Ketua KNPI Dorong Pemuda Jadi Penentu Arah Demokrasi di Era Pemilu Terpisah

- Penulis

Sabtu, 15 November 2025 - 16:17 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum DPP KNPI, Putri Khairunnisa, saat memberikan sambutan dalam dialog pemuda bertema “Perspektif Pemuda Pasca Putusan 135 MK” di Jakarta, Jumat (14/11/2025).

Ketua Umum DPP KNPI, Putri Khairunnisa, saat memberikan sambutan dalam dialog pemuda bertema “Perspektif Pemuda Pasca Putusan 135 MK” di Jakarta, Jumat (14/11/2025).

Jakarta – Dialog pemuda bertajuk “Perspektif Pemuda Pasca Putusan 135 MK Tentang Pemilu Nasional dan Pemilu Lokal” yang digelar DPP KNPI di Jakarta, Jumat (14/11), menjadi ruang penting membahas arah baru sistem pemilu dan posisi strategis pemuda dalam dinamika politik ke depan.

Ketua Umum DPP KNPI, Putri Khairunnisa, menegaskan bahwa pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton dalam proses demokrasi. Dengan data 58 persen pemuda terlibat dalam pemilu, ia menilai literasi politik generasi muda masih harus diperkuat.

“Pemuda harus menjadi sistem, bukan sekadar objek. Kita adalah penentu perubahan dan harus hadir dengan gagasan,” tegas Putri.

Ia juga menyoroti kuatnya pengaruh budaya digital dan media sosial terhadap perilaku politik anak muda. Menurutnya, ruang digital mesti dimanfaatkan sebagai medium memperkuat kapasitas berpikir dan kontribusi politik.

Sementara itu, Pakar Hukum Tata Negara Suparji Ahmad memaparkan bahwa Putusan MK 135/2025 membawa implikasi besar dalam tata kelola pemilu. Pemisahan Pemilu Nasional dan Pemilu Lokal, ujarnya, bukan sekadar perubahan jadwal, tetapi penataan ulang regulasi dan mekanisme penyelenggaraan.

“Putusan MK ini strategis dan berdampak luas. Pemuda perlu ikut merumuskan solusi, bukan hanya memahami keputusan,” ungkapnya.

Suparji juga menekankan sejumlah isu krusial yang harus diantisipasi sejak dini, mulai dari potensi kekosongan jabatan kepala daerah sebelum Pemilu Lokal 2031, harmonisasi ulang UU Pemilu dan UU Pilkada, efisiensi biaya penyelenggaraan, hingga kesiapan teknis menghadapi dua pemilu terpisah.

Baca Juga:  Bukan Suara Saya!’: Satryo Soemantri Tepis Isu Voice Note Viral

Ia menegaskan, pemuda mesti menempati posisi proaktif dalam memberi masukan kepada pemerintah dan DPR sebelum aturan teknis ditetapkan.

Baik Putri maupun Suparji sepakat bahwa perubahan sistem pemilu ini menjadi momentum bagi generasi muda untuk memastikan demokrasi berjalan substantif, bukan hanya prosedural.

Dialog pemuda KNPI tersebut diharapkan melahirkan gagasan konkret guna memperkuat demokrasi Indonesia dalam masa transisi menuju penyelenggaraan pemilu terpisah.

Berita Terkait

HWPL dan IPYG Latih Pemimpin Muda Perdamaian Melalui Dialog Lintas Agama
Bahas Sinergi Kejagung, ABPEDNAS dan SMSI, Untuk Program JAGA DESA Dan JAGA Dapur MBG
Dai Muda Banjarmasin, Muhammad Kamal Ihsan, Tembus Babak Lanjutan AKSI Indosiar 2026 Wakili Yogyakarta
HWPL bersama IPYG berkolaborasi dengan Universitas Mohammad Husni Thamrin Jakarta Timur menggelar The 1st Indonesia Youth Empowerment Peace Class (YEPC): Why Youth Matters?
Di Hadapan PBNU, Rektor UNUKASE Beberkan Strategi Penguatan Pendidikan Tinggi NU
KH. Ma’ruf Amin Jadi Ketua Dewan Penasehat SMSI, Tegaskan Peran Media Siber sebagai Penjaga Moral Bangsa
Sambut HPN 2026, SMSI Siapkan Rekomendasi Kebijakan untuk Pemda dan Dewan Pers
Demi Tanah Bumbu, H. Hasanuddin Bertemu Komisi III DPR RI Bahas Kerja Sama Strategis
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 08:40 WITA

MBG di Hulu Sungai Utara: Upaya Cegah Stunting dan Tingkat Presentasi Belajar

Minggu, 26 Juli 2026 - 08:30 WITA

MBG DAN ANGGARAN RAKSASA: SIAPA YANG SUNGGUH DIUNTUNGKAN?

Minggu, 26 Juli 2026 - 04:19 WITA

Program Makan Bergizi Gratis dalam Perspektif Kebiijakan Publik Menimbang Manfaat Sosial, Efektifitas Implementasi dan Risiko terhadap Ketahanan Fiskal Negara

Minggu, 26 Juli 2026 - 03:54 WITA

Transformasi Gizi Nasional: Menakar Progres, Tantangan, dan Dampak Strategis Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Tengah Dinamika Kebijakan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 08:30 WITA

Menakar Realitas Makan Bergizi Gratis di Bumi Agung: Antara Retorika Nasional dan Tantangan Lokal

Sabtu, 25 Juli 2026 - 07:32 WITA

MBG di Hulu Sungai Utara: Menakar Kebijakan, Anggaran, dan Dampaknya bagi Masyarakat

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 14:49 WITA

Tapin: Antara Tambang, Sawah, dan Masa Depan Warganya

Selasa, 23 September 2025 - 11:12 WITA

KAPOLRI MENDAHULUI ATAU “MELAWAN” PRESIDEN?

Berita Terbaru

Opini

MBG DAN ANGGARAN RAKSASA: SIAPA YANG SUNGGUH DIUNTUNGKAN?

Minggu, 26 Jul 2026 - 08:30 WITA

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x