Desember 10, 2022

Pelitanusantara.netBanjarmasin, Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Provinsi Kalimantan Selatan laksanakan Training of Trainer Terintegrasi yang diikuti seluruh jajaran pengurus harian Dewan Pengurus Daerah (DPD) PPNI Kabupaten/Kota se Kalimantan Selatan. Kegiatan ini dilaksanakan dari tanggal 24-25 September 2022 bertempat di Hotel TreePark Banjarmasin.

H. Tantawi Yauhari, S.Kep selaku Ketua DPW PPNI Provinsi Kalimantan Selatan mengapresiasi kehadiran para pengurus DPD PPNI Kabupaten/Kota se Kalimantan Selatan dalam kegiatan TOT Terintegrasi ini.

“Alhamdulillah kita semua bisa berkumpul dalam kegiatan ini agar bisa saling terintegrasi menjadi satu kesatuan dan sebagai bentuk kesatuan PPNI Provinsi Kalimantan Selatan” Kata H. Tantawi Yauhari.

Kegiatan ini juga dihadiri Dr. Harif Fadhilah, S.Kp., M.Kep., MH. selaku Ketua DPP PPNI beserta perwakilan jajaran DPP PPNI. Dalam sambutannya sekaligus membuka secara resmi kegiatan TOT Terintegrasi ini, Beliau menyampaikan beberapa hal yaitu terkait: Isu P3K, Isu RUU SKN, ada salah satu isunya adalah ” Omnibus law” Kesehatan,( mencabut UU keperawatan) dan Struktur Skala Upah (SuSU), jasa diluar gaji perawat.

“DPP sudah melakukan audiensi dan advokasi terkait P3K dgn Kemenpan dan Kemenkes dan penyiapan Struktur Skala Upah (SuSU) jasa diluar gaji perawat” kata Harif Fadhillah.

Dalam menanggapi isu pencabutan UU Keperawatan ada rencana gerakan dengan pembentukan aliansi dgn OP lain (IDI, IBI, PPNI, IAI) sebagai penguatan profesi” tambah Harif Fadillah.

Ketua DPP PPNI juga mengharapkan Perawat Provinsi Kalimantan Selatan bangga dengan profesinya, solid dan saling menguatkan dalam organisasi PPNI.

Bagikan
 
 
        

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.