Tanah Laut – Penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Tanah Laut kini diarahkan tidak hanya pada aspek pendampingan, tetapi juga pembukaan akses pembiayaan yang lebih realistis bagi pelaku usaha.
Langkah tersebut tercermin dari terjalinnya kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Tanah Laut (Pemkab Tala) dan PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo), yang difokuskan pada optimalisasi layanan penjaminan kredit bagi UMKM. Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) sebagai dasar sinergi kedua belah pihak dalam mendorong inklusi keuangan di daerah.
Selama ini, keterbatasan agunan kerap menjadi tembok pembatas bagi UMKM untuk mengakses permodalan dari lembaga keuangan formal. Melalui skema penjaminan kredit Jamkrindo, hambatan tersebut diharapkan dapat diminimalkan sehingga pelaku usaha memiliki ruang lebih luas untuk mengembangkan usahanya.
Bupati Tanah Laut menilai kerja sama ini sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem usaha yang lebih adaptif terhadap kondisi riil UMKM. Menurutnya, pemerintah daerah perlu hadir bukan hanya sebagai regulator, tetapi juga fasilitator yang membuka jalan pertumbuhan ekonomi dari level akar rumput.
“UMKM memiliki potensi besar, namun sering terkendala pada akses pembiayaan. Dengan adanya penjaminan kredit, peluang mereka untuk naik kelas menjadi lebih terbuka,” ujarnya.
Dari sisi Jamkrindo, dukungan terhadap program daerah dinyatakan sebagai komitmen untuk memastikan penyaluran kredit berjalan lebih aman, terukur, dan tepat sasaran. Skema penjaminan ini diharapkan mampu memberikan rasa percaya bagi lembaga keuangan sekaligus keberanian bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha.
Pemkab Tanah Laut pun optimistis, sinergi ini tidak hanya mempercepat pertumbuhan UMKM, tetapi juga memberikan efek berganda terhadap penciptaan lapangan kerja dan penguatan ekonomi daerah secara berkelanjutan.















