Jakarta – Belakangan ini, fenomena unik tengah ramai terjadi di berbagai daerah. Warga berbondong-bondong memadati taman kota dan ruang publik untuk berburu koin yang menjadi bagian dari permainan “Koin Jagat.” Salah satu lokasi yang paling ramai diserbu adalah kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat.
Namun, euforia ini tidak selalu membawa dampak positif. Di Bandung, Jawa Barat, aksi serupa di Taman Tegalaga dilaporkan menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas umum. Permainan “Koin Jagat” menjadi penyebab utama di balik fenomena ini. Pemain yang berhasil menemukan koin dapat menukarnya dengan hadiah uang tunai yang jumlahnya bervariasi.
Apa itu Koin Jagat?
Koin Jagat adalah permainan berbasis aplikasi Jagat, sebuah aplikasi sosial yang dirancang untuk mendekatkan pengguna dengan keluarga dan sahabat. Berdasarkan deskripsi di Google Play Store, aplikasi ini awalnya digunakan untuk berbagi lokasi real-time dan menandai tempat favorit. Namun, fitur “Jagat Coin Hunt” atau Koin Jagat menjadi daya tarik utama dengan total hadiah yang ditawarkan mencapai Rp 850 juta.
Permainan ini telah menarik perhatian luas sejak diperkenalkan di Jakarta pada Desember 2024 dan kini diperluas ke wilayah Surabaya, Bandung, dan Bali. Hingga 12 Januari 2025, aplikasi Jagat telah diunduh lebih dari 5 juta kali di Google Play Store.
Cara Bermain dan Hadiah yang Ditawarkan
Koin Jagat adalah permainan offline dengan misi menemukan koin yang tersebar di lokasi tertentu. Ada tiga jenis koin yang diburu, yaitu:
- Koin Perunggu dengan nilai Rp 300.000
- Koin Perak dengan nilai lebih besar
- Koin Emas yang bernilai hingga Rp 100 juta
Untuk bermain, pengguna harus mengunduh aplikasi Jagat, mengaktifkan “treasure map”, dan mengikuti petunjuk yang diberikan. Setelah menemukan koin, pengguna harus memasukkan nomor seri eksklusif dan kode unik di bagian belakang koin ke aplikasi untuk menukarkan hadiah. Penting untuk menjaga kerahasiaan kode unik agar hak penukaran tidak hilang.
Aturan dan Lokasi Koin Jagat
Agar permainan tetap aman dan tidak merusak fasilitas publik, pihak aplikasi Jagat memberikan sejumlah aturan terkait lokasi penyembunyian koin:
- Koin tidak diletakkan di tempat berbahaya seperti air atau area terlarang.
- Koin tidak ditanam di dalam tanah atau tanaman jauh dari trotoar.
- Koin tidak disembunyikan di atas atau di bawah properti pribadi, seperti pot bunga.
- Koin tidak disembunyikan di area yang memerlukan izin khusus untuk diakses.
- Koin tidak diletakkan di tempat yang harus “dibongkar” untuk ditemukan.
Permainan ini berhasil menarik minat masyarakat luas, tetapi dampaknya perlu mendapat perhatian. Kerusakan fasilitas di Bandung menjadi salah satu catatan penting bagi penyelenggara dan pemerintah daerah untuk memastikan aktivitas ini tidak mengganggu kepentingan umum.
Fenomena “Koin Jagat” menggambarkan bagaimana inovasi digital dapat menciptakan keseruan baru bagi masyarakat, namun tetap memerlukan pengelolaan dan pengawasan yang baik agar manfaatnya dapat dirasakan tanpa menimbulkan kerugian.















