Pelaihari – Pengurus National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Tanah Laut periode 2026-2030 resmi mengemban amanah baru usai prosesi pelantikan yang dihelat di Aula Sinar Hotel pada Kamis (24/09/2026).
Agenda penting ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Tanah Laut, Rudi Imtihansyah, yang hadir mewakili Bupati Tanah Laut. Turut serta mendampingi dalam kegiatan tersebut jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Pengurus NPCI Provinsi Kalimantan Selatan, serta seluruh jajaran Pengurus NPCI Kabupaten Tanah Laut yang baru dilantik.
Membacakan sambutan Bupati Tanah Laut, Kadispora menekankan bahwa momentum pelantikan ini jauh melampaui seremonial pergantian kepengurusan organisasi semata. Ini adalah titik awal lahirnya tanggung jawab strategis untuk mendampingi, membina, dan memaksimalkan potensi para atlet penyandang disabilitas di Bumi Tuntung Pandang.
”Pelantikan ini bukan hanya pergantian kepengurusan organisasi, tetapi menjadi awal amanah dan tanggung jawab baru untuk membina atlet penyandang disabilitas Tanah Laut,” ujarnya.
Lebih lanjut, pemerintah daerah mengapresiasi dedikasi para atlet disabilitas yang selama ini telah membuktikan bahwa keterbatasan fisik tidak pernah menjadi dinding pembatas untuk mengukir prestasi serta membawa harum nama daerah.
Perjuangan dan ketekunan mereka menjadi teladan nyata bahwa setiap warga memiliki hak dan peluang yang setara untuk bersaing secara sehat.
Melalui kepengurusan yang segar ini, Pemkab Tanah Laut menaruh harapan besar agar NPCI mampu bertransformasi menjadi organisasi yang kian solid, profesional, serta piawai merancang ekosistem pembinaan yang berkesinambungan.
”Melalui kepengurusan yang baru, diharapkan NPCI Tanah Laut semakin solid dan profesional serta mampu menciptakan sistem pembinaan atlet yang berkelanjutan, sehingga dapat melahirkan atlet-atlet berprestasi yang membanggakan daerah,” lanjutnya.
Komitmen ini sekaligus mempertegas langkah nyata Pemerintah Kabupaten Tanah Laut dalam merajut ekosistem keolahragaan yang inklusif. Dengan fasilitas dan ruang gerak yang setara, para atlet disabilitas diharapkan dapat terus mengasah kemampuan, menorehkan tinta emas di berbagai kejuaraan, dan terus mengharumkan nama Tanah Laut di kancah regional maupun nasional.















