Buaya Masuk Permukiman, Warga Satui Cemas, Relawan Bertindak Cepat

- Penulis

Minggu, 25 Mei 2025 - 09:43 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Satui cemas buaya masuk permukiman. Relawan bertindak cepat, pasang imbauan, desak pemerintah segera turun tangan.Warga Satui cemas buaya masuk permukiman. Relawan bertindak cepat, pasang imbauan, desak pemerintah segera turun tangan. (Foto Mulyadi/BK)

Warga Satui cemas buaya masuk permukiman. Relawan bertindak cepat, pasang imbauan, desak pemerintah segera turun tangan.Warga Satui cemas buaya masuk permukiman. Relawan bertindak cepat, pasang imbauan, desak pemerintah segera turun tangan. (Foto Mulyadi/BK)

Tanah Bumbu – Kemunculan buaya di Sungai Satui, Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, memicu keresahan warga Satui. Tak hanya berkeliaran di tengah sungai, predator itu mulai menyusup hingga ke kawasan permukiman.

Menanggapi situasi tersebut, Relawan Peduli Kemanusiaan Satui bergerak cepat. Sabtu sore (24/5/25), mereka memasang spanduk imbauan keselamatan di sejumlah titik rawan sepanjang bantaran Sungai Satui.

Spanduk itu mengingatkan warga agar tetap waspada saat beraktivitas di sekitar sungai.

“Buaya sudah masuk kampung. Warga dan nelayan mulai takut untuk mandi, mencari ikan, atau sekadar menyeberangi sungai,” kata Sekretaris Relawan Peduli Kemanusiaan Satui, Dilah.

Relawan menyebar imbauan di lokasi-lokasi yang kerap dilalui warga, terutama di jalur sungai yang menjadi akses utama masyarakat. Mereka ingin mencegah jatuhnya korban akibat serangan buaya.

“Keselamatan warga jadi prioritas kami. Kami tak ingin menunggu sampai ada korban jiwa baru pemerintah bertindak,” ujar Dilah.

Dilah juga menjalin koordinasi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Kalimantan Selatan serta Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. Ia meminta pemerintah segera turun tangan mengatasi konflik antara manusia dan satwa liar tersebut.

Baca Juga:  Apel Gabungan, Pemkab Tanah Bumbu Memberikan Hadiah Lomba Konten Kreatif

Warga mengaku makin sering melihat buaya besar muncul ke permukaan, bahkan pada siang hari. Warga mulai menghindari berbagai aktivitas di sungai karena mereka takut buaya menyerang.

Sebagian warga bahkan berhenti memanfaatkan sungai untuk kebutuhan sehari-hari.

Langkah cepat para relawan menuai apresiasi. Warga berharap pemerintah daerah dan pemerintah pusat segera mengambil tindakan konkret, termasuk melakukan evakuasi buaya atau langkah mitigasi lainnya.

Warga menilai konflik antara manusia dan buaya di Satui semakin mengkhawatirkan. Jika pemerintah tidak mengambil langkah tegas, situasi ini akan terus memicu ketegangan dan mengancam keselamatan warga di sepanjang aliran Sungai Satui.

Sumber : Bacakabar.id

Berita Terkait

Jarak Masjid Jadi Pertimbangan, KPU Tanah Bumbu Kini Dilengkapi Musala
Pengelolaan Data Spasial Tanah Bumbu Berbuah Penghargaan di Tingkat Provinsi
Perkuat Layanan Pendidikan, Diskominfosp Tanah Bumbu Evaluasi Penggunaan SP4N LAPOR!
Kekeringan di Kusan Hilir, Wakil Ketua DPRD Tanah Bumbu Salurkan Air Bersih ke Tiga Desa
Enam Fraksi DPRD Tanah Bumbu Setujui RAPBD 2027, Belanja Capai Rp2,88 Triliun
Andi Rudi Latif Presentasikan Perlindungan Pekerja, Tanah Bumbu Tembus 10 Besar Jamsostek Award
Lindungi Warga dari Penipuan Digital, Andi Rudi Latif Dukung Banua Waspada Scam
Bupati Tanah Bumbu Buka TMMD ke-130, Jalan Desa Gunung Besar Jadi Sasaran Utama
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
1 Comment
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:20 WITA

96 Santri dan Mahasiswa Keagamaan Terima Beasiswa dari Pemkab Tanah Laut

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:14 WITA

Kapolres Tanah Bumbu Mengedukasi Pelajar Tentang Narkoba Sampai Perundungan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:09 WITA

Kapolres Tanah Bumbu Mengatur Langsung Lalu Lintas di Depan Sekolah

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:59 WITA

Kapolres Tanah Bumbu Tinjau Warga Terdampak Kebakaran di Gang Andalas

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:48 WITA

GOW Tanah Laut Libatkan Perempuan Kelola Sampah Serta Jaga Kesehatan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:36 WITA

Dinsos Tanah Laut Berkaloborasi Dengan SKPD Untuk Pasok Air Bersih

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 18:54 WITA

Ikon Baru Tanah Laut! Tugu 0 Kilometer Pelaihari Diresmikan, Satu-Satunya di Kalsel yang Bisa Berputar

Selasa, 29 September 2026 - 06:30 WITA

Semangat Baru Pemuda Kalsel Menyala di Pantai Takisung: Ajang KKBW ke-37 Resmi Dibuka

Berita Terbaru

Petugas kepolisian bersama tim medis mengevakuasi korban tenggelam di Sungai Bedog, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (22/10/2026)./ Istimewa

Berita Nasional

Bocah 11 Tahun Meninggal Saat Bermain di Sungai Bedog Bantul

Jumat, 23 Okt 2026 - 22:33 WITA

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x