Kam. Jan 15th, 2026

Bertemu Ketum DPP APRI, Risdianto Bahas Adanya Potensi Pertambangan di Wilayah Kotabaru

Pelitanusantara.net – Ketua Umum Dewan Pimpinan Wialyah (DPW) Asosiasi Pertambangan Rakyat Indonesia (APRI) Provinsi Kalimantan Selatan, H. Risdianto Haleng HB bertemu dengan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) APRI Ir. Gatot Sugiharto, di Resto Taman Koleksi, Jalan Raya Pajajaran Kampus IPB, Bogor, Sabtu (21/11).

Kedua pemimpin yang dikenal ramah dan bersahaja ini membahas sejumlah isu, seperti pembahasan terkait Izin Usaha Pertambangan (IUP) hingga adanya potensi pertambangan di wilayah Kotabaru. Serta, turut pula hadir Katua APRI Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Tanah Bumbu, Lisnawati RH dan pengurus Jaya Permana.

“Dalam pertemuan ini kami bicara sangat terbuka dan bersahabat, ” ungkap Risdianto.

H. Anto sapaan akrabnya menyampaikan kepada Ketum DPP APRI, terkait beberapa IUP yang ad di Kalimantan Selatan, banyak yang meberikan kepercayaan untuk dikelola bersama-sama dengan APRI Kalsel.

Selain itu, dirinya juga berharap semoga APRI kedepan, berkembang bisa lebih berkembang terutama untuk wilayah Kalimantan Selatan, serta bisa terus bersinergi dan bekerjasama dengan para penambang. baik itu penambang rakyat itu sendiri maupun pemilik-pemilik IUP. Kemudian, ada beberapa informasi juga yang menurutnya menarik, yakni terkait adanya lokasi atau potensi d beberapa wilayah di Kabupaten Kotabaru. Salah satunya potensi pertambangan emas.

Baca Juga:   Lisa Heriani Gandeng Lisnawati dan H. Risdianto Haleng, Mewakili Banjarbaru hingga Tingkat Nasional

“Arahan dari beliau agar teman-teman penambang rakyat baik itu emas dan lain-lain di Kalsel, bisa d rangkul semua, agar bisa tergabung dalam APRI, supaya lebih terkoordinir dan memiliki legalitas yg sesuai,” tambahnya.

Selain itu, meninjak lanjuti seluruh program yang ada, dirinya jga menyampaikan pesan khusus, terkait pertambangan rakyat yang ada di Kalimantan Selatan. Tanah Laut seharusnya bukan 10 RMC (Responsible Minning Community) targetnya, tetapi 25 RMC harus terbentuk. Sementara untuk Kotabaru minimal 30 RMC. Sementara untuk Tanah Bumbu disampaikan kepada Lisnawati RH sebanyak 20 RMC. Mengingat potensi masih banyak tmbang-tambang rakyat yang bisa dikelola.

Menindaklanjuti hal tersebut, Lisnawati pun menyanggupi hal tersebut, dirinya yakin sampai akhir tahun ini akan terbentuk 20 RMC sesuai yang ditargetkan. (Red)

Berita Terkait

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x