Pelitanusantara.net – Seperti yang diketahui kebanyakan orang, istilah Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau Buruh Migran Indonesia (BMI) belum sepopuler istilah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) atau Tenaga Kerja Wanita (TKW). Pengertian PMI, BMI, TKI, dan TKW sama, yaitu warga negara Indonesia yang bekerja di luar negeri.
Buruh Migran Indonesia (BMI) adalah salah satu pihak yang sangat merasakan dampak Pandemi Covid-19. Banyak diantara mereka yang di PHK bahkan hingga harus pulang ke Indonesia tanpa kepastian penghasilan yang jelas.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPR-RI Abdul Muhaimin Iskandar atau yang kerap disapa Gus Muhaimin menggelar kegiatan roadshow politik kesejahteraan dengan mengangkat tema “Gus Muhaimin Mendengar Pekerja Migran Indonesia” secara virtual.
Acara kali ini dipusatkan di Korea Selatan serta dihadiri Pekerja Migran dari berbagai dunia, sehingga berbagai persoalan terutama terkait kondisi PMI di luar negeri dikupas tuntas bersama anggota Garda BMI.
Gus Muhaimin yang juga menjabat Ketua Tim Pengawas Penanggulangan Bencana Covid-19 DPR RI itu menyampaikan, roadshow politik dengan para PMI di luar negeri sudah lama diagendakan. Tetapi karena situasi pandemi, agenda tersebut baru bisa digelar kemarin.
“Pada kesempatan ini, saya akan lebih banyak mendengar fakta di lapangan, sehingga saya bisa memperjuangkan keinginan saudara-saudara PMI bersama pemerintah dan DPR,” ujar Gus Muhaimin yang juga Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa.
Dalam acara yang digelar secara virtual tersebut, hadir pula Ketua DPW Garda BMI Provinsi Kalimantan Selatan, H. Risdianto Haleng HB, melalui awak media dirinya juga menyampaikan, Pelaksanaan pelindungan Pekerja Migran di Indonesia telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia, dengan tujuan untuk menjamin pemenuhan hak Pekerja Migran Indonesia Sebelum Bekerja, Selama Bekerja, dan Setelah Bekerja.
“Sebagai bagian dari Garda BMI, saya menyimak dan mendengarkan segala aspirasi dari para pekerja yang saat ini berada di luar negeri, semoga dengan adanya roadshow ini bisa menambah semangat dan ada penyelesaian dari setiap keluhan yang ada,” ungkapnya usai acara virtual, Sabtu (18/09) kemarin.
Dirinya juga menambahkan, tingginya PHK yang dilakukan perusahan di Tanah Air merupakan salah satu penyebab banyaknya masyarakat ingin bekerja ke luar negeri cenderung meningkat tajam.
“Namun, seperti yang tadi juga dijelaskan oleh Ketua Umum Garda Buruh Migran Indonesia (BMI) Imam Subali, animo masyarakat ini justru dimanfaatkan para sindikat maupun oknum mulai pejabat, perusahaan penempatan, hingga calo dengan pengiriman dan penempatan secara unprosedural yang cenderung pada Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), yang justru akan menambah masalah baru,” tutupnya. (Red)

