Dosen UNU Kalsel Raih Juara Harapan III LKTI BRIDA Kalsel 2026

- Penulis

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:39 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nur Ad’ha Yuda, S.T., M.T., dari Program Studi S1 Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Sains dan Kesehatan meraih Juara Harapan III

Nur Ad’ha Yuda, S.T., M.T., dari Program Studi S1 Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Sains dan Kesehatan meraih Juara Harapan III

Banjar – Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan (UNUKASE) kembali menorehkan prestasi melalui dosennya. Dosen Nur Ad’ha Yuda, S.T., M.T., dari Program Studi S1 Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Sains dan Kesehatan. Ia berhasil meraih Juara Harapan III dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Tahun 2026.

Selain itu, Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Kalimantan Selatan yang menyelenggarakan kegiatan tersebut. Mereka menyerahkan piagam penghargaan dan piala pada 20 Oktober 2026. Prestasi itu berupa karya ilmiah berjudul “Kampung Sungai Sirkular: Model Tata Kelola Pascarevitalisasi Berbasis Ruang Adaptif, Ekonomi Sirkular, dan Pelaporan Digital di Banjarmasin”.

Karya ini menawarkan pendekatan pengelolaan kawasan kampung tepian sungai untuk menjaga keberlanjutan manfaat revitalisasi. Dengan melalui penataan ruang, pengelolaan lingkungan, partisipasi masyarakat, dan pemanfaatan teknologi digital.

Rektor UNUKASE, Dr. Ir. H. Abrani Sulaiman, M.Sc., menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, prestasi ini menjadi kebanggaan bagi universitas. Selain itu, juga menunjukkan kontribusi dosen dalam mengembangkan pemikiran ilmiah dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah.

“Pimpinan universitas menyampaikan selamat dan apresiasi kepada Saudara Nur Ad’ha Yuda atas prestasi yang diraih. Kami berharap pencapaian ini menjadi motivasi bagi seluruh dosen UNUKASE untuk terus berkarya, memperkuat budaya riset, serta menghasilkan gagasan inovatif yang tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.

Rektor juga menilai bahwa gagasan Kampung Sungai Sirkular relevan dengan tantangan pembangunan kawasan permukiman, khususnya dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan manfaat revitalisasi kampung tepian sungai.

“Pembangunan tidak cukup hanya berorientasi pada penyediaan infrastruktur fisik, tetapi juga harus memperhatikan keberlanjutan pengelolaan, partisipasi masyarakat, dan pemanfaatan teknologi. Oleh karena itu, gagasan yang mengintegrasikan penataan ruang adaptif, ekonomi sirkular, dan tata kelola digital seperti ini patut terus dikembangkan agar dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan Kalimantan Selatan,” tambahnya.

Mengembangkan Model Pengelolaan Kampung yang Berkelanjutan

LKTI BRIDA Kalimantan Selatan Tahun 2026 mengusung tema “Inovasi Berkelanjutan untuk Transformasi Kalimantan Selatan yang Maju, Hijau, Digital, dan Berdaya Saing.” Sebanyak 154 naskah mengikuti kompentensi ini, dengan 10 karya terbaik melaju ke tahap presentasi final.

Ajang tersebut menjadi wadah untuk menjaring gagasan ilmiah yang aplikatif bagi pembangunan daerah sekaligus memperkuat kolaborasi antara akademisi, peneliti, dan pemerintah.

Dalam karyanya, Nur Ad’ha Yuda mengangkat persoalan keberlanjutan kampung setelah pembangunan fisik selesai. Revitalisasi kawasan dapat menghadirkan berbagai fasilitas, seperti jalur lingkungan, titian, sanitasi, dan penghijauan. Namun, manfaat pembangunan tersebut perlu melalui pemeliharaan, pembagian tanggung jawab, serta mekanisme penanganan persoalan yang jelas.

Dengan mengambil pembelajaran dari Kampung Biru dan Kampung Hijau di Banjarmasin. Ia memadukan analisis konfigurasi ruang menggunakan pendekatan space syntax dengan dokumentasi kondisi lapangan. Analisis tersebut menunjukkan bahwa peningkatan keterhubungan fisik jalur setelah revitalisasi belum tentu diikuti oleh peningkatan integrasi ruang.

Baca Juga:  PKKMB STIKes Intan Martapura 2026: SATU Langkah Membentuk Mahasiswa yang Tangguh dan Unggul

Temuan ini menjadi salah satu dasar dalam merumuskan model tata kelola pascarevitalisasi yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan aktivitas masyarakat setempat.

Jalur kampung, misalnya, tidak hanya berfungsi sebagai akses pergerakan, tetapi juga menjadi ruang bagi aktivitas rumah tangga, interaksi sosial, usaha kecil, dan penghijauan. Karena itu, pengelolaannya perlu mengakomodasi kebutuhan warga sekaligus menjaga akses bersama dan memastikan jalur darurat tetap terbuka.

Tiga Komponen Utama Kampung Sungai Sirkular

Ia merumuskan Model Kampung Sungai Sirkular melalui tiga komponen yang saling berkaitan, yaitu Ruang Hidup Adaptif, Lingkungan Sirkular, dan Tata Kelola Responsif.

