Banjarmasin – Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas PGRI Kalimantan, Novia Winda, M.Pd., dan Sekretaris Prodi, Dana Aswadi, M.Pd., turut menghadiri Forum Ilmiah Ke-BIPA-an yang diselenggarakan Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan pada 29–30 Juni 2025 di Aula UPA Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Banjarmasin.
Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan mengangkat tema “Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran BIPA” dalam forum yang menghadirkan akademisi, praktisi, serta pemerhati pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA).
Topik mengenai kecerdasan buatan menjadi bahasan utama dalam mendorong inovasi dan efektivitas pembelajaran BIPA di era digital.
Menurut Dana Aswadi, kehadiran teknologi kecerdasan buatan membuka peluang besar dalam pengembangan metode pembelajaran yang lebih adaptif dan interaktif.
“AI bisa membantu pengajar BIPA menciptakan pendekatan yang lebih personal dan efisien, sesuai dengan kebutuhan penutur asing,” jelasnya.
Senada dengan itu, Novia Winda menilai forum ini sangat relevan dalam menjawab tantangan globalisasi pendidikan.
“Kegiatan ini memperluas wawasan bahwa integrasi teknologi dengan pembelajaran bahasa bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan yang mendesak,” ujarnya.
Keikutsertaan Prodi PBSI Universitas PGRI Kalimantan mencerminkan komitmen meningkatkan kompetensi dosen dan inovasi pembelajaran berbasis teknologi. Khususnya di bidang pengajaran BIPA, baik di tingkat regional maupun internasional.















