PELITANUSANTARA.NET – Plt. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Tanah Bumbu M.Yusri, S.Sos, M.Si, melaksanakan kegiatan pelatihan pengolahan bahan pustaka tahun 2021, di Studio Mini Dispersip, yang digelar dua hari berturut-turut sejak Rabu hingga Kamis (29/07) kemarin.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca di daerah serta meningkatkan indeks literasi daerah melalui kegiatan pembudayaan kegemaran membaca dan pelatihan pengolahan bahan Pustaka, dengan menghadirkan para peserta yang terdiri dari, Pengelola perpustakaan Daerah, Pengelola Perpustakaan Desa dan Pengelola Perpustakaan Sekolah.
Melalui mctanbu.co.id, M. Yusri dalam sambutannya mengatakan, kegiatan tersebut guna menambah pengetahuan tentang kualitas tenaga Perpustakaan dalam hal pengolahan buku.
Ia juga meminta seluruh peserta untuk mengikuti dengan serius, dan sesudah mengikuti pelatihan tersebut hendaknya dapat mempraktekkan dan mengaplikasikan di daerah masing-masing peserta.
Selain itu, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan pada tahun ini juga akan meluncurkan E-Tanbu, Perpustakaan Digital, dengan adanya E-Tanbu dan Perpustakaan Digital itu akan mempermudah untuk mencari tentang buku-buku yang dibutuhkan, sebut Yusri mengakhiri sambutannya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan, Dra Hj Nurliani, M.AP., atau yang akrab disapa Bunda Nunung juga mengatakan, Kabupaten Tanah sangat beruntung karena menjadi kabupaten pertama yang mendapatkan dana dari DAK (Dana Alokasi Khusus).
“Selain mehadiri undagan ini, saya pribadi ingin melihat megahnya gedung layanan Dispersip Kab Tanah Bumbu yang dibangun dari DAK Fisik sebesar 10, 5 M pada tahun 2019, untuk Provinsi Kalimantan Selatan sendiri, Tanah Bumbu adalah yang pertama, kemudian disusul oleh Kabupaten Tapin pada 2020,” ungkapnya.
Kadispersip Kalsel juga menjelaskan, kedatangannya memenuhi undangan khusus ini juga dalam rangka sinergitas peningkatan minat baca di Kabupaten Tanah Bumbu melalui program kerja yang dilaksanakan oleh Dispersip Kab.Tanbu, atas provokasi dan motivasi yang dilakukan oleh Dispersip Prov Kalsel guna mendukung peningkatan minat baca dan indeks literasi daerah.
Selain itu, Bunda Nunung berpesan agar gedung layanan Dispersip yang megah ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya sebagai tempat berkegiatan masyarakat, serta mengisi waktu untuk menyalurkan kreatifitas sesuai dengan kegemaran masing-masing, tentunya masih sesuai dengan khas budaya masyarakat setempat.
“Perpustakaan saat ini tidak hanya sekedar tempat untuk baca dan pinjam buku, tapi sudah seyogyanya bertransformasi, karena insprisasi tentu bisa datang darimana saja, selagi bisa menghasilkan manfaat, tentu layak untuk di apresiasi,” tambahnya.
Terakhir, Bunda Nunung juga tak segan berbagi tips berdasarkan pengalamannya mengurus perpustakaan dan kearsipan, bagaimana seharusnya perpustakaan dan kearsipan berjalan beriringan, hingga tidak ada yang merasa dianak emaskan maupun dianak tirikan.

“Ada banyak tips yang sempat saya bagikan dalam kesemptan ini, bagaimana perpustakaan ini tetap eksis dan dibutuhkan kehadirannya ditengah pesatnya kemajuan iptek,” tutupnya. (Red)












