Banjar – Program Studi Arsitektur Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan (Unukase) menggelar perkuliahan perdana yang istimewa, Senin (2/12/2024). Bertempat di Studio Arsitektur kampus, acara ini menghadirkan praktisi-praktisi arsitektur terkemuka di Banua sebagai bagian dari implementasi program Praktisi Mengajar.
Program ini bertujuan memperkuat kerja sama antara dunia pendidikan dan industri (DUDI), sekaligus memberikan wawasan dan pengalaman profesional kepada mahasiswa dalam dunia konstruksi.
Ar. Ade Surya Jaya Noor, S.T., M.T., IAI, mewakili dosen Program Studi Arsitektur, menyampaikan sambutan. Ia menyoroti pentingnya pemahaman mahasiswa terhadap keterkaitan antara digitalisasi desain, proses pekerjaan, dan pengawasan proyek.
“Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga memahami proses nyata di lapangan, mulai dari persiapan digital gambar pekerjaan hingga pengawasan proyek,” jelasnya.
Selain itu, Ar. Fachriay Ismail, IAI, sebagai narasumber utama, memaparkan materi tentang digitalisasi dalam arsitektur. Ia menjelaskan bagaimana teknologi seperti BIM (Building Information Modeling), perangkat lunak desain, dan inovasi lainnya telah merevolusi proses perencanaan dan desain.
Acara ini juga diisi dengan diskusi interaktif yang melibatkan mahasiswa, dosen, dan narasumber. Forum ini menjadi wadah dinamis untuk menggali materi lebih dalam, bertukar pandangan, serta menjawab pertanyaan yang diajukan peserta.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkaya kompetensi mahasiswa Unukase, menjadikan mereka calon arsitek yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga siap bersaing di dunia kerja.
(Humas Unukase)















