Sidang Korupsi Gula, Tom Lembong Keberatan: “Kenapa Hanya Saya?”

- Penulis

Selasa, 11 Maret 2025 - 18:03 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sidang Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (11/3).

Sidang Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (11/3).

Jakarta – Terdakwa kasus dugaan korupsi impor gula, Thomas Trikasih Lembong alias Tom Lembong, menyatakan keberatan terhadap tanggapan Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas nota keberatan atau eksepsi yang diajukan pihaknya. Salah satu sorotan utama yang disampaikan Tom Lembong adalah mengenai tempus atau rentang waktu yang diusut dalam kasus ini.

Keberatan ini pertama kali disampaikan oleh penasihat hukum Tom Lembong, Ari Yusuf Amir, dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Selasa (11/3).

Ari menegaskan bahwa JPU dalam dakwaannya menetapkan tempus perkara hanya pada periode 2015-2016, saat Tom Lembong menjabat sebagai pejabat terkait.

“JPU menyatakan secara tegas bahwa tempus yang dipermasalahkan adalah saat Pak Tom Lembong menjabat, yaitu periode 2015-2016. Kami sangat keberatan karena penyidikan seharusnya mencakup rentang waktu 2015 hingga 2023,” ujar Ari di hadapan majelis hakim.

Selain itu, Ari juga mengkritisi bahwa dalam bantahannya, JPU tidak menjelaskan secara rinci korelasi pasal yang didakwakan dengan Pasal 14 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor). Ia mempertanyakan dasar hukum yang digunakan untuk menjerat kliennya.

“Bagaimana mungkin Pak Tom Lembong dianggap melanggar UU Tipikor, padahal dalam perbuatan yang didakwakan terdapat regulasi lain, seperti Undang-Undang Perlindungan Petani, Undang-Undang Perlindungan Pangan, serta beberapa peraturan menteri terkait?” tambahnya.

Baca Juga:  Risdianto Haleng ditunjuk Sebagai Ketua Umum APRI DPW Kalsel, Ucapan Selamat Mengalir dari Anggota

Menanggapi pernyataan tersebut, Ketua Majelis Hakim Dennie Arsan Fatrika menyatakan bahwa keberatan yang disampaikan pihak Tom Lembong telah dimuat dalam eksepsi sebelumnya. Hakim pun menegaskan bahwa persidangan akan berlanjut ke tahap selanjutnya.

“Jawaban dan tanggapan dari kedua belah pihak kami anggap cukup. Selanjutnya, majelis hakim akan menentukan sikap dalam suatu putusan, yang bisa berupa putusan sela atau putusan akhir,” kata Hakim Dennie.

Saat mendapat kesempatan berbicara, Tom Lembong secara langsung mempertanyakan mengapa hanya dirinya yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Ia juga menyoroti inkonsistensi dalam penetapan tempus perkara.

“Saya setuju dengan keberatan yang diajukan penasihat hukum saya. Tempus dalam dakwaan tidak sesuai dengan yang tercantum dalam surat perintah penyidikan (Sprindik). Selain itu, mengapa hanya saya yang ditetapkan sebagai tersangka dan terdakwa? Saya juga merasa bahwa tanggapan JPU tidak memperlihatkan hubungan yang jelas antara pelanggaran UU yang dituduhkan dengan dugaan tindak korupsi,” ungkap Tom Lembong.

Hakim kembali menegaskan bahwa seluruh keberatan tersebut telah tercatat dalam eksepsi dan akan dipertimbangkan dalam putusan majelis.

“Untuk memberi kesempatan kepada majelis hakim menentukan sikap dan menjatuhkan suatu putusan, persidangan akan dilanjutkan kembali pada Kamis, 13 Maret 2025,” tutup Hakim Dennie.

Berita Terkait

Bocah 11 Tahun Meninggal Saat Bermain di Sungai Bedog Bantul
Perguruan Tinggi se-Kalimantan Berkumpul di IKN, UNUKASE Tekankan Kolaborasi dan SDM
Di Tengah Konflik Global, Indonesia Selenggarakan Doa Bersama Lintas Agama Demi Perdamaian
WARISAN NUKLIR DAN KRISIS IKLIM DI KEPULAUAN MARSHALL, KOALISI GLOBAL LINTAS BENUA BERSIDANG
Polres Tanah Bumbu Rilis Dua Kasus Besar, dari Aksi Tarik Tas hingga Parang Berdarah
Tragis, Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan Tewas dengan Tangan Terikat di Sukopuro
Penguatan Daerah Jadi Fokus, APPMBGI Resmikan Kepengurusan Sejumlah Provinsi dan Kabupaten/Kota
Usai dari Balangan, Wakil Presiden Gibran Lanjutkan Peninjauan Banjir ke Kabupaten Banjar

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:20 WITA

96 Santri dan Mahasiswa Keagamaan Terima Beasiswa dari Pemkab Tanah Laut

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:14 WITA

Kapolres Tanah Bumbu Mengedukasi Pelajar Tentang Narkoba Sampai Perundungan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:09 WITA

Kapolres Tanah Bumbu Mengatur Langsung Lalu Lintas di Depan Sekolah

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:59 WITA

Kapolres Tanah Bumbu Tinjau Warga Terdampak Kebakaran di Gang Andalas

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:48 WITA

GOW Tanah Laut Libatkan Perempuan Kelola Sampah Serta Jaga Kesehatan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:36 WITA

Dinsos Tanah Laut Berkaloborasi Dengan SKPD Untuk Pasok Air Bersih

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 18:54 WITA

Ikon Baru Tanah Laut! Tugu 0 Kilometer Pelaihari Diresmikan, Satu-Satunya di Kalsel yang Bisa Berputar

Selasa, 29 September 2026 - 06:30 WITA

Semangat Baru Pemuda Kalsel Menyala di Pantai Takisung: Ajang KKBW ke-37 Resmi Dibuka

Berita Terbaru

Petugas kepolisian bersama tim medis mengevakuasi korban tenggelam di Sungai Bedog, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (22/10/2026)./ Istimewa

Berita Nasional

Bocah 11 Tahun Meninggal Saat Bermain di Sungai Bedog Bantul

Jumat, 23 Okt 2026 - 22:33 WITA

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x