Banjar – Mahasiswa Profesi Ners Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Angkatan XXV kembali menunjukkan peran aktifnya di tengah masyarakat. Baru-baru ini, Kelompok J Profesi Ners ULM melaksanakan kunjungan koordinasi ke Balai Penyuluhan Keluarga Berencana (KB) Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar.
Kegiatan tersebut menjadi langkah awal pelaksanaan program edukasi kesehatan bagi pasangan usia subur di Desa Sungai Asam. Agenda ini merupakan bagian dari implementasi Mata Kuliah Praktik Profesi Keperawatan dan Kesehatan Lahan Basah yang tengah dijalani para mahasiswa.
Dalam pertemuan itu, mahasiswa mengajak Tim Penyuluh KB Kecamatan Karang Intan untuk berkolaborasi dalam pelaksanaan penyuluhan KB yang akan digelar dalam waktu dekat.
Fokus utama kegiatan adalah meningkatkan pemahaman masyarakat terkait jenis-jenis alat kontrasepsi, kelebihan dan kekurangan masing-masing metode, serta efek samping yang perlu diketahui sebelum menentukan pilihan.
Tim Penyuluh KB Kecamatan Karang Intan menyambut baik inisiatif tersebut dan menyatakan kesiapan untuk mendukung penuh kegiatan mahasiswa.
“Kami siap memfasilitasi adik-adik terkait kit konseling KB dan media edukasi lainnya. Semoga nanti kegiatannya berjalan dengan lancar,” ujar perwakilan Tim Penyuluh KB saat pertemuan berlangsung.
Salah satu anggota Kelompok J Profesi Ners ULM, Norwaqi’ah, menjelaskan bahwa program pendidikan kesehatan ini merupakan bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan.
Ia berharap, melalui edukasi yang diberikan, pasangan usia subur di Desa Sungai Asam dapat lebih memahami pentingnya perencanaan keluarga serta mampu menentukan metode kontrasepsi yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing.
Selain menggandeng Balai Penyuluhan KB, kegiatan ini juga akan melibatkan Bidan Desa serta Pemegang Program KB di wilayah kerja Puskesmas Karang Intan 2.
Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan mampu memperkuat sinergi pelayanan kesehatan dan mendorong peningkatan derajat kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.
Langkah ini menjadi bukti bahwa peran mahasiswa tidak hanya terbatas pada ruang akademik, tetapi juga hadir langsung di tengah masyarakat sebagai agen edukasi dan perubahan.















