Hadiri Sidang Kabinet Paripurna, Menteri Suharso : Tahun 2022 Pertumbuhan Ekonomi 5,2 sampai 5,8 Persen

- Penulis

Selasa, 10 Agustus 2021 - 02:24 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JakartaPelitanusantara.net – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa menghadiri Sidang Kabinet Paripurna, yang membahas Nota Keuangan dan RAPBN 2022, Senin (9/8/2021).

Dalam pertemuan tersebut Menteri mengatakan, Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2022 digunakan sebagai pedoman dalam penyusunan RUU APBN 2022 dan Nota Keuangan tahun anggaran 2022.

Bappenas menargetkan sasaran pertumbuhan ekonomi pada tahun 2022 antara 5,2% hingga 5,8%. Sementara itu, proyeksi dan asumsi pertumbuhan ekonomi menurut Kementerian Keuangan sebesar 5,0% hingga 5,5%.

Angka pertumbuhan ekonomi digunakan untuk tujuan yang berbeda. Bappenas menggunakan angka pertumbuhan ekonomi untuk sasaran pembangunan, Kementerian Keuangan menggunakannya untuk asumsi makro untuk menyusun APBN, dan Bank Indonesia menggunakannya untuk proyeksi.

Dalam pertemuan itu, Menteri juga mengatakan Proyek Prioritas Pembangunan dalam RKP 2022 sudah mengidentifikasi potensi investasi non-pemerintah. Namun, perlu dukungan pemerintah dan kebijakan yang tepat untuk dapat mendorong swasta berkontribusi terhadap akselerasi pemulihan ekonomi, antara lain percepatan keluarnya peraturan teknis Kementerian atau Lembaga.

“Bappenas telah melakukan Multilateral Meeting Menteri untuk penajaman dan sinkronisasi rencana pelaksanaan Major Project dan isu khusus, serta Rapat Koordinasi dengan seluruh Gubernur untuk membahas Major Project di tiap provinsi, namun pendanaannya belum seluruhnya tertampung dalam RAPBN 2022” ujar Menteri Suharso.

Baca Juga:  Bupati Limapuluh Kota Takziah ke rumah duka Vanessa Angel di Jakarta

Dalam kesempatan yang sama, Menteri juga menjelaskan perkembangan bantuan sosial dan insentif ekonomi serta usulan respon bantuan sosial terhadap gelombang ke-2 pandemi.

Terdapat 4 program bantuan sosial sebelum adanya pandemi, yaitu program PKH sebanyak 10 juta KK, Sembako15,6 juta KK, PIP 25 juta jiwa, dan PBI-JKN sebanyak 98 juta jiwa. Sementara itu, saat pandemi bantuan sosial bertambah menjadi 12 program, antara lain program sembako 18,8 juta KK, BST 10 juta KK, Kartu Pra-Kerja 8,4 juta jiwa, Subsidi Upah 8,73 Juta jiwa, BPUM 12,8 juta orang.

Menteri menambahkan, rasio transfer sosial terhadap GDP Indonesia lebih kecil dibandingkan negara lain, tapi efektif mencegah goncangan ekonomi selama pandemi.

“Jika pandemi berkepanjangan di tahun 2022, kebutuhan anggaran sebesar Rp. 311 T dan skema bantuan sosial harus disederhanakan,” usul Menteri Suharso.

Sebagai penutup, Menteri mengusulkan agar peranan Bank Indonesia dalam membantu pembiayaan defisit dilanjutkan di tahun 2022 dengan dua acara. Pertama, dengan SKB I yaitu pembelian SBN oleh Bank Indonesia di pasar perdana. Kedua, dengan SKB II yaitu Burden Sharing Pemerintah dan Bank Indonesia.

 

Artikel ini juga sudah tayang di https://nawacitapost.com/ dengan judul yang sama

Berita Terkait

Perguruan Tinggi se-Kalimantan Berkumpul di IKN, UNUKASE Tekankan Kolaborasi dan SDM
Di Tengah Konflik Global, Indonesia Selenggarakan Doa Bersama Lintas Agama Demi Perdamaian
WARISAN NUKLIR DAN KRISIS IKLIM DI KEPULAUAN MARSHALL, KOALISI GLOBAL LINTAS BENUA BERSIDANG
Penguatan Daerah Jadi Fokus, APPMBGI Resmikan Kepengurusan Sejumlah Provinsi dan Kabupaten/Kota
Usai dari Balangan, Wakil Presiden Gibran Lanjutkan Peninjauan Banjir ke Kabupaten Banjar
Wakil Presiden Gibran Soroti Pemulihan Pendidikan Saat Meninjau Banjir Balangan
Tidak Hanya Soal Bansos, DPR Minta Program Pemulihan Peternak Dibuat Jangka Panjang
Di Hadapan PBNU, Rektor UNUKASE Beberkan Strategi Penguatan Pendidikan Tinggi NU

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 18:04 WITA

Wisuda STIKes Intan Martapura Tahun 2026, Lahirkan Lulusan Siap Berkontribusi bagi Dunia Kesehatan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:39 WITA

Riset Mahasiswa ULM Ungkap Paradoks Kesehatan Pekerja Prostitusi Daring: Sadar Risiko, Belum Konsisten Mencegah

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:39 WITA

Tim PKM-RSH ULM Ungkap Dampak Komunikasi Menyakitkan dalam Hubungan Pacaran Remaja

Jumat, 14 Agustus 2026 - 16:59 WITA

Semarak Merah Putih di PAUDIT Robbani Banjarbaru Warnai Kebersamaan dan Perkuat Silaturahmi Orang Tua, Guru, dan Anak

Minggu, 9 Agustus 2026 - 16:11 WITA

Gandeng Ibu-Ibu Kader Kelurahan Cempaka, Tim Dosen Manfaatkan Potensi Ikan Lokal Lewat Dana Kemdiktisaintek dalam Pencegahan Stunting

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:43 WITA

UNUKASE Bersama Ponpes Darul Ilmi, Dorong Santri Lanjut Kuliah dan Kuasai Profesi Strategis

Kamis, 9 Juli 2026 - 16:50 WITA

UNUKASE Perkuat Sinergi dengan Pondok Pesantren Walisongo, Dorong Santri Lanjut ke Perguruan Tinggi

Senin, 29 Juni 2026 - 06:12 WITA

Inovasi Edukasi Kesehatan Berbasis “World Café”, Dosen dan Mahasiswa Keperawatan ULM Tingkatkan Peran Keluarga dalam Pencegahan Infeksi dan Manajemen Psikologis Keluarga

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x