GP Ansor Kalsel Gelar Taswirul Afkar Vol. I: Bahas Tambang, Ekologi, dan Etika Sosial

- Penulis

Selasa, 24 Juni 2025 - 14:13 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PW GP Ansor Kalimantan Selatan menggelar diskusi Taswirul Afkar Vol. I di Martapura, Jumat 20 Juni 2025, membahas tambang, ekologi, dan etika sosial menuju pembangunan Banua yang berkelanjutan.

PW GP Ansor Kalimantan Selatan menggelar diskusi Taswirul Afkar Vol. I di Martapura, Jumat 20 Juni 2025, membahas tambang, ekologi, dan etika sosial menuju pembangunan Banua yang berkelanjutan.

Martapura – Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (PW GP) Ansor Kalimantan Selatan (Kalsel) sukses menggelar forum diskusi perdana bertajuk Taswirul Afkar Vol. I pada Jumat siang, 20 Juni 2025, bertempat di Teras Gubuk Sekretariat PW GP Ansor Kalsel, Komplek Arwana Residen, Martapura. Forum ini mengangkat tema “Banua dalam Persimpangan: Tambang, Ekologi dan Etika Sosial.”

Diskusi ini menjadi ruang dialektika terbuka yang mempertemukan beragam pemikiran dari aktivis lingkungan, akademisi, politisi muda, hingga cendekiawan muslim.

Oleh karena itu, tujuannya adalah membedah arah pembangunan Kalimantan Selatan di tengah tarik-menarik antara eksploitasi sumber daya alam dan tuntutan pelestarian lingkungan hidup.

Peran Kampus dan Aktivisme Intelektual

Sementara itu, Wakil Rektor III Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan (UNUKASE), Dr. Ir. Murjani, S.P., S.I.Kom., M.S., I.P.M., hadir sebagai pemantik diskusi menggantikan Rektor UNUKASE yang berhalangan.

Dalam paparannya, Murjani—yang juga aktivis lingkungan dan mantan pengurus WALHI Kalsel—menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam isu keberlanjutan.

“Kampus tidak hanya melahirkan sarjana, tetapi juga agen perubahan yang peka terhadap ketimpangan sosial dan kerusakan lingkungan. Ini adalah panggilan moral,” ujarnya tegas.

Ketua PW GP Ansor Kalsel periode 2024–2028, Gusti Taufik Hidayat, membuka forum dengan menegaskan bahwa Taswirul Afkar adalah upaya GP Ansor menghidupkan kembali tradisi berpikir kritis dan progresif di kalangan kader muda dan warga Nahdliyin.

“Dalam situasi Banua yang penuh tantangan, kita butuh ruang-ruang pemikiran yang jernih dan bertanggung jawab,” katanya.

Suara-suara Kritis dari Para Narasumber

Adapun tiga narasumber utama memantik diskusi yang berlangsung dinamis:

  • Raden Rafiq Sepdian Fadel Wibisono, Direktur Eksekutif WALHI Kalsel, menyampaikan kritik tajam terhadap industri ekstraktif yang dinilai merusak lingkungan dan kehidupan masyarakat adat.

“Banjir, krisis air, dan kerusakan wilayah adat menunjukkan bahwa pembangunan kita tidak berpihak pada rakyat maupun lingkungan.”

  • Fahrani, Ketua Bidang Pengembangan Ekonomi dan Bisnis BUMA, menekankan perlunya kader muda terlibat aktif dalam industri strategis.

“Jangan hanya jadi penonton. Dengan pengelolaan yang tepat, tambang bisa memberi manfaat dan mengurangi risiko kerusakan.”

  • Khairullah Zainuddin, Dewan Penasehat Cendekiawan Muslim, memaparkan pentingnya etika lingkungan dalam perspektif Islam.

“Dalam Islam, manusia adalah khalifah di bumi. Merusak lingkungan berarti mengkhianati amanah Ilahi dan melanggar etika sosial.”

Baca Juga:  657 CPNS dan PPPK Dilantik, Bupati Banjar Tekankan ASN BerAKHLAK

Berita Terkait

Mahasiswa Profesi Keperawatan ULM Berikan Pendidikan Kesehatan Hipertensi untuk Ibu Hamil
46 Mahasiswa STIKES Intan Martapura Resmi Diyudisium, Tradisi Mandi Kembang Jadi Simbol Awal Pengabdian kepada Masyarakat
Mahasiswa Prodi Sarjana Administrasi Rumah Sakit STIKES Intan Martapura Ikuti Workshop Pelatihan Dasar Akreditasi Rumah Sakit
Bangun Self-Efikasi Remaja Cegah Pernikahan Dini, Tim Pengabdian Program Studi Kesehatan Masyarakat ULM Hadirkan E-Komik dan Edugame Interaktif
STIKES Intan Martapura Dorong Sinergi Mitigasi Banjir Dalam Rangkaian Bulan K3 & Hari Lingkungan Hidup
Bekali Mahasiswa Hadapi Dunia Kerja Modern, Disnaker Banjar Gelar Sosialisasi Bursa Kerja di STIKES Intan Martapura
Muhammad Sulthon Firdaus dan Ghea Alisya Putri Terpilih Jadi Duta Kampus STIKES Intan Martapura 2026/2027
Ghea Putri Alisya dan Muhammad Rayhan Resmi Dinobatkan Sebagai Duta Prodi D3 Keperawatan STIKes Intan Martapura 2026.
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
1 Comment
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 08:40 WITA

MBG di Hulu Sungai Utara: Upaya Cegah Stunting dan Tingkat Presentasi Belajar

Minggu, 26 Juli 2026 - 08:30 WITA

MBG DAN ANGGARAN RAKSASA: SIAPA YANG SUNGGUH DIUNTUNGKAN?

Minggu, 26 Juli 2026 - 03:54 WITA

Transformasi Gizi Nasional: Menakar Progres, Tantangan, dan Dampak Strategis Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Tengah Dinamika Kebijakan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 08:30 WITA

Menakar Realitas Makan Bergizi Gratis di Bumi Agung: Antara Retorika Nasional dan Tantangan Lokal

Sabtu, 25 Juli 2026 - 07:57 WITA

MBG, Good Governance, dan Prioritas Pembangunan SDM Indonesia

Sabtu, 25 Juli 2026 - 07:32 WITA

MBG di Hulu Sungai Utara: Menakar Kebijakan, Anggaran, dan Dampaknya bagi Masyarakat

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 14:49 WITA

Tapin: Antara Tambang, Sawah, dan Masa Depan Warganya

Selasa, 23 September 2025 - 11:12 WITA

KAPOLRI MENDAHULUI ATAU “MELAWAN” PRESIDEN?

Berita Terbaru

Opini

MBG DAN ANGGARAN RAKSASA: SIAPA YANG SUNGGUH DIUNTUNGKAN?

Minggu, 26 Jul 2026 - 08:30 WITA

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x