Pertama, Ruang Hidup Adaptif. Komponen ini menekankan pengaturan pemanfaatan ruang berdasarkan kesepakatan warga. Tujuannya adalah menjaga fungsi sosial dan ekonomi jalur kampung tanpa mengurangi kepentingan akses bersama.

Kedua, Lingkungan Sirkular. Komponen ini mencakup pemilahan dan pengumpulan material bernilai dari rumah tangga. Pengelolaannya dapat melibatkan pengepul, dengan sebagian manfaatnya untuk mendukung kegiatan lingkungan, pemeliharaan kawasan, dan penghijauan.

Ketiga, Tata Kelola Responsif. Komponen ini menawarkan mekanisme pelaporan melalui kode QR, formulir daring, grup komunikasi warga, maupun pencatatan manual. Kejelasan penanggung jawab, tindak lanjut laporan, dan evaluasi menjadi bagian penting untuk memastikan persoalan lingkungan dapat ditangani secara terarah.

Ketiga komponen tersebut terancang untuk menghubungkan penataan ruang, keberlanjutan lingkungan, dan tata kelola masyarakat dalam satu model pengelolaan kampung yang dapat dikembangkan sesuai dengan karakteristik kawasan.

Mendorong Budaya Riset dan Inovasi di Lingkungan Kampus

Capaian Juara Harapan III dalam LKTI BRIDA Kalimantan Selatan Tahun 2026 menjadi salah satu bentuk kontribusi sivitas akademika UNUKASE dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi untuk pembangunan daerah.

Rektor UNUKASE berharap prestasi ini dapat mendorong dosen dan sivitas akademika lainnya untuk terus mengembangkan penelitian yang berangkat dari persoalan nyata di masyarakat. Penguatan kerja sama dengan pemerintah daerah, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan juga diharapkan membuka peluang penerapan hasil penelitian secara lebih luas.

Gagasan Kampung Sungai Sirkular menjadi contoh bagaimana keilmuan Perencanaan Wilayah dan Kota dapat berkontribusi dalam merespons persoalan permukiman. Terkhususnya di kawasan tepian sungai yang memiliki karakteristik sosial, ekonomi, dan lingkungan yang khas.

Melalui pengembangan riset yang aplikatif dan kolaboratif, UNUKASE terus mendorong peran perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan. Selain itu, juga sebagai mitra strategis masyarakat dan pemerintah dalam mewujudkan pembangunan Kalimantan Selatan yang berkelanjutan.

Berita Terkait

Profesi Ners ULM Gelar “DESA TANGGAP KARHUTLA”
Mahasiswa Keperawatan ULM Wujudkan Inovasi Ramah Lingkungan, Purifikasi Air Tambak dengan Biochar Carbon Cube Hasil Binaan Telkom Indonesia
Mahasiswa Profesi Ners ULM Angkatan 26 Gelar SALANG PEKA, Wujud Nyata Kolaborasi Lintas Sektor Dorong Desa Sungai Alang Bebas NAPZA
Mengubah Limbah Jadi Berkah, Pemenang Bumi Berseru Fest Telkom Indonesia Gelar Workshop Pembuatan Biochar di Desa Sungai Sipai
Mahasiswa Profesi Ners ULM Angkatan 26 Gelar LANDAS dan CEKATAN SEHAT, Dorong Masyarakat Desa Sungai Landas Atasi Hipertensi
PKKMB UNUKASE 2026, Rektor Tekankan Kampus Tanpa Bullying
LKMM 2026 STIKes Intan Martapura: 127 Mahasiswa Ditempa Jadi Pemimpin Muda yang SAKTI
PKKMB STIKes Intan Martapura 2026: SATU Langkah Membentuk Mahasiswa yang Tangguh dan Unggul

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:14 WITA

Kapolres Tanah Bumbu Mengedukasi Pelajar Tentang Narkoba Sampai Perundungan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:59 WITA

Kapolres Tanah Bumbu Tinjau Warga Terdampak Kebakaran di Gang Andalas

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:48 WITA

GOW Tanah Laut Libatkan Perempuan Kelola Sampah Serta Jaga Kesehatan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:36 WITA

Dinsos Tanah Laut Berkaloborasi Dengan SKPD Untuk Pasok Air Bersih

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 18:54 WITA

Ikon Baru Tanah Laut! Tugu 0 Kilometer Pelaihari Diresmikan, Satu-Satunya di Kalsel yang Bisa Berputar

Selasa, 29 September 2026 - 06:30 WITA

Semangat Baru Pemuda Kalsel Menyala di Pantai Takisung: Ajang KKBW ke-37 Resmi Dibuka

Selasa, 29 September 2026 - 06:25 WITA

Resmi Dilantik, Pengurus NPCI Tanah Laut 2026-2030 Siap Cetak Atlet Disabilitas Berprestasi

Selasa, 29 September 2026 - 06:23 WITA

Pemkab Tanah Laut Komitmen Wujudkan Kabupaten Layak Anak pada Peringatan HAN ke-42

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x