Pelitanusantara.net – Baru-baru ini ramai di media sosial beredar video terkait perkataan kontroversial Edy Mulyadi. Sosoknya sendiri mendadak viral karena ulah rasis nya yang secara terang-terangan menghina orang Kalimantan.
Edy Mulyadi tak sendiri, di dalam video tersebut terdapat beberapa orang yang diduga merupakan eks kader sebuah partai. Mereka tampak tertawa mendengarkan pernyataan yang terlontar dari mulut Edy Mulyadi.
Bahkan, salah satu di antaranya juga turut mengungkapkan hanya monyet yang mau pindah dan bangun rumah di Kalimantan.
Atas beredarnya berita tersebut, H. Risdianto Haleng HB yang juga merupakan Panglima Laskar Banua Borneo angkat bicara.
Dirinya menilai, video Edy Mulyadi yang menyebutkan lokasi Ibu Kota Negara (IKN) baru sebagai tempat jin buang anak, genderuwo, kuntilanak, dan monyet, merupakaan tindakan yang diduga mengarah ke penghinaan terhadap masyarakat Kalimantan.
“Terlepas apakah memang Edy ini berbicara atas dasar pribadi atau ada kepentingan lain, saya pribadi yang lahir dan besar di Kalimantan merasa ini sangat tidak pantas di lontarkan di forum publik, mengingat beliau adalah sosok yang berpendidikan, sehingga dengan adanya berita seperti ini, tentu akan menimbulkan kebencian dan perpecahan antar golongan,” ungkap Risdianto saat dihubungi awak media disela kesibukannya yang saat ini berada di Jakarta untuk urusan bisnis, Senin (24/01) siang.
Atas tindakannya tersebut, Risdianto juga menambahkan, Edy bisa saja dilaporkan dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis. (Red)








