Tanah Laut – Transformasi perpustakaan sekolah mulai digerakkan serius oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tanah Laut. Bukan hanya soal koleksi buku, tetapi juga penguatan sumber daya manusia (SDM) yang mengelolanya.
Langkah itu diwujudkan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kompetensi Pustakawan jenjang SMP yang digelar selama tiga hari, 2–4 Februari 2026, di Aula Disdikbud Tala. Kegiatan ini diikuti pustakawan SMP se-Kabupaten Tanah Laut.
Kepala Disdikbud Tanah Laut, Mirza Fazrina, saat membuka kegiatan pada Senin (2/2/2026), menegaskan bahwa perpustakaan sekolah harus bertransformasi menjadi pusat literasi yang hidup dan relevan dengan kebutuhan peserta didik masa kini.
Menurutnya, pustakawan memiliki peran strategis dalam menciptakan ruang belajar yang inovatif dan menyenangkan. Tidak hanya mengelola bahan pustaka, tetapi juga menghidupkan budaya membaca dan diskusi di lingkungan sekolah.
“Perpustakaan harus menjadi jantung literasi sekolah. Dari ruang inilah tumbuh kebiasaan membaca, berpikir kritis, dan kreativitas siswa,” ujar Mirza.
Ia menilai, penguatan kompetensi pustakawan menjadi kunci agar layanan perpustakaan mampu mengikuti perkembangan zaman, termasuk dalam pengelolaan koleksi dan pendekatan pelayanan yang lebih interaktif.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikbud Tala, Giri Aristiadie, menekankan pentingnya membangun budaya literasi sejak dini. Ia menyebut, kebiasaan membaca bukan sekadar rutinitas akademik, melainkan fondasi karakter intelektual generasi muda.
“Literasi membentuk cara berpikir anak. Dengan budaya membaca yang kuat, mereka akan lebih bijaksana dalam mengambil keputusan dan menyikapi persoalan,” katanya, Selasa (3/2/2026).
Giri juga berharap perpustakaan sekolah tidak lagi dipandang sebagai ruang sunyi yang jarang dikunjungi. Sebaliknya, perpustakaan perlu dikemas sebagai ruang aktivitas yang nyaman dan menarik, bahkan menjadi “hangout” edukatif bagi siswa.
Dalam bimtek tersebut, peserta mendapatkan materi dari Ketua Ikatan Pustakawan Provinsi Kalimantan Selatan, Moch. Isra Hajiri, serta pustakawan dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Tanah Laut.
Materi yang disampaikan mencakup pengelolaan perpustakaan sesuai standar nasional hingga strategi pelayanan yang kreatif dan adaptif.
Melalui kegiatan ini, Disdikbud Tala berharap lahir pustakawan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak budaya literasi di sekolah masing-masing.
Di tengah arus digitalisasi, perpustakaan pun dituntut tampil lebih dinamis agar tetap menjadi ruang belajar yang diminati dan bermakna bagi generasi muda Tanah Laut.















