Tanah Bumbu – Dalam langkah dinamis menuju keterlibatan masyarakat, Laskar Millenial Borneo (LMB) menggelar acara sosialisasi yang mengesankan di kecamatan Kusan Hilir, Tanah Bumbu pada Sabtu, 23 Desember. Dipimpin oleh tokoh karismatik Usman Ramadan, inisiatif ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, tetapi juga memperkenalkan figur penting, Panglima Laskar Banua Borneo (LBB), H. Risdianto Haleng HB.
H. Risdianto Haleng HB, yang saat ini menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) di Kalimantan Selatan (Kalsel), memiliki peran ganda sebagai pemimpin masyarakat dan perwakilan politik. Acara tersebut menjadi platform bagi warga setempat untuk mengenal lebih dekat kiprahnya dan aspirasinya untuk wilayah tersebut.
Usman Ramadan, motor penggerak di balik LMB, memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mendorong pemuda setempat agar aktif berpartisipasi dalam pemilu 2024 yang akan datang. Ia dengan penuh semangat menyuarakan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam membentuk masa depan bangsa melalui proses demokratis.
Salah satu sorotan utama acara tersebut adalah penekanan pada dukungan untuk H. Risdianto Haleng dalam pencalonannya sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di dapil Kalsel 2. H. Risdianto Haleng, yang mencalonkan diri dengan nomor urut 5, menegaskan komitmennya untuk menanggapi kebutuhan serta aspirasi masyarakat setempat.
Selain mendukung H. Risdianto Haleng, LMB juga memperjuangkan kandidasi Hj. Fatmawati, Amk, yang bersaing untuk mendapatkan kursi di DPRD Kalimantan Selatan Dapil Tanah Bumbu dan Kotabaru. Hj. Fatmawati, Amk, yang mencalonkan diri dengan nomor urut 3, mencerminkan semangat perwakilan pemuda dan siap berkontribusi pada agenda pembangunan daerah.
Seiring dengan bergema nya seruan Laskar Millenial Borneo untuk kewarganegaraan yang aktif, acara tersebut menjadi bukti kekuatan tindakan bersama dan potensi perubahan positif dalam lanskap demokratis Kalimantan Selatan. Komitmen LMB untuk membentuk masa depan yang lebih cerah melalui keterlibatan politik menjadi cahaya harapan bagi generasi yang siap menorehkan jejaknya dalam jalinan sosial-politik wilayah tersebut.
Meskipun beberapa peserta sosialisasi menanyakan tentang ketiadaan baliho kedua caleg tersebut, Usman memberikan penjelasan yang meyakinkan.
Menurutnya, fokus utama para caleg tersebut bukanlah memasang baliho, melainkan terlibat langsung dalam kegiatan lapangan dan bersosialisasi secara tatap muka dengan warga. Mereka percaya bahwa kehadiran langsung di tengah masyarakat lebih efektif dalam menyampaikan pesan dan membangun kedekatan antara caleg dengan pemilih potensial.
Dengan pendekatan yang berbeda ini, Laskar Millenial Borneo (LMB) dan para caleg yang diusungnya menunjukkan bahwa kehadiran politik tidak selalu harus bersifat konvensional. Melalui interaksi langsung dan partisipasi aktif, mereka berkomitmen untuk menciptakan dinamika politik yang lebih dekat dengan masyarakat dan lebih relevan dengan kebutuhan riil mereka.















