Pelitanusantara.net – Surabaya, 04 Maret 2022. Persatuan Mahasiswa Kalimantan Selatan Surabaya (PMKS Surabaya) kembali mengadakan kegiatan yang kali ini di laksanakan secara online via zoom.
Dalam sambutan awal ketua PMKS Surabaya Muhammad Razidinnor pemuda asal Kota Barabai tersebut menyampaikan Kegiatan ini di namakan NGOBROL BARENG PMKS atau di singkat NGOBRAKS dengan tema kegiatan malam ini “MEMBANGUN SPIRIT KOLABORASI PERAN PEMUDA BANUA”. Kegiatan NGOBRAKS tersebut merupakan kegiatan yang akan secara rutin di laksanakan oleh PMKS Surabaya guna mempererat hubungan kekeluargaan bagi mahasiswa Kalimantan Selatan yang ada di seluruh Indonesia khususnya yang ada di Kota Surabaya.
Ia juga menyampaikan bahwa tema yang di usung dalam kegiatan ini merupakan salah satu strategi yang dapat membangun gagasan-gagasan dari mahasiswa Kalimantan selatan di Surabaya yang bersifat kolaboratif.
Muhammad Yusuf, SE.,MM atau yang lebih akrab di sapa Bang Yusuf merupakan Narasumber dalam kegiatan pada malam ini, selain memiliki banyak pengalaman menjadi organisator, Bang Yusuf juga aktif sebagai Pembina dari Asosiasi Pelajar Banua Internasional (APBI).
Dalam penyampaian awal Bang Yusuf pada kegiatan malam ini menyampaikan dalam Asosiasi Pelajar Banua Internasional (APBI) yaitu tergabung mahasiswa yang kuliah di 15 Negara di dunia.
Kepada peserta yang turut hadir di kegiatan ngobrol bareng PMKS malam ini Bang Yusuf juga mengharapkan bahwa kelak para mahasiswa Banua yang menepuh studi di luar Kalimantan juga dapat meneruskan perjuangan di dalam Asosiasi pelajar Banua Internasional (APBI).
Selain itu, harapan Bang Yusuf kepada mahasiswa asal banua juga harus dapat lebih aktif mendapatkan informasi di berbagai daerah untuk membuka sebanyak-banyaknya peluang dalam mempromosikan diri dan kembali untuk membangun Banua Kalimantan Selatan secara kritis dan solutif terhadap berbagai polemik yang ada di Banua.
Bang Ifit yang juga turut hadir dari PMKS Yogyakarya dalam agenda tersebut, dalam sesi tanya jawab ia menyampaikan apresiasi yang besar kepada PMKS Surabaya yang sudah membuat forum seperti ini, ia juga menyampaikan pendapatnya terkait isu-isu yang hangat saat ini mengenai Banua Kalimantan dan harapannya sebagai mahasiswa asal banua yang menempuh studi di luar banua dapat mengibarkan sayap seluas-luasnya dalam mencari pengalaman sebelum kembali berkiprah ke Banua.
Adapula mengenai Ibu Kota Negara (IKN) yang menjadi keresahan dari beberapa mahasiswa asal banua yang turut hadir menyampaikan pendapatnya terhadap dampak yang akan terjadi seperti halnya bencara banjir yang sudah sangat sering menjadi permsalahan setiap wilayah yang ada di Kalimantan Selatan, ataupun hal lainnya seperti pertambangan yang memberi dampak cukup besar, baik itu dampak positive maupun negatifnya.

Ibu Kota Negara (IKN) merupakan keputusan pemerintah pusat, yang artinya sudah menjadi pertimbangan yang panjang dalam pengambilan keputusannya. Itu adalah salah satu peluang yang besar bagi warga masyarakat asli banua yang akan menjadi pintu gerbang Ibu Kota Negara (IKN) dan memiliki cukup besar kemungkinan potensi-potensi individu masyarakat banua dapat menjadi potensi pemimpin daerahnya sendiri, ujar Yusuf.
Zidin, sapaan akrab ketua PMKS tersebut menyampaikan terimakasihnya kepada Pemprov Kalimantan Selatan dan KNPI Kalimantan Selatan khususnya Kepada Narasumber Bang Yusuf yang juga menjadi Sekretaris KNPI Kalimantan Selatan Periode 2018 – 2021.
Tanpa dukungan dari Pemprov Kalimantan Selatan dan juga KNPI Kalimantan Selatan kami tidak bisa terus semangat dalam mengemban amanah dalam PMKS Surabaya, tutur Zidin.
Ia juga mengharapkan agar Pemprov Kalimantan Selatan dan KNPI Kalimantan Selatan dapat terus secara aktif memantau dan memperhatikan para mahasiswa asal banua yang berjuang di luar banua.















