Pelitanusantara.net – Inspektorat Daerah Kabupaten Tanah Bumbu menggelar Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek), dengan tujuan untuk meningkatkan kinerja, transparansi dan akuntabilitas, pengelolaan keuangan Negara/Daerah.
Hal tersebut tentu melalui penyelenggaraan kegiatan yang efektif dan efisien demi meminimalisir terjadinya tindakan korupsi maupun kecurangan.
Bimtek sendiri mengenai Penilaian Mandiri Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP), Terintegrasi Tahun 2022, yang digelar di Gedung Mahligai Bersujud Kecamatan Simpang Empat, Selasa (4/10/2022) siang.
Dalam kegiatan tersebut, dihadirkan Narasumber dari Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kalsel, Rudy M Harahap.
Tak hanya itu, turut pula dalam kegiatan hadir Bupati Tanah Bumbu, Abah Zairullah Azhar, M.Sc., serta Sekda Tanah Bumbu, H Ambo Sakka, Staf Ahli dan Asisten, jajaran Kepala SKPD Tanah Bumbu, Kasubag Perencanaan dan Pelaporan SKPD beserta Tim Assesor (Bappeda, BPKAD, Inspektorat).
Dalam kesempatan tersebut, Rudy M Harahap pun menyampaikan, agar seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini sehingga dapat terintegrasi dengan baik dan langsung mengimplementasikannya secara konsisten dan berkelanjutan.
Hal ini kita lakukan untuk mendorong Governance (Tata Pemerintahan), khususnya pada Pemerintahan di Kabupaten Tanah Bumbu, bagaimana menjaga leadership (kepemimpinan) dari Kepala Daerah supaya tetap sukses.
“Kita mengimplementasikan SPIP Terintegrasi, bagaimana mengelola dan pengendalian resiko, beberapa angka sudah menunjukkan keberhasilan itu,” pungkas Rudy.
Senada dengan hal tersebut, Abah juga mengapresiasi atas kegiatan yang diselenggarakan oleh Inspektorat Daerah Kabupaten Tanah Bumbu dengan Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kalimantan Selatan tersebut.
“Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan manajerial, yang ada di setiap dinas Kabupaten Tanah Bumbu, dan semoga semakin baik, semua hadir 100% dan wajib mengikuti dengan tuntas,” ucap Abah.
Yulian Herawati selaku Tim Inspektorat menjawab, Bimtek ini penting dilakukan untuk mengurangi resiko kesalahan dan mendeteksi dini indikasi adanya korupsi. Sistem ini mencakupi keandalan dalam menyusun perencanaan awal, kemudian pemantauan dan pertanggungjawabannya.
“Inspektorat akan melalukan pengawasan secara berkala, SDM juga akan menjalani pelatihan terutama kali ini Kasubag Perencanaan di tahap dinas, sementara sistem pengawasan masih ada tanda merah dan kita bertahap memperbaiki, untuk tenaga pengawas masih 1/3,” tutup Yulian. (Red/NF)















