Banjar – Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan (UNUKASE) terus memperluas sinergi dengan lembaga pendidikan Islam sebagai bagian dari komitmen meningkatkan akses pendidikan tinggi bagi para santri. Melalui Tim Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB), UNUKASE melakukan kunjungan silaturahmi ke Pondok Pesantren Darul Muhibbien Binuang yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani KM 84 Haruban, Desa Tungkap, Kecamatan Binuang, Kabupaten Tapin, Minggu (12/7/2026).
Wakil Rektor I, Dr. H. Jarkawi, M.M.Pd., memimpin kunjungan. Selain itu kunjungan ini menjadi langkah awal membangun kerja sama strategis antara perguruan tinggi dan pondok pesantren. Terkhususnya dalam membuka akses pendidikan tinggi bagi santri. Sekaligus memperkuat pengembangan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.
Turut mendampingi dalam rombongan yakni Wakil Dekan Fakultas Ekonomi, Sosial, dan Humaniora (FESH) sekaligus Wakil Ketua PMB Redhana Aulia, S.P., M.P., Ketua PMB Alkausar, S.T., M.Ars., IAI., dosen Program Studi Agribisnis Kastalani, S.Pt., M.S., Rahmad Nur Hadhy, S.Hut. (Staf LPPM), serta Kepala Bagian Humas dan Kerja Sama Muhdi, S.E., M.M.
Pimpinan Pondok Pesantren Darul Muhibbien, KH. M. Anshary El Karim menyambut dengan hangat. Selain itu, belia terkenal sebagai salah seorang murid sekaligus penulis biografi Al-‘Allamah Al-‘Arifbillah KH. Muhammad Zaini Abdul Ghani atau Abah Guru Sekumpul. Salah satu karya beliau, 100 Karamah & Kemuliaan Abah Guru Sekumpul, menjadi buku yang banyak diminati para santri dan masyarakat serta masuk dalam kategori best seller di toko buku Islam.
Dalam suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan, Dr. H. Jarkawi menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari komunikasi yang telah terjalin sebelumnya saat Prof. H. Hermansyah berkunjung ke Kampus UNUKASE di Gambut.
Menurutnya, UNUKASE memiliki komitmen untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada lulusan pondok pesantren. Sehingga mereka dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi tanpa meninggalkan identitas dan nilai-nilai kepesantrenan.
“Kami ingin membangun kolaborasi yang berkelanjutan dengan Pondok Pesantren Darul Muhibbien. UNUKASE siap menjadi mitra bagi para santri yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi melalui pendampingan akademik maupun akses terhadap berbagai program beasiswa. Kami berharap semakin banyak lulusan pesantren yang menjadi sarjana sekaligus tetap menjaga nilai-nilai keislaman dan ke-NU-an,” ujar Jarkawi.
Ia menambahkan, pesantren merupakan salah satu pilar penting dalam mencetak generasi yang berakhlak mulia. Karena itu, sinergi antara pesantren dan perguruan tinggi menjadi kebutuhan untuk menjawab tantangan pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas.
Selain membahas peluang kerja sama di bidang pendidikan, Wakil Rektor I juga mengundang KH. M. Anshary El Karim untuk menjadi narasumber dalam berbagai kegiatan pembinaan mahasiswa di UNUKASE. Kehadiran tokoh pesantren tersebut diharapkan dapat memperkuat pendidikan karakter, wawasan keislaman, serta penguatan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah di lingkungan kampus.
Menanggapi hal tersebut, KH. M. Anshary El Karim menyampaikan apresiasi atas kunjungan Tim PMB UNUKASE. Menurutnya, kolaborasi antara pondok pesantren dan perguruan tinggi merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi santri untuk melanjutkan studi.
“Kami menyambut baik ikhtiar yang dilakukan UNUKASE. Semoga silaturahmi ini menjadi awal lahirnya berbagai program yang memberikan manfaat bagi santri, pesantren, maupun masyarakat luas. Pendidikan pesantren dan perguruan tinggi memiliki tujuan yang sama, yaitu membentuk generasi yang berilmu, berakhlak, serta mampu memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan agama,” ungkap KH. M. Anshary El Karim.
Pada kesempatan yang sama, Prof. H. Hermansyah, akademisi, Dewan Pembina Pondok Pesantren Darul Muhibbien, sekaligus pengusaha sukses asal Binuang, turut memberikan motivasi kepada para santri. Dalam pemaparannya, ia mengajak para santri untuk memiliki tujuan yang jelas dalam menempuh pendidikan tinggi. Selain itu, perlunya mempersiapkan diri menjadi generasi yang mampu memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa.
Materi motivasi tersebut mendapat sambutan antusias dari para peserta. Banyak santri aktif mengajukan pertanyaan terkait pilihan program studi, prospek karier, hingga peluang memperoleh beasiswa di UNUKASE. Sebagai bentuk pelayanan langsung kepada calon mahasiswa, Tim PMB UNUKASE membuka layanan One Day Service di lokasi kegiatan. Hasilnya, sebanyak 27 calon mahasiswa langsung melakukan pendaftaran secara daring pada hari yang sama.
Dari jumlah tersebut, 10 orang memilih Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), empat orang Program Studi Farmasi, tiga orang Program Studi Agribisnis, satu orang Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, dan satu orang Program Studi Arsitektur. Sedangkan delapan calon mahasiswa lainnya masih dalam proses memilih program studi.
Selain sosialisasi penerimaan mahasiswa baru, pertemuan tersebut juga membahas berbagai peluang kolaborasi, mulai dari penyediaan akses beasiswa bagi lulusan pesantren, penguatan pendidikan karakter, pelaksanaan kegiatan akademik, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, hingga pengembangan dakwah keilmuan.
Melalui kunjungan ini, UNUKASE kembali menegaskan komitmennya untuk terus membangun kemitraan strategis dengan pondok pesantren sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Sinergi tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang unggul secara akademik, berintegritas, berwawasan kebangsaan, serta tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.















