat aktif dalam berbagai inisiatif perdamaian sehingga nilai-nilai perdamaian dapat diwujudkan dalam tindakan nyata di masyarakat,” ujarnya.

Pelatihan tersebut terkemas dalam bentuk dialog lintas agama dengan menghadirkan narasumber dari tiga latar belakang agama. Darmadi, Pembina Komunitas Gurukula, mewakili agama Hindu; Abdullah Ubaid, Ketua ISNU Tangerang, mewakili agama Islam; serta Thomas, pengajar Komunitas Berean, mewakili agama Kristen.

Setiap sesi mengajak peserta membandingkan perspektif berdasarkan kitab suci masing-masing tanpa memperdebatkan perbedaan doktrin. Melalui pendekatan dialog yang saling menghormati dan pembelajaran komparatif. Selain itu, para peserta akan menemukan nilai-nilai universal yang dapat menjadi landasan hidup berdampingan secara damai.

Dalam paparannya, Darmadi menekankan bahwa perdamaian berawal dari kesadaran akan hubungan antara manusia, Tuhan, dan seluruh ciptaan.

“Tuhan adalah pemilik segala sesuatu dan hadir dalam setiap bagian dari ciptaan-Nya. Sebagaimana orang tua tidak menginginkan perpecahan di dalam keluarganya, demikian pula Tuhan menghendaki umat manusia hidup dalam persatuan dan saling peduli,” katanya.

Sementara itu, Abdullah Ubaid menjelaskan pentingnya menyadari kehadiran Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga:  Tak Kooperatif, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor Bisa Jadi Buron dalam Kasus Korupsi

“Sesungguhnya Allah itu dekat, bahkan lebih dekat daripada urat leher kita sendiri. Allah tidak terbatasi oleh ruang, waktu, ataupun dimensi alam semesta. Karena itu, kita hendaknya senantiasa mengingat kebesaran-Nya dan menyadari bahwa Dia selalu bersama kita,” ujarnya.

Dari perspektif Kristen, Thomas menyampaikan bahwa perdamaian sejati mulai dari perubahan dalam diri manusia.

“Peperangan sering kali bermula dari konflik di dalam diri manusia. Karena itu, peperangan terbesar adalah peperangan rohani yang dimenangkan bukan melalui kekerasan, melainkan melalui kasih dan firman kebenaran. Dalam Alkitab, api juga digunakan sebagai lambang Firman Tuhan,” jelasnya.

Sepanjang pelatihan, para peserta aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, serta merefleksikan berbagai nilai yang dimiliki bersama oleh setiap tradisi keagamaan. Banyak peserta mengaku memperoleh pemahaman baru tentang pentingnya dialog yang saling menghormati serta semakin menghargai keberagaman agama.

Melalui program Youth Empowerment Peace Class (YEPC) dan Youth Interfaith Dialogue Training, HWPL dan IPYG berupaya mencetak generasi muda yang mampu menjadi pelopor perdamaian dengan membangun dialog antarumat beragama, memperkuat kerja sama lintas komunitas, serta mendorong terciptanya kehidupan yang harmonis di tengah keberagaman.

Berita Terkait

Khutbah Jumat di Mabes Polri, Kapolri Suyudi Ario Seto Ingatkan Anggota Polri soal Amanah Jabatan
Bahas Sinergi Kejagung, ABPEDNAS dan SMSI, Untuk Program JAGA DESA Dan JAGA Dapur MBG
Dai Muda Banjarmasin, Muhammad Kamal Ihsan, Tembus Babak Lanjutan AKSI Indosiar 2026 Wakili Yogyakarta
HWPL bersama IPYG berkolaborasi dengan Universitas Mohammad Husni Thamrin Jakarta Timur menggelar The 1st Indonesia Youth Empowerment Peace Class (YEPC): Why Youth Matters?
Di Hadapan PBNU, Rektor UNUKASE Beberkan Strategi Penguatan Pendidikan Tinggi NU
Ketua KNPI Dorong Pemuda Jadi Penentu Arah Demokrasi di Era Pemilu Terpisah
KH. Ma’ruf Amin Jadi Ketua Dewan Penasehat SMSI, Tegaskan Peran Media Siber sebagai Penjaga Moral Bangsa
Sambut HPN 2026, SMSI Siapkan Rekomendasi Kebijakan untuk Pemda dan Dewan Pers
Tag :
4 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:32 WITA

Kepala BKN RI Pimpin Apel di Kotabaru, Penghargaan Manajemen Talenta Diserahkan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:10 WITA

Dispersip Kotabaru Gelar Lomba Bercerita, Dorong Minat Baca Pelajar

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:24 WITA

Pemkab Kotabaru Gandeng Telkomsel untuk Tingkatkan Layanan Digital ASN

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:03 WITA

Pelaksanaan Reforma Agraria Kotabaru Masuk Tahap Monitoring dan Evaluasi

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:58 WITA

BPN Kotabaru Perbarui Peta Zona Nilai Tanah 2026, Ini Manfaatnya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:20 WITA

Malam Puncak Hari Pramuka ke-65 Kalsel Ditutup dengan Pesan Persaudaraan di Kotabaru

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:16 WITA

Pemkab Kotabaru Bahas Solusi Air Bersih dengan PT STC di Tengah Kemarau

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:12 WITA

Wabup Syairi Mukhlis Hadiri HUT ke-81 TNI, Pemkab Kotabaru Tegaskan Dukungan

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x