Pelitanusantara.net – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tanah Bumbu menggelar rapat Paripurna dalam rangka pengambilan keputusan terhadap Raperda RAPBD 2023. Dilaksanakan di Ruang Sidang DPRD, Senin (31/10/2022) kemarin.
Rapat Paripurna yang dipimpin oleh Ketua DPRD Tanah Bumbu, H. Supiansyah yang membahas RAPBD sebesar Rp2,2 triliun diwarnai aksi walkout dari Fraksi Gerindra.
Dalam paripurna tersebut, kelima fraksi yang ada di DPRD Tanah Bumbu masing-masing mengemukakan dengar pendapatnya, dan menyampaikan keputusan atas raperda yang ada.

Jalannya paripurna tersebut, mendapatkan instrupsi dari Boby Rahman dari Fraksi Gerindra yang meminta rapat paripurna ditunda.
Masalahnya, menurut Boby, pihak pemerintah belum menjelaskan secara rinci perubahan RAPBD khususnya Dana Alokasi Khusus (DAK) anggaran 2023.
Namun keinginan tersebut ditolak mentah-mentah oleh Supiansya, Perubahan APBD yang menyangkut DAK, itu wewenang dari pemerintah pusat dan tidak perlu dibahas secara mendalam.
“Karena untuk Paripurna sekarang hanya sebatas pada menetapkan apakah RAPBD tersebut bisa ditetapkan jadi Perda, dan diterima atau tidak,” ungkap H.Upi sapaan akrabnya.
Sehingga, Politisi senior PDIP dan sudah menduduki kursi legislatif selama empat periode itu, tetap menolak untuk menunda atau membatalkan rapat paripurna.
Sebelum rapat paripurna, perdebatan semakin sengit. Masing- masing fraksi memberikan pendapatnya. Dan fraksi Gerindra tetap pada keputusannya meninggalkan ruang rapat paripurna, termasuk Wakil Ketua I DPRD Tanah Bumbu Said Ismail Alaydrus yang berasal dari Gerindra.
Rapat paripurna DPRD Tanah Bumbu, akhirnya tetap melanjutkan karena dari lima fraksi yang ada minus Gerindra, semua rapat dilanjutkan dengan menyatakan persetujuan mereka, dan menetapkan APBD 2023. (Rel)















