Tanah Laut – Upaya pengendalian banjir di kawasan pesisir Kabupaten Tanah Laut (Tala) terus dimatangkan. Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (DPUPRP) Tala melalui Bidang Sumber Daya Air (SDA) kini memfokuskan penanganan di Desa Kurau Utara, Kecamatan Kurau, lewat pengerukan dan penataan ulang saluran air yang selama ini menjadi titik krusial genangan.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang lebih bersifat responsif, langkah kali ini diarahkan pada penguatan sistem kendali air secara menyeluruh. Kurau Utara dinilai sebagai simpul aliran yang berdampak langsung terhadap wilayah lain seperti Kecamatan Bumi Makmur dan Bati-Bati saat debit air meningkat.
Kepala DPUPRP Tala, H. Syakhril Hadrianadi, menyampaikan bahwa progres pengerjaan telah menyentuh sekitar 10 persen. Meski demikian, tantangan di lapangan tidak ringan. Saluran yang dipenuhi vegetasi liar serta adanya timbunan tanah di tengah alur air menjadi kendala tersendiri bagi alat berat.
“Karakter salurannya cukup berat. Ada gundukan menyerupai pulau kecil di tengah aliran, sehingga proses pengerukan harus dilakukan bertahap dan hati-hati,” ujarnya, Selasa (03/02/2026).
Untuk mempercepat pekerjaan, dua unit excavator amphibi dan satu unit excavator long arm telah diturunkan. Satu unit excavator standar juga disiapkan guna mendukung percepatan ritme kerja di lapangan. Sempat terjadi jeda akibat kondisi operator yang sakit, namun kini aktivitas kembali berjalan normal.
Lebih dari sekadar pengerukan, DPUPRP Tala juga merancang pembangunan sodetan di tiga titik strategis. Selain itu, akan dipasang sistem klep atau pintu penutup saluran yang bekerja otomatis, menutup saat air laut pasang dan terbuka ketika terjadi tekanan air dari daratan.
Skema ini diharapkan menjadi solusi teknis untuk meminimalisir banjir kiriman serta genangan di kawasan permukiman rendah yang selama ini menjadi langganan saat musim hujan dan pasang laut bersamaan.
Normalisasi yang dilakukan mencakup bentang saluran sepanjang kurang lebih 145 meter dengan lebar sekitar 45 meter. Estimasi penyelesaian pekerjaan ditargetkan rampung dalam waktu dua bulan.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Pemkab Tala dalam memperkuat infrastruktur pengendalian air, sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat pesisir yang setiap tahun menghadapi ancaman banjir musiman.















