Pelitanusantara.net – Genap berusia 20 tahun, Kabupaten Tanah Bumbu ibarat anak remaja yang terus bertumbuh, di bawah kepemimpinan Bupati Abah Zairullah Azhar dan Wabup Muhammad Rusli.
Kolaborasi itu kini kian mantap menjalankan konsep Serambi Madinah yang kontras akan nuansa keagamaan.
Seiring perjalanan waktu yang terbilang panjang, Kabupaten Tanah Bumbu mengalami perubahan dan perkembangan secara signifikan dari aspek mentalitas, infrastruktur, sosial budaya, ekonomi dan lingkungan.
Pembangunan telah dilaksanakan selama kurun waktu sejak dilantiknya Bupati pertama yang juga diemban Abah Zairullah Azhar pada 2003 silam.
Dalam kurun waktu itu, tentu sudah banyak yang dilakukan Bupati sebelumnya, hingga saat ini. Pada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-20 Kabupaten Tanah Bumbu itu disemarakkan dengan shalawatan dan dzikir bersama secara lesehan di Halaman Kantor Bupati, Sabtu (8/4/2023) sore kemarin.
Pelaksanaan momen istimewa bertemakan Bupati Tanah Bumbu Abah Zairullah dalam sambutannya mengatakan tema peringatan Hari Jadi ke-20 Tanah Bumbu adalah melalui Program 1 Desa 1 Masjid Kita Langitkan Doa dan Bumikan Ikhtiar Sebagai Implementasi Tanah Bumbu Bersujud Menuju Serambi Madinah, Langitkan Doa Bumikan Ikhtiar.
Sama dengan perayaan tahun sebelumnya yang bertepatan dengan Bulan Ramadhan 1444 Hijriah, kegiatan pun dilaksanakan sarat akan makna religi mulai sholawat dan dzikir bersama hingga paparan hikmah ilmu agama.
Perayaan Hari Jadi Tanah Bumbu ke 20 ini, diawali dengan pembacaan sejarah terbentuknya Kabupaten Tanah Bumbu oleh Wakil Ketua DPRD Tanah Bumbu, Said Ismail Kholil Alaydrus.
Sementara itu, Bupati Tanah Bumbu, Abah HM. Zairullah Azhar memimpin langsung pembacaan shalawat dan dzikir seraya mengajak para tamu undangan memanjaatkan do’a untuk kebaikan, keberkahan dan kemajuan daerah.
Dalam sambutannya, Bupati Abah Zairullah menyampaikan, Kabupaten Tanah Bumbu memiliki landasan pembangunan yang tercantum dalam motto daerah yakni Bersujud yang berarti Bersih, Syukur, Jujur dan Damai.
Motto tersebut, menurutnya, merupakan filosofi landasan pembangunan Tanah Bumbu yang menjadi cita-cita daerah menuju Serambi Madinah.
Dijelaskan Bupati, Bersih akan menjadi daya tarik dan simbol kesucian, Syukur memiliki makna mensyukuri apa yang dikaruniakan Allah SWT untuk kemaslahatan umat, sehingga semakin tinggi jabatan semakin besar pengabdian kepada masyarakat.
Bertepatan dengan Bulan Ramadhan 1444 Hijriah, perayaan Hari Jadi Tanah Bumbu dilaksanakan sarat akan makna religi mulai sholawat dan dzikir bersama, hingga diakhiri dengan pelaksanaan buka puasa bersama dan dilanjutkan dengan shalat maghrib berjamah. (Red)















