Tanah Bumbu – Gelombang antusias warga Desa Batuah, Kecamatan Kusan Hilir, memenuhi Gedung Serbaguna desa setempat, Selasa (02/12/25). Di tengah suasana dialog yang hangat, Wakil Ketua I DPRD Tanah Bumbu, H. Hasanuddin, kembali turun menyapa masyarakat melalui agenda Reses Masa Sidang Desember 2025.
Hadir pula Kepala Desa Batuah, perangkat desa, tokoh masyarakat, hingga ratusan warga yang ingin menyampaikan langsung berbagai problem nyata di lapangan. Momentum tersebut menjadi ruang terbuka antara wakil rakyat dan masyarakat, sebagaimana menjadi ciri khas reses yang selalu ditunggu-tunggu.
Satu per satu warga menyampaikan unek-unek mereka. Mulai dari bantuan nelayan, drainase yang kembali bermasalah, tiang listrik rapuh, hingga ketersediaan rumah subsidi.
Warga RT 6 menyoroti persoalan drainase di Jalan Cempaka hingga SMPN 2, yang disebut masih kerap tergenang meski telah beberapa kali diperbaiki.
Tidak hanya soal infrastruktur, warga juga menyampaikan mimpi besar mereka yaitu harapan berdirinya universitas di Kusan Hilir.
Langkah ini dinilai penting untuk menekan angka perpindahan pemuda ke luar daerah sekaligus menggerakkan ekonomi setempat.
Menjawab berbagai aspirasi, H. Hasanuddin berbicara apa adanya tanpa mengurangi optimisme.
Terkait drainase, ia menjelaskan bahwa perbaikan sudah berjalan di wilayah Desa Wiritasi, dan hasilnya diharapkan berdampak langsung ke Batuah.
Untuk wacana universitas, ia menyebut proses perizinan telah digarap.
“Yang menjadi tantangan sekarang adalah ketersediaan lahan, dan ini sedang kita usahakan bersama,” ujarnya.
Aspirasi dari kalangan nelayan pun mendapat perhatian serius. Hasanuddin menegaskan akan memanggil Dinas Perikanan agar bantuan yang diharapkan benar-benar turun ke tangan yang membutuhkan.
Begitu pula dengan persoalan rumah subsidi dan tiang listrik rapuh, yang disebutnya akan diteruskan kepada instansi terkait untuk dicarikan solusi konkret.
Menutup dialog, H. Hasanuddin memastikan dirinya tidak hanya mendengar, tetapi juga akan turun langsung meninjau titik rawan banjir bersama PUPR dan Kepala Desa setempat.
“Aspirasi ini bukan hanya catatan, tetapi amanah. Kami kawal sampai tuntas,” tegasnya.















