Banjarmasin – Ketua Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Suripno Sumas, hadir dalam Dialog Interaktif bertajuk “Membangun Politik Damai Berbasis Pancasila” yang berlangsung di Aula Pertemuan DPW PKB Kalimantan Selatan, Rabu (30/7/2025).
Kegiatan ini menjadi ajang refleksi kebangsaan di tengah derasnya dinamika sosial dan era digital yang kian kompleks.
Dialog ini menghadirkan peserta dari berbagai komunitas ojek online, seperti Gojek, Grab, Shopee Food, dan Maxim, sebagai bagian dari kelompok masyarakat yang sehari-hari berinteraksi langsung dengan publik.
Dalam sesi pemaparan, Suripno menegaskan bahwa Indonesia menjunjung tinggi kebebasan beragama dengan mengakui enam agama resmi.
“Kita punya enam agama, dan kita bebas memilih yang mana. Itu bagian dari hak dan nilai-nilai Pancasila,” ujarnya.
Ia juga menyoroti tantangan di era digital yang memungkinkan informasi menyebar secara cepat lintas batas. Suripno mengajak peserta untuk bijak dalam menyikapi arus informasi.
“Dulu kita dibatasi oleh tempat. Sekarang, satu kejadian bisa langsung diketahui seluruh dunia. Karena itu, saring dulu setiap informasi sebelum disebarkan,” pesannya.
Selain Suripno, narasumber Hormansyah turut mengajak peserta membacakan teks Pancasila bersama. Ia menekankan pentingnya menghayati dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam peran sebagai pengemudi ojek online yang memberi layanan kepada masyarakat luas.
Melalui kegiatan ini, panitia berharap tumbuh kesadaran kolektif untuk membangun politik damai berbasis Pancasila, khususnya di kalangan pekerja sektor informal yang memiliki peran vital dalam menjaga keharmonisan sosial di lapangan.